10 RPG yang Tokoh Utamanya Anti-hero, Siapa Saja?

10 RPG yang Tokoh Utamanya Anti-hero, Siapa Saja?

Games
15 March 2026
208 views

Dalam banyak game RPG, pemain biasanya berperan sebagai pahlawan yang menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Namun, tidak semua protagonis mengikuti pola klasik tersebut. Beberapa RPG justru menempatkan pemain sebagai karakter dengan moral abu-abu, keputusan sulit, dan tujuan yang tidak selalu mulia. Karakter seperti ini sering disebut sebagai anti-hero, tokoh utama yang mungkin melakukan hal baik, tetapi sering kali dengan cara yang keras, egois, atau bahkan kejam.

Menariknya, konsep anti-hero membuat cerita terasa lebih realistis dan kompleks. Pemain tidak hanya menghadapi musuh, tetapi juga harus mempertimbangkan konsekuensi moral dari setiap keputusan. Dari dunia cyberpunk yang gelap hingga kerajaan fantasi penuh intrik, berikut adalah 10 RPG dengan tokoh utama anti-hero yang paling menarik untuk dimainkan.

1. V – Cyberpunk 2077

Dalam Cyberpunk 2077, pemain berperan sebagai V, seorang tentara bayaran yang hidup di kota futuristik penuh kejahatan bernama Night City. Karakter ini bisa dikustomisasi sepenuhnya, mulai dari latar belakang hingga kepribadian, yang kemudian memengaruhi bagaimana dunia merespons tindakan pemain.

Yang membuat V menjadi anti-hero adalah cara game ini memperlakukan pilihan moral. V tidak menjalankan misi heroik seperti menyelamatkan desa atau melindungi orang tak bersalah secara konsisten. Sebaliknya, banyak pekerjaan yang dilakukan V hanyalah kontrak berbahaya demi uang, reputasi, atau sekadar bertahan hidup.

Dalam satu momen, V bisa membantu seseorang keluar dari masalah. Namun di momen lain, V mungkin justru melakukan hal yang merugikan orang lain jika itu lebih menguntungkan. Bahkan di berbagai ending game ini, tidak ada akhir yang benar-benar bahagia. Kisah V lebih tentang mempertahankan identitas di dunia yang keras, bukan menjadi penyelamat dunia.

2. Arthur Morgan – Red Dead Redemption 2

Arthur Morgan adalah anggota setia geng Van der Linde dalam Red Dead Redemption 2. Sebagai seorang penjahat dan perampok, Arthur jelas bukan sosok pahlawan yang bersih dari dosa. Ia merampok kereta, mencuri kuda, dan hidup sebagai buronan di dunia Wild West.

Namun, cerita Arthur jauh lebih kompleks daripada sekadar kisah kriminal. Sepanjang permainan, pemain melihat bagaimana Arthur mulai mempertanyakan hidupnya sebagai penjahat. Ia sering dihadapkan pada pilihan antara mengikuti jalan kekerasan atau membantu orang lain yang membutuhkan.

Konflik batin inilah yang menjadikan Arthur anti-hero yang kuat. Ia bisa melakukan tindakan brutal, tetapi juga menunjukkan empati dan penyesalan. Perjalanan karakternya penuh dengan refleksi tentang kesetiaan, kehormatan, dan konsekuensi dari kehidupan kriminal yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.

3. The Stranger – The Outer Worlds

Dalam The Outer Worlds, pemain memerankan karakter yang terbangun dari cryo-sleep di koloni luar angkasa bernama Halcyon. Koloni ini dikuasai oleh perusahaan raksasa yang memperlakukan manusia seperti sumber daya.

Sejak awal permainan, pemain dihadapkan pada pilihan sulit: membantu para pekerja, memihak perusahaan, atau memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Tidak ada pilihan yang benar-benar murni baik.

Karakter utama di game ini sering bertindak berdasarkan kepentingan pribadi. Pemain bisa bekerja sama dengan suatu faksi hanya demi keuntungan, lalu mengkhianatinya ketika ada tawaran yang lebih menguntungkan. Pendekatan ini membuat protagonis dalam game ini terasa seperti anti-hero yang oportunis, bukan pahlawan yang idealis.

4. Harrier Du Bois – Disco Elysium

Disco Elysium menghadirkan salah satu anti-hero paling unik dalam sejarah RPG. Pemain mengendalikan Harrier Du Bois, seorang detektif yang kehilangan ingatan setelah mabuk parah.

Karakter ini bukan hanya bermasalah secara mental, tetapi juga memiliki masa lalu yang penuh kekacauan. Ia berjuang melawan kecanduan, rasa bersalah, dan identitas yang hancur.

Alih-alih melawan monster atau menyelamatkan kerajaan, pemain menghabiskan waktu berdialog dengan berbagai karakter dan bahkan dengan suara dalam kepala Harrier sendiri. Keputusan pemain menentukan apakah ia akan menjadi polisi yang bertanggung jawab atau semakin tenggelam dalam kekacauan hidupnya. Hal inilah yang membuatnya menjadi anti-hero yang sangat manusiawi.

5. Fatebinder – Tyranny

Dalam Tyranny, dunia sudah dikuasai oleh kekuatan jahat bernama Kyros. Alih-alih memimpin pemberontakan, pemain justru berperan sebagai Fatebinder—pejabat yang menegakkan hukum dari kekaisaran tirani tersebut.

Posisi ini memberi pemain kekuasaan besar untuk menentukan nasib banyak orang. Pemain bisa menghukum pemberontak dengan kejam, memanipulasi berbagai faksi, atau menggunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi.

Yang menarik, game ini tidak menawarkan jalan heroik klasik. Pemain tetap menjadi bagian dari sistem yang menindas, meskipun mereka bisa mencoba mengubahnya dari dalam. Hal ini membuat protagonis Tyranny terasa seperti anti-hero yang beroperasi di wilayah moral yang sangat abu-abu.

6. Phyre – Vampire: The Masquerade: Bloodlines 2

Dalam Vampire: The Masquerade: Bloodlines 2, pemain memerankan Phyre, seorang vampir yang bangkit setelah tidur selama satu abad. Ia harus menavigasi politik berbahaya antar klan vampir di kota Seattle.

Sebagai vampir, Phyre secara alami berada di wilayah moral yang gelap. Ia harus meminum darah manusia untuk bertahan hidup, menggunakan kekuatan supernatural, dan berpartisipasi dalam intrik politik yang penuh pengkhianatan.

Pilihan pemain menentukan apakah Phyre akan menjadi pemimpin yang kejam, sekutu yang licik, atau karakter yang mencoba mempertahankan sedikit kemanusiaan. Semua keputusan tersebut menegaskan posisi Phyre sebagai anti-hero yang hidup di antara kekuatan dan moralitas.

7. The Envoy – Avowed

Dalam Avowed, pemain berperan sebagai utusan dari Kekaisaran Aedyr yang dikirim untuk menyelidiki wabah misterius bernama Dream Scourge di wilayah Living Lands.

Namun, wilayah ini dipenuhi konflik politik dan kepentingan berbagai kelompok. Pemain harus memilih antara setia pada kekaisaran, membantu pemberontak lokal, atau mencoba menyeimbangkan keduanya.

Tidak ada keputusan yang sepenuhnya benar atau salah. Pilihan pemain dapat membantu satu kelompok sekaligus merugikan kelompok lain. Hal ini membuat karakter utama Avowed sering berada di posisi anti-hero yang harus menentukan sendiri batas moralnya.

8. Corvo Attano – Dishonored

Dishonored mengikuti kisah Corvo Attano, seorang pengawal kerajaan yang dijebak atas pembunuhan sang permaisuri. Setelah dipenjara dan hampir dieksekusi, Corvo melarikan diri dan memulai misi balas dendam.

Sepanjang permainan, Corvo memperoleh kekuatan supernatural dari makhluk misterius bernama Outsider. Kemampuan ini membuatnya menjadi pembunuh yang sangat mematikan.

Yang menarik adalah sistem “chaos” dalam game. Jika pemain memilih membunuh banyak musuh, dunia akan menjadi lebih gelap dan penuh kekacauan. Sebaliknya, pendekatan yang lebih hati-hati dapat menghasilkan dunia yang lebih stabil. Pilihan ini menegaskan bahwa Corvo bisa menjadi pahlawan diam-diam atau pembalas dendam yang brutal.

9. Velvet Crowe – Tales of Berseria

Velvet Crowe adalah protagonis utama dalam Tales of Berseria, sebuah JRPG yang menampilkan tokoh wanita dengan motivasi balas dendam yang kuat.

Tragedi besar yang dikenal sebagai Scarlet Night membuat Velvet kehilangan adiknya dan dipenjara selama bertahun-tahun. Pengalaman ini mengubahnya menjadi pejuang yang keras dan penuh kemarahan.

Velvet tidak ragu menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya. Ia bahkan memiliki lengan monster yang dapat melahap musuh. Walaupun ia melawan organisasi yang korup, cara yang ia gunakan sering kali jauh dari heroik. Kombinasi rasa sakit, amarah, dan tekad membuat Velvet menjadi salah satu anti-hero paling ikonik dalam JRPG modern.

10. Jack Garland – Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin

Dalam Stranger of Paradise: Final Fantasy Origin, pemain mengendalikan Jack Garland yang memiliki satu tujuan obsesif: menghancurkan Chaos.

Berbeda dengan protagonis klasik dalam seri Final Fantasy, Jack memiliki kepribadian yang keras, blak-blakan, dan sering bertindak dengan kemarahan. Ia jarang berbicara tentang harapan atau keadilan, melainkan hanya fokus pada misinya.

Seiring berjalannya cerita, pemain mulai menyadari bahwa misi Jack jauh lebih kompleks daripada sekadar mengalahkan musuh. Rahasia masa lalu dan siklus peristiwa yang berulang membuat garis antara pahlawan dan penjahat semakin kabur. Pada akhirnya, perjalanan Jack menunjukkan bahwa bahkan niat untuk menyelamatkan dunia bisa membawa seseorang ke jalan yang gelap.

Karakter anti-hero memberikan warna berbeda dalam dunia RPG. Alih-alih menjadi pahlawan sempurna, mereka sering kali memiliki masa lalu kelam, motivasi pribadi, dan keputusan moral yang sulit. Hal ini membuat cerita terasa lebih realistis dan emosional.

Dari V di Cyberpunk 2077 hingga Jack Garland di Stranger of Paradise, setiap karakter menunjukkan bahwa menjadi protagonis tidak selalu berarti menjadi pahlawan. Justru melalui konflik batin dan pilihan abu-abu inilah kisah mereka menjadi jauh lebih menarik untuk diikuti oleh para pemain RPG.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.