Di antara para Monarch dalam Solo Leveling, White Flame Monarch atau Baran adalah salah satu yang paling ikonik dan mengesankan. Meski hanya muncul singkat, sosoknya menghadirkan pertempuran epik yang memperlihatkan skala kekuatan dunia para Monarch.
Kisah Baran bukan sekadar tentang kekuatan destruktif, tetapi juga bagian penting dari mitologi perang panjang antara Monarch dan Rulers. Artikel ini membahas siapa sebenarnya White Flame Monarch serta 10 fakta menarik yang membuatnya menjadi karakter yang menginspirasi sekaligus menakutkan.

White Flame Monarch, atau dikenal sebagai Baran, adalah salah satu Monarch terkuat dalam semesta Solo Leveling. Ia dijuluki King of Demons, penguasa elemen api putih, dan pemimpin para Demon yang tinggal di Demon Castle.
Baran bukan sekadar monster kuat, ia adalah entitas kosmik yang tercipta oleh salah satu Dewa Itarim untuk berperang melawan para Rulers.
Dalam sejarah panjang konflik semesta, Baran pernah bertarung selama ribuan tahun, memimpin pasukan Demon sekaligus menjadi salah satu senjata utama para Monarch. Dalam anime maupun manhwa, pertarungannya melawan Sung Jin-Woo di arc Return to Demon Castle menjadi salah satu momen paling intens yang memperlihatkan batas kekuatan seorang Hunter.
Meski musuhnya terlihat seperti Baran asli, sebenarnya itu hanyalah clone yang dibuat oleh Kandiaru. Namun bahkan clone-nya saja sudah cukup untuk hampir menekan Jin-Woo, itulah betapa berbahayanya White Flame Monarch.

1. Baran adalah Monarch Pencipta Api Putih
Sebagai White Flame Monarch, Baran mengendalikan api putih, elemen langka yang jauh lebih panas, agresif, dan destruktif dibanding api biasa. Dalam dunia Solo Leveling, api putih menjadi simbol superioritas Demon dan kekuatan absolut. Teknik-teknik serangannya menggunakan energi api yang mampu membakar ruang, meruntuhkan lapisan pertahanan sihir, hingga melumpuhkan Hunter sekaliber S-Rank.
2. Dijuluki King of Demons
Baran memegang posisi tertinggi dalam hierarki Demon. Ia tidak hanya menguasai Demon Castle, tetapi juga memimpin jutaan Demon yang menjadikannya raja absolut di dunia mereka. Julukan King of Demons menggambarkan statusnya sebagai pemimpin tak terbantahkan yang menguasai kekuatan, teritori, dan makhluk Demon kelas tinggi.
3. Salah Satu Entitas yang Diciptakan Dewa Itarim
Baran, layaknya para Monarch lain, tidak lahir secara biologis, ia diciptakan secara langsung oleh Dewa Itarim untuk berperang. Fungsi utamanya adalah menjadi prajurit kosmik dalam perang abadi melawan Rulers. Keberadaannya adalah simbol bagaimana para Dewa menciptakan makhluk super untuk konflik tanpa akhir.
4. Pernah Menjadi Sekutu Ashborn
Salah satu fakta paling menarik adalah bahwa Baran pernah bertempur bersama Ashborn, Shadow Monarch. Ashborn sebelumnya adalah Ruler yang membelot setelah kematian Tuhan mereka, sehingga bergabung dengan para Monarch. Selama ribuan tahun, Baran dan Ashborn berada di sisi yang sama menghadapi para Ruler.
5. Ditugaskan Membunuh Ashborn
Meskipun pernah menjadi sekutu, Baran akhirnya diperintahkan oleh Antares, Monarch of Destruction, untuk menghabisi Ashborn karena kekuatan Shadow Monarch dianggap terlalu berbahaya. Baran dan Rakan melakukan serangan kejutan, tetapi Ashborn mengalahkan mereka tanpa kesulitan. Di sinilah Baran mengalami kekalahannya yang paling pahit.
6. Dibunuh Langsung oleh Ashborn
Tidak seperti Rakan yang berhasil melarikan diri, Baran tewas di tangan Ashborn. Kepalanya dihancurkan oleh Shadow Monarch dalam duel singkat yang menunjukkan betapa besar perbedaan kekuatan di antara keduanya. Kematian ini juga menjadi alasan mengapa Baran asli tidak muncul lagi dalam cerita setelah perang para Monarch.
7. Baran yang Muncul di Demon Castle Hanyalah Clone
Baran yang dilawan Jin-Woo bukanlah Baran asli. Ia adalah clone yang dibuat Kandiaru, pencipta The System. Clone itu diciptakan sebagai ujian terakhir bagi calon vessel Ashborn. Meski hanya clone, kekuatannya tetap luar biasa dan mampu menekan Jin-Woo hingga titik kritis.
8. Mengendarai Wyvern Perak Legendaris
Clone Baran muncul dengan tunggangannya: wyvern perak raksasa yang dulu merupakan milik Baran asli. Wyvern ini sangat kuat hingga bahkan setelah kematian Baran, ia masih menjadi makhluk yang ditakuti. Kandiaru menggunakan wyvern ini sebagai bagian dari ujian Jin-Woo di Demon Castle.
9. Kemampuannya Nyaris Menyaingi Monarch Kelas Atas
Walau tidak setingkat Antares atau Ashborn, Baran adalah salah satu Monarch terkuat. Dalam manhwa, ia digambarkan memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan pasukan Rulers dan memimpin Demon ke medan perang selama ribuan tahun. Clone-nya saja bisa membuat Jin-Woo berpikir dua kali sebelum maju bertarung.
10. Perannya Penting dalam Evolusi Jin-Woo
Pertempuran melawan Baran adalah turning point bagi Jin-Woo. Dari sinilah Jin-Woo akhirnya memperoleh kekuatan penting, memperbesar Shadow Army, serta mendekati momen menjadi vessel Ashborn. Tanpa Baran, proses pertumbuhan Jin-Woo tidak akan secepat dan sekuat itu.
White Flame Monarch adalah sosok penting dalam mitologi Solo Leveling, meski kemunculannya tidak panjang. Baran memberikan gambaran tentang skala kekuatan para Monarch sekaligus menjadi ujian krusial bagi Jin-Woo. Kisahnya menunjukkan bahwa dunia Solo Leveling tidak hanya tentang pertempuran, tetapi juga sejarah konflik kosmik para Dewa, Rulers, dan Monarch. Dengan fakta-fakta ini, jelas bahwa White Flame Monarch adalah karakter yang menginspirasi sekaligus menjadi simbol kekuatan absolut.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games!