Alarm Bahaya Shadow Esports di FFWS SEA 2026 Spring, Harus Segera Bangkit!

Alarm Bahaya Shadow Esports di FFWS SEA 2026 Spring, Harus Segera Bangkit!

Free Fire
09 May 2026
127 views

Kompetisi Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring atau FFWS SEA 2026 Spring telah memasuki fase Knockout di mana pada pekan ketiga, setiap tim sudah bisa mendapatkan tiket menuju ke Grand Final. Selama dua pekan pertama di FFWS SEA 2026 Spring, tim jawara Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring, Shadow Esports, berada dalam posisi yang cukup mengkhawatirkan di mana Juann dan kawan-kawan berada di peringkat ke-14. Shadow Esports termasuk ke dalam satu dari dua tim Indonesia yang “terancam” bersama dengan EVOS Divine.

Hal ini tentu harus mendapatkan perhatian khusus di mana mereka punya kesempatan untuk membuktikan kelayakan mereka di pekan ketiga. Jika tidak, maka mereka harus memanfaatkan kesempatan terakhir di pekan keempat yang bisa dikatakan cukup sulit jika dilihat dari tim-tim jawara FFNS sebelumnya. Peluang untuk tidak terdegradasi dari FFWS SEA 2026 Spring bisa dikatakan masih terbuka. Akan tetapi, alarm bahaya untuk Shadow Esports sudah menyala. Apa yang sebenarnya menjadi kesulitan mereka saat ini?

Shadow Esports Terkena “Culture Shock” di FFWS SEA 2026 Spring

Shadow Esports - FFWS SEA 2026 Spring

Shadow Esports tergabung di dalam grup C pada grup FFWS SEA 2026 Spring di mana mereka juga bergabung bersama EVOS Divine dan ONIC sebagai 3 tim perwakilan dari Indonesia. Pada pekan pertama, Shadow Esports finis di peringkat ke-15 dilihat dari klasemen keseluruhan per tanggal 26 April 2026. Berbicara dengan hasil yang diraih oleh Shadow Esports pada pekan pertama, Janess selaku staf pelatih/analyst menyampaikan kepada Dunia Games (DG) bahwa timnya mengalami “culture shock” dan membuat performa tim kurang maksimal.

Sebenarnya untuk performa anak-anak, jujur mereka juga kaget waktu di week 1 ternyata sebelum bertanding kami banyak kegiatan, tidak ada persiapan dari segi fisik, kesehatan di week 1 kami drop dari situ performa tim mulai turun. Seharusnya kami manfaatkan waktu untuk benar-benar beradaptasi, karena kondisi drop membuat anak-anak susah berpikir, dari materi yang sudah dikasih mereka susah menerapkannya karena perjalanan baru untuk mereka juga,” ucap Janess kepada Dunia Games (DG) eksklusif.

Lanjut, Janess mengatakan ada beberapa hal yang tidak terduga terjadi di pekan pertama. Menurutnya, di FFWS SEA 2026 Spring kali ini beberapa tim bermain agresif tidak seperti di musim-musim sebelumnya. Selain itu, ia pun juga masih mencari racikan strategi yang tepat untuk diterapkan di dalam tim. “Hal yang tidak terduga itu banyak ya, karena kami pertama kali juga bermain di SEA dan kami analisis data itu cuma dari berdasarkan pengalaman-pengalaman FFWS musim lalu,” tuturnya.

Di musim lalu itu di fase liganya tidak terlalu se-barbar sekarang, bukan? Mereka lebih pasif. Makanya di day 1 kami cukup kaget tapi kami bisa mengimbangi karena mereka itu bermain nabrak sama seperti kami bermain di FFNS. Mereka (bermain) nabrak tidak pandang bulu dan itu kami lakukan juga karena kami dapat pengalaman dari FFNS itu berhasil kami terapkan,” ujar Janess menambahkan. “Untuk strategi, kami masih meraba juga cocoknya bagaimana apakah kami cocok pakai 4 rusher atau kami buat 3 rusher 1 sniper itu kami masih mencoba, kami belum dapat cocoknya pakai (strategi) yang mana, itu saja,” jelasnya.

Hambatan di Pekan Kedua, Pengalaman Juann dan Rynn Tidak Cukup!

Beralih ke pekan kedua, performa Shadow Esports bisa dikatakan tidak terlalu berkembang secara signifikan. Mereka menempati peringkat ke-14 sementara, sehingga membuat mereka bermain di Knockout Phase pekan ketiga pada hari kedua, Sabtu, 9 Mei 2026. Dari pekan kedua, Janess selaku analyst mengatakan bahwa di pekan kedua tidak banyak hal yang mereka lakukan. Perubahan role pemain dilakukan untuk meningkatkan performa, namun masih belum memberikan dampak.

Di week 2 kemarin tidak banyak yang bisa kami lakukan. Kemarin (ada) beberapa perubahan role seperti si Cillzy, (karena) Sh1nzy sakit jadi yang backup Cillzy beberapa kali ada kesalahan. Kenapa kami kesusahan? Ya begitu kondisinya. Jadi, yang di mana komposisi (pemain) kami 4 rusher yang benar-benar bermain full mekanik full tabrak-tabrak, kami struggle di situ buat nge-rush anak-anak jadi kurang pede karena bukan bermain full rusher,” tuturnya. Berbicara tentang pemain dengan role sniper di dalam tim, Baron menurut Janess juga masih belum bisa tampil maksimal dan masih perlu belajar.

Shadow Esports - FFWS SEA 2026 Spring

Yang kami lihat juga dari pemain kami, Baron, penggunaaan AWM-nya belum terlalu on point seperti pemain Sniper lainnya. Jadi masih banyak pembelajaran juga buat dia untuk bermain di SEA ini.”  Terakhir, Janess menyatakan bahwa timnya masih kesulitan untuk beradaptasi di dua pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki oleh dua pemainnya Juann dan Rynn dinilai tidak cukup. “Kami juga susah beradaptasi dengan waktu dua minggu ini, susah banget karena kami benar-benar tim yang baru naik cuma modal pengalaman Juann sama Rynn itu kurang cukup buat kami benar-benar bisa menguasai SEA ini,” pungkasnya.

Sungguh kondisi yang cukup butuh perbaikan mendalam ya teman-teman. Apakah kamu termasuk penggemar dari tim Shadow Esports? Jika iya, jangan lewatkan perjuangan mereka di pekan ketiga dan berikan dukungan terbaik kamu agar Shadow Esports bisa bangkit dan meraih tiket menuju ke Grand Finals bersama dengan tim-tim Indonesia lainnya. 

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.