AESF 2025: Forum Esports Asia di Bangkok, Dorong Inovasi dan Talenta Lokal

AESF 2025: Forum Esports Asia di Bangkok, Dorong Inovasi dan Talenta Lokal

Berita
13 October 2025
377 views

Asian Electronic Sports Federation (AESF) sukses menggelar AESF Esports Forum 2025 (AESF 2025) di Bangkok pada 9 Oktober 2025. Acara ini mempertemukan asosiasi anggota, mitra strategis, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh kawasan Asia untuk membahas masa depan ekosistem esports yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Shaping the Esports Ecosystem and the Future of Asia and Beyond”, forum ini menjadi ajang penting dalam membangun arah industri esports regional. Diskusi yang berlangsung sepanjang acara menyoroti tiga fokus utama: pengembangan pendidikan dan karier di dunia esports, peningkatan inklusivitas serta keberagaman, dan peran penting media serta penyiaran dalam membentuk citra dan pertumbuhan industri.

AESF 2025 Bahas Kolaborasi dan Peningkatan Ekosistem Esports Asia

Forum AESF 2025 dibuka dengan pidato Gubernur Bangkok, Dr. Chadchart Sittipunt, yang menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperkuat ekosistem esports. Ia menilai bahwa esports kini menjadi industri masa depan yang tak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pendidikan bagi generasi muda.

Sementara itu, Presiden AESF, Santi Lothong, menyampaikan sambutan selamat datang sekaligus menegaskan komitmen federasi dalam memperkuat kerja sama antarnegara di kawasan Asia. “Esports adalah wadah untuk menyatukan generasi dan budaya melalui kompetisi yang sehat dan berdaya saing global,” ujar Santi.

Momen Penting di AESF 2025

KRMP Ibnu Riza

Beberapa agenda utama turut menjadi sorotan dalam forum tahun ini:

  • Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal AESF, Steve Kim, dan Sekretaris Jenderal European Esports Federation (EEF), Lukasz Klimczyk, yang menandai langkah awal kerja sama strategis antara Asia dan Eropa.

  • Seremoni Penyerahan Bendera dan Memorandum of Intention antara Presiden AESF, Santi Lothong, dan Presiden VIRESA, Do Viet Hung, sebagai simbol dimulainya persiapan Asian Esports Games 2026 yang akan diselenggarakan di Vietnam.

Dorong Inovasi dan Talenta Lokal

Sesi penutupan forum diisi dengan diskusi terbuka antara peserta dan narasumber, yang berfokus pada strategi memperkuat ekosistem esports nasional di tiap negara Asia. Topik seperti inovasi, keberlanjutan, dan pengembangan talenta lokal menjadi perhatian utama.

AESF juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini, termasuk Sekretaris Jenderal ABU Ahmed Nadeem, CEO HealthyGaming Christoffer Johansson, serta penyelenggara TESF. Dukungan besar juga datang dari Gubernur Bangkok dan Wakil Gubernur Otoritas Olahraga Thailand, Preecha Lalun, atas peran mereka dalam keberhasilan forum ini.

KRMP. Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, selaku Strategic Advisor to The President of AESF menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi lintas negara. Dalam unggahan pribadinya, Ibnu menulis,

“Merasa terhormat dipercaya sebagai Strategic Advisor to the President of AESF, Mr. Santi Lothong. Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi komitmen bersama untuk menumbuhkan dan menyatukan ekosistem esports di seluruh Asia. Bersama keluarga besar esports, kita tidak hanya meningkatkan permainan, tetapi juga membangun generasi. Mari kita bangun masa depan esports bersama.”

Dengan berakhirnya AESF 2025, federasi menegaskan kembali semangat “Persatuan dan Solidaritas Esports Asia” sebagai fondasi utama untuk membangun masa depan esports yang kuat, berdaya saing, dan inklusif bagi seluruh kawasan.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.