Finale Stranger Things Season 5 yang dirilis pada 31 Desember 2025 langsung memicu perdebatan besar di kalangan penggemar. Setelah lima musim penuh misteri, monster, dan persahabatan, serial ikonik Netflix ini akhirnya mencapai garis akhir. Seperti yang sudah diprediksi, episode terakhir tidak hanya menyajikan aksi besar-besaran, tetapi juga momen emosional yang membuat banyak penonton bertanya-tanya: siapa yang benar-benar mati di akhir cerita, dan apakah Eleven ikut mengorbankan dirinya?
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan terstruktur tentang kematian karakter, nasib Eleven, serta apa yang sebenarnya terjadi di penutup Stranger Things Season 5. Peringatan: artikel ini mengandung spoiler berat.

Pertanyaan terbesar di akhir Stranger Things Season 5 adalah nasib Eleven. Sepanjang episode finale, karakter yang diperankan Millie Bobby Brown ini digambarkan seolah-olah mengorbankan dirinya demi mengakhiri siklus kehancuran Upside Down. Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling emosional dalam sejarah serial ini.
Saat Jim Hopper mempersiapkan bom untuk menghancurkan Upside Down, Eleven mengatakan kepada ayah angkatnya, “I have to end the cycle.” Ia kemudian berpamitan dengan Mike dan berbagi satu ciuman terakhir. Kepada Mike, Eleven mengucapkan kalimat yang menyayat hati: bahwa semua ini tidak akan pernah berakhir jika ia masih ada, dan ia meminta Mike membantu semua orang memahami keputusannya.
Ketika bom meledak, penonton dibuat percaya bahwa Eleven ikut tewas dalam ledakan tersebut. Namun, kenyataannya jauh lebih kompleks. Terungkap bahwa Eleven sebenarnya masih hidup. Kakaknya, Kali, menggunakan kekuatannya untuk menciptakan ilusi Eleven palsu, sehingga semua orang, termasuk penonton—mengira Eleven benar-benar mati.
Para kreator serial, Duffer Brothers, sengaja membiarkan nasib Eleven terlihat ambigu. Dalam wawancara, mereka menegaskan bahwa Eleven memang harus “menghilang” dari kehidupan teman-temannya, tetapi bukan berarti ia benar-benar mati. Eleven harus membuat semua orang percaya bahwa dirinya telah tiada demi menutup cerita Hawkins dan Upside Down sepenuhnya.

Meskipun Eleven selamat, Stranger Things Season 5 tetap menghadirkan kematian nyata dari beberapa karakter penting. Finale ini menegaskan bahwa kemenangan tidak datang tanpa pengorbanan.
Karakter utama yang dipastikan mati adalah Vecna. Musuh terbesar sepanjang serial akhirnya benar-benar dikalahkan bersama kehancuran Upside Down. Selain Vecna, Mind Flayer juga ikut musnah, menandai berakhirnya ancaman dari dunia paralel tersebut.
Namun, kematian paling menyentuh datang dari Kali, saudara Eleven. Ia ditembak dan tewas setelah menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan Eleven. Pengorbanan Kali menjadi kunci keselamatan Eleven sekaligus penutup tragis bagi karakter yang selama ini hidup di bayang-bayang trauma dan pelarian.
Menariknya, tidak ada anggota utama “geng Hawkins” yang benar-benar mati. Hal ini menegaskan bahwa Stranger Things Season 5 memilih penutup emosional namun tetap memberikan harapan, bukan tragedi total. Kematian karakter antagonis dan satu figur pendukung penting dianggap cukup untuk menutup konflik besar tanpa menghancurkan inti persahabatan yang menjadi jiwa serial ini.

Setelah Upside Down dihancurkan, cerita melompat ke 18 bulan kemudian. Di sinilah penonton melihat bagaimana kehidupan para karakter utama berjalan setelah semua teror berakhir. Penutup Stranger Things Season 5 terasa seperti epilog panjang yang penuh nostalgia.
Max terlihat bersama Lucas, menunjukkan bahwa luka masa lalu perlahan sembuh. Hopper kini resmi menjadi figur ayah bagi keluarga Joyce, memperkuat tema keluarga yang dibangun sejak awal serial. Dustin berhasil menjadi lulusan terbaik sekolahnya, mencerminkan perkembangan karakter yang luar biasa sejak musim pertama.
Steve Harrington mendapatkan akhir yang tak terduga namun hangat: ia menjadi guru edukasi seksual dan pelatih bisbol SMA. Nancy meninggalkan Emerson untuk mengejar karier jurnalistik, Robin melanjutkan studi di Smith, dan Jonathan mengembangkan film di NYU.
Sementara itu, Eleven tidak pernah muncul secara langsung bersama mereka. Dalam sesi Dungeons and Dragons terakhir, Mike menjelaskan bahwa kisah Eleven harus dirahasiakan. Tidak ada seorang pun yang boleh tahu bahwa ia masih hidup. Mike membayangkan Eleven kini tinggal di tempat yang indah, memulai hidup baru jauh dari Hawkins.
Adegan terakhir memperlihatkan Eleven berjalan menuju kota baru sendirian. Ia hidup, masih memiliki kekuatannya, tetapi harus meninggalkan masa kecil dan teman-temannya. Penutup ini menegaskan pesan utama Stranger Things Season 5: tumbuh dewasa berarti melepaskan, bahkan hal-hal yang paling kita cintai.
Akhir Stranger Things Season 5 bukan tentang siapa yang mati semata, melainkan tentang harga yang harus dibayar untuk mengakhiri siklus trauma. Eleven tidak mati, tetapi ia “kehilangan” dunia lamanya. Vecna dan Mind Flayer musnah, Kali gugur sebagai pahlawan, dan Hawkins akhirnya bebas. Sebuah akhir pahit-manis yang menutup perjalanan satu dekade dengan cara yang berani, emosional, dan tak terlupakan.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.