3 Faktor Main Ranked MLBB Tidak Penting untuk Pro Player

3 Faktor Main Ranked MLBB Tidak Penting untuk Pro Player

Mobile Legends
03 March 2026
217 views

Perdebatan soal urgensi Ranked MLBB kembali mencuat setelah salah satu pro player Filipina, Kelra, memberikan pernyataan menarik saat sedang melakukan live streaming bersama beberapa pemain Indonesia. Dalam sesi tersebut, ia mendapat pertanyaan mengenai perbedaan Ranked MLBB di Filipina dan Indonesia.

Menjawab pertanyaan itu, Kelra mengatakan bahwa Ranked MLBB di kedua negara pada dasarnya sama saja. Tidak ada perbedaan signifikan dari sisi kualitas pertandingan maupun tingkat kesulitan. Jawaban ini cukup mengejutkan bagi sebagian penonton yang mengira ada gap besar antara server.

Yang lebih menarik, Kelra secara terbuka mengakui bahwa Ranked MLBB tidak terlalu penting baginya. Bahkan, ia menyebut dirinya masih berada di tier Legend dan tidak terlalu memprioritaskan push rank. Pernyataan ini langsung memicu diskusi panjang di komunitas.

Kelra juga menegaskan bahwa Ranked MLBB mungkin sudah tidak relevan untuk pro player sejak 2023. Menurutnya, fokus utama pemain profesional bukan lagi pada ladder publik, melainkan pada scrim, strategi tim, dan performa di turnamen resmi.

Dalam sesi live tersebut, hadir pula Luminaire yang terlihat cukup senang dengan pernyataan itu. Luminaire pernah menyampaikan opini serupa di masa lalu dan sempat mendapat respons beragam. Kini, pernyataannya seperti mendapat validasi langsung dari pemain kelas dunia.

Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah Ranked MLBB benar-benar sudah tidak penting bagi pro player? Berikut tiga alasan utama yang membuat Ranked MLBB dinilai tidak lagi menjadi prioritas bagi pemain profesional.

3 Alasan Ranked MLBB Tidak Penting

Ranked MLBB

1. Ranked MLBB Menghabiskan Waktu

Alasan pertama mengapa Ranked MLBB dianggap tidak penting adalah faktor waktu. Bagi pro player, jadwal harian sudah dipenuhi dengan scrim intensif melawan tim-tim kuat lainnya. Latihan ini dilakukan secara terstruktur dengan target evaluasi yang jelas.

Scrim memberikan simulasi pertandingan kompetitif yang jauh lebih relevan dibanding Ranked MLBB. Di dalam scrim, komunikasi berjalan serius, draft dipersiapkan matang, dan evaluasi dilakukan secara mendalam setelah pertandingan selesai.

Jika setelah scrim pemain masih memaksakan diri bermain Ranked MLBB, maka waktu istirahat mereka akan tergerus. Padahal recovery fisik dan mental sangat penting untuk menjaga performa jangka panjang. Pro player tidak hanya bermain satu atau dua game, melainkan bisa berjam-jam setiap hari.

Selain itu, kualitas pertandingan di Ranked MLBB tidak selalu setara dengan latihan kompetitif. Variasi skill antar pemain dalam satu match sering kali timpang, sehingga value latihan yang didapat tidak optimal bagi pemain profesional.

Karena itulah banyak pro player lebih memilih mengalokasikan waktu untuk review gameplay, diskusi strategi, atau istirahat dibanding menghabiskan waktu di Ranked MLBB tanpa tujuan spesifik.

2. Ranked MLBB Bikin Emosi

Faktor kedua adalah stabilitas emosi. Ranked MLBB kerap menjadi arena yang penuh variabel tak terduga. Tidak peduli tier apa pun, selalu ada kemungkinan bertemu pemain yang bermain tanpa koordinasi atau mengambil keputusan tidak rasional.

Bagi pemain kasual, hal tersebut mungkin masih dianggap bagian dari hiburan. Namun bagi pro player yang terbiasa dengan sistem komunikasi terstruktur, pengalaman seperti itu bisa menjadi sumber frustrasi.

Alih-alih mendapatkan latihan berkualitas, Ranked MLBB justru berpotensi memicu emosi negatif. Ketika ekspektasi tinggi bertemu dengan realita permainan yang acak, hasilnya sering kali bukan peningkatan performa, melainkan kelelahan mental.

Pro player dituntut menjaga fokus dan kestabilan mental, terutama menjelang turnamen besar. Menghabiskan energi emosional di Ranked MLBB bisa berdampak pada mood latihan dan performa scrim keesokan harinya.

Itulah sebabnya banyak pemain profesional menganggap Ranked MLBB tidak memberikan manfaat signifikan dibanding risiko emosional yang mungkin muncul selama pertandingan publik.

3. Sistem Top Global Rusak karena Joki

Alasan ketiga berkaitan dengan motivasi dan sistem peringkat. Dulu, banyak pemain menjadikan posisi Top Global sebagai pencapaian prestisius di Ranked MLBB. Namun seiring waktu, sistem tersebut dinilai tidak lagi sepenuhnya murni.

Fenomena penggunaan joki atau boosting membuat integritas leaderboard dipertanyakan. Ketika peringkat bisa didapatkan bukan semata karena skill pribadi, maka daya tarik kompetitifnya menurun drastis.

Bagi pro player, tujuan bermain Ranked MLBB biasanya untuk mengejar pengakuan atau menunjukkan dominasi individu. Namun ketika sistem Top Global sudah terdistorsi, insentif tersebut menjadi tidak jelas.

Selain itu, reputasi pro player tidak lagi ditentukan oleh posisi Ranked MLBB. Prestasi di turnamen resmi, performa di liga seperti Mobile Legends Professional League Indonesia maupun Mobile Legends Professional League Philippines jauh lebih relevan dibanding sekadar angka di leaderboard.

Dengan kondisi tersebut, Ranked MLBB kehilangan nilai strategis bagi pemain profesional. Tanpa target yang benar-benar bermakna, bermain ranked hanya menjadi aktivitas tambahan yang tidak berdampak langsung pada karier kompetitif.

Pada akhirnya, pernyataan Kelra soal Ranked MLBB membuka perspektif baru bagi komunitas. Apa yang dianggap penting oleh pemain publik belum tentu relevan bagi pro player.

Ranked MLBB tetap memiliki tempat bagi pemain kasual dan semi-kompetitif. Namun bagi mereka yang sudah berada di level tertinggi, prioritas telah bergeser ke latihan terstruktur, analisis strategi, dan performa di panggung resmi.

Dengan jadwal padat, tuntutan performa tinggi, serta sistem leaderboard yang tidak lagi ideal, wajar jika banyak pro player merasa Ranked MLBB bukan lagi fondasi utama perkembangan mereka.

Kini diskusi soal penting atau tidaknya Ranked MLBB mungkin akan terus berlanjut. Namun satu hal jelas: bagi pro player modern, kemenangan di turnamen jauh lebih bernilai dibanding sekadar bintang tambahan di layar ranked.

Bukan Berarti Ranked Sepenuhnya Buruk

Meski banyak pro player menilai Ranked MLBB tidak lagi menjadi prioritas utama, bukan berarti mode ini sepenuhnya buruk atau tidak memiliki nilai. Dalam konteks tertentu, Ranked MLBB tetap menawarkan manfaat yang tidak bisa diabaikan, terutama dari sisi eksplorasi dan fleksibilitas permainan.

Salah satu sisi positif Ranked MLBB adalah sebagai tempat awal untuk menemukan dan menguji META baru. Sebelum sebuah strategi benar-benar matang dan digunakan dalam scrim resmi, sering kali eksperimen dilakukan terlebih dahulu di ranked. Hero-hero yang sedang naik daun, kombinasi item baru, atau pendekatan rotasi unik bisa diuji tanpa tekanan formal seperti di turnamen.

Selain itu, Ranked MLBB juga bisa menjadi ruang bermain yang lebih santai bersama teman. Bagi pro player yang setiap hari berada dalam atmosfer kompetitif ketat, bermain ranked dengan kawan-kawan dapat menjadi bentuk refreshing. Walaupun tetap kompetitif, nuansanya tidak seformal scrim atau pertandingan liga.

Ranked MLBB juga dapat berfungsi sebagai sarana melatih mekanik individu. Seorang pemain mungkin tidak selalu mendapatkan situasi teamfight intens di scrim tertentu, tetapi di ranked mereka bisa lebih sering terlibat duel atau skenario clutch. Hal ini membantu menjaga ketajaman refleks, positioning, dan eksekusi skill.

Bahkan bagi beberapa pro player, Ranked MLBB masih berguna untuk menjaga jam terbang hero tertentu. Ketika META berubah cepat, mereka membutuhkan ruang untuk beradaptasi secara praktis. Ranked menjadi laboratorium terbuka untuk mencoba hal-hal baru tanpa harus membebani struktur latihan tim.

Jadi meskipun Ranked MLBB tidak lagi dianggap krusial untuk karier profesional, mode ini tetap memiliki nilai fungsional. Selama digunakan dengan tujuan yang jelas—baik untuk eksplorasi META, menjaga mekanik, atau sekadar membangun chemistry santai—ranked tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pemain.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.