6 Game PlayStation Resmi Ditutup, Bangkrut?
Dunia gaming modern semakin bergantung pada layanan digital, terutama di ekosistem PlayStation milik Sony. Namun di balik kemudahan tersebut, ada satu risiko besar, game bisa hilang kapan saja.
Pada pertengahan 2026, enam game dipastikan akan ditutup atau dihapus dari store. Kabar ini membuat banyak gamer bertanya-tanya, apakah ini tanda industri sedang bermasalah? Atau hanya siklus biasa? Berikut pembahasannya secara lengkap dan santai.
Daftar 6 Game PlayStation yang Resmi Ditutup
Beberapa game yang terdampak datang dari berbagai genre, mulai dari sosial, pinball, hingga shooter dan balapan.
Game pertama adalah Rec Room. Game sosial ini akan menghentikan pembelian dalam game mulai 1 Mei dan servernya dimatikan total pada 1 Juni. Karena berbasis online sepenuhnya, seluruh dunia virtual dan komunitas pemain akan hilang.
Selanjutnya ada Pinball FX3 yang akan disembunyikan dari PlayStation Store. Pemain lama masih bisa mengakses, tetapi pemain baru tidak bisa lagi menemukannya.
Dua game lain dari developer Zen Studios yaitu Pinball FX dan Pinball M juga akan berhenti mendapat dukungan mulai 1 Juni. Artinya, tidak ada update maupun konten baru.
Kemudian ada Battlefield Hardline dari EA. Game ini akan dihapus dari store pada 22 Mei, lalu server multiplayer dimatikan pada 22 Juni. Meski begitu, mode campaign masih bisa dimainkan.
Terakhir adalah Horizon Chase Turbo yang akan dihapus pada 1 Juni, termasuk semua DLC. Keputusan ini dipengaruhi perubahan internal di Epic Games.

Kenapa Game-Game Ini Ditutup?
Penutupan ini sebenarnya bukan hal aneh di industri game modern. Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya.
Pertama adalah biaya server yang tinggi. Game online membutuhkan infrastruktur yang mahal. Jika jumlah pemain menurun, biaya operasional jadi tidak sebanding dengan keuntungan.
Kedua, masalah lisensi. Banyak game menggunakan musik, brand, atau kolaborasi yang memiliki batas waktu. Ketika lisensi habis, game bisa dipaksa untuk ditarik.
Ketiga, peralihan generasi konsol. PS4 sudah berusia lebih dari satu dekade, sehingga developer mulai fokus ke platform yang lebih baru.
Keempat, restrukturisasi perusahaan. Perubahan strategi bisnis, seperti yang terjadi di Epic Games, bisa berdampak pada keberlangsungan game lama.
Semua faktor ini menunjukkan bahwa game digital sangat bergantung pada keputusan bisnis, bukan hanya popularitas.
Apakah Ini Tanda Bangkrut? Dampak ke Gamer
Banyak yang mengira penutupan ini adalah tanda bangkrut, padahal kenyataannya tidak. Perusahaan besar seperti Sony, EA, dan Epic Games masih dalam kondisi stabil.
Penutupan game justru bagian dari strategi bisnis untuk mengurangi biaya, merapikan katalog, dan fokus pada proyek baru.
Namun, dampaknya ke gamer cukup besar. Pemain bisa kehilangan akses ke game online sepenuhnya, seperti Rec Room. Koleksi digital juga menjadi tidak permanen, berbeda dengan versi fisik yang bisa dimainkan kapan saja.
Selain itu, hilangnya game juga mengurangi variasi di store dan membuat pengalaman bermain terasa terbatas. Hal ini memicu kekhawatiran soal preservasi game di masa depan.

Penutupan enam game PlayStation ini bukan tanda kebangkrutan, melainkan bagian dari siklus industri gaming yang terus berkembang. Game seperti Rec Room, Battlefield Hardline, hingga Horizon Chase Turbo menunjukkan bahwa masa hidup game digital sangat bergantung pada server dan dukungan developer. Bagi gamer, ini menjadi pengingat bahwa kepemilikan digital tidak selalu abadi.
Meski terasa merugikan, langkah ini membantu perusahaan tetap efisien dan fokus pada inovasi baru. Ke depan, isu preservasi game akan semakin penting agar pengalaman bermain tidak hilang begitu saja.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.