3 Fakta Menarik Ditundanya Perilisan GTA 6 untuk yang Ketiga Kalinya
Rilis GTA 6 kembali mengalami penundaan untuk yang ketiga kalinya, membuat para penggemar di seluruh dunia harus bersabar lebih lama. Game yang sudah dinantikan selama lebih dari satu dekade ini memang membawa ekspektasi yang sangat tinggi, terutama setelah trailer resminya memecahkan rekor penonton.
Meski begitu, keputusan Rockstar Games menunda perilisan tentu bukan tanpa alasan. Banyak pihak menduga penundaan ini terkait proses penyempurnaan detail grafis, kualitas dunia open-world, hingga stabilitas gameplay.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 3 fakta menarik di balik penundaan tersebut, dan mengapa langkah ini mungkin justru menjadi keputusan terbaik untuk pemain.
Delay Bikin Rockstar Keluarkan Uang Triliunan

Delay terbaru Grand Theft Auto 6 ternyata bukan sekadar masalah jadwal, tetapi juga urusan biaya yang sangat besar. Menurut Rob Wilson, seorang profesor finansial yang diwawancarai oleh VideoGamer, penundaan selama enam bulan ini bisa membuat Rockstar kehilangan nilai hingga US$500 juta atau setara triliunan rupiah.
Angka tersebut muncul dari kombinasi hilangnya momentum penjualan, biaya tambahan pengembangan, serta penyesuaian pemasaran.
Wilson menjelaskan bahwa penundaan tersebut membuat Rockstar harus mengeluarkan biaya ekstra untuk quality assurance (QA), perubahan strategi promosi, hingga koordinasi ulang dengan berbagai vendor. Komponen-komponen ini saja bisa menambah sekitar US$350 juta pada anggaran produksi.
Selain itu, insider industri Tom Henderson memperkirakan bahwa Rockstar masih menghabiskan sekitar US$10 juta per bulan hanya untuk biaya pengembangan selama masa delay. Padahal, GTA 6 sudah dikabarkan memiliki anggaran yang mendekati US$1 miliar, menjadikannya salah satu game termahal sepanjang sejarah.
Di sisi lain, penundaan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Rockstar bisa saja menaikkan harga gim hingga lebih dari $100. Namun Wilson memperingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi memicu reaksi negatif dari konsumen dan bahkan merusak reputasi perusahaan.
Sebagai gantinya, ia memprediksi Rockstar lebih mungkin mengandalkan DLC berbayar, edisi premium, atau konten tambahan eksklusif untuk menutupi lonjakan biaya.
Meski mahal, keputusan menunda dianggap lebih bijak daripada merilis game dalam kondisi belum siap. Contoh nyata adalah Cyberpunk 2077, yang meski sempat menunda beberapa kali, tetap diluncurkan dengan banyak bug dan mendapat kritik besar sebelum akhirnya membaik bertahun-tahun kemudian. Rockstar tentu ingin menghindari kesalahan serupa.
Penundaan yang Ketiga Kali

Penundaan Grand Theft Auto 6 kembali terjadi, menjadikannya yang ketiga kalinya sejak game ini pertama diumumkan. Awalnya direncanakan rilis pada tahun 2025, GTA 6 kemudian mundur ke Mei 2026.
Namun kini, Rockstar secara resmi mengumumkan bahwa tanggal rilis terbaru adalah 19 November 2026. Artinya, ada tambahan waktu pengembangan selama enam bulan lagi sebelum pemain bisa menjelajahi kembali nuansa Vice City modern dalam negara fiksi Leonida.
Dalam pernyataannya, Rockstar meminta maaf atas penantian panjang ini dan menjelaskan bahwa waktu tambahan diperlukan untuk memastikan game memiliki tingkat polish dan kualitas tinggi yang sudah menjadi standar mereka.
Studio ini menegaskan bahwa GTA 6 sedang diproyeksikan sebagai peluncuran game terbesar dalam sejarah, dengan basis pemain yang sangat masif sejak hari pertama rilis. Karena itu, mereka tidak ingin game tersebut dirilis dalam keadaan setengah matang.
Sebenarnya, keputusan ini tidak terlalu mengejutkan. Rockstar memiliki reputasi sebagai pengembang yang perfeksionis dan hampir semua rilis besar mereka sebelumnya, termasuk GTA 4, GTA 5, dan Red Dead Redemption 2 juga mengalami penundaan sebelum akhirnya dirilis dengan kualitas yang mengesankan. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, bahkan menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menyesali keputusan menunda game ketika hasil akhirnya memberikan pengalaman yang lebih baik.
Meskipun begitu, penundaan ini tetap memicu reaksi campur aduk di kalangan fans. Namun, jika melihat sejarah Rockstar, penundaan biasanya berujung pada hasil yang memang sepadan. Jadi, yang tersisa hanyalah menunggu sedikit lebih lama.
CEO Take-Two Gak Mau Blunder

Penundaan GTA 6 ke 19 November 2026 ternyata tidak membuat pihak pengembang merasa ragu. Justru sebaliknya, Take-Two dan Rockstar tampak semakin percaya diri dengan kualitas akhir game ini.
CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menyatakan bahwa penambahan waktu pengembangan murni dilakukan agar Rockstar bisa memberikan finishing dan polish maksimal, bukan karena masalah besar dalam produksi. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya sangat yakin tanggal rilis yang baru ini adalah yang terakhir.
GTA 6 sebelumnya diumumkan rilis pada akhir 2025, lalu mundur ke Mei 2026, sebelum akhirnya ditetapkan ke November 2026. Setiap kali penundaan terjadi, alasannya tetap sama: memastikan game berada dalam kondisi terbaik sebelum diluncurkan.
Zelnick juga menyinggung bahwa merilis game terlalu cepat justru bisa merugikan, dan ia menyebut contoh bahwa “ketika kompetitor merilis sesuatu yang belum siap, akibatnya buruk.” Ini menunjukkan bahwa pihak perusahaan lebih memilih kesempurnaan daripada terburu-buru mengejar momentum.
Di sisi lain, kondisi keuangan Take-Two masih sangat kuat. Mereka baru saja mencatat kuartal kedua terbaik dalam sejarah perusahaan dengan pendapatan US$1.96 miliar, didorong oleh penjualan seperti NBA 2K26, Mafia: The Old Country, dan Borderlands 4. Bahkan GTA V masih terus terjual jutaan copy dan kini menembus 220 juta unit sepanjang masa.
Meski sempat diwarnai isu PHK yang memicu protes pegawai, keyakinan manajemen terhadap GTA 6 tetap tidak tergoyahkan. Dengan fondasi finansial kuat dan pengembangan yang terus dipoles, Rockstar tampaknya benar-benar siap menghadirkan salah satu rilis game terbesar dalam sejarah.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
