All Indonesian Final di GOTF 2026, Ini yang Buat ONIC dan BTR Berkembang

All Indonesian Final di GOTF 2026, Ini yang Buat ONIC dan BTR Berkembang

Mobile Legends
09 August 2026
20 views
  • ONIC dan Bigetron berhasil bangkit setelah kegagalan di MSC 2026.
  • Adaptasi META dan evaluasi menjadi kunci perkembangan kedua tim di GOTF 2026.
  • ONIC menilai semua region kini semakin kuat sehingga tidak boleh meremehkan lawan.
  • Bigetron memperkuat draft dan koneksi tim untuk tampil lebih konsisten di GOTF.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Games of The Future (GOTF) 2026 menghadirkan sebuah pemandangan menarik di panggung Mobile Legends: Bang Bang. Setelah melewati perjalanan panjang dan menyingkirkan sejumlah tim kuat dari berbagai region, dua wakil Indonesia, ONIC Esports dan Bigetron Esports, akhirnya bertemu di partai puncak.

Pertemuan tersebut menjadi pembuktian penting bagi kedua tim setelah hasil mengecewakan di MSC 2026. ONIC dan Bigetron sama-sama gagal membawa pulang gelar dari turnamen tersebut dan harus melakukan evaluasi besar sebelum kembali bertanding di panggung internasional.

Namun, waktu singkat ternyata cukup bagi kedua tim untuk melakukan perubahan. ONIC dan Bigetron menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang GOTF 2026, baik dari sisi permainan, draft, maupun kemampuan beradaptasi terhadap META yang terus berubah.

Perjalanan mereka menuju grand final juga tidak mudah. Kedua tim harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai region, termasuk tim Malaysia, Turki, hingga Filipina. Kemampuan melewati berbagai gaya bermain tersebut menjadi bukti bahwa ONIC dan Bigetron telah berkembang sejak kegagalan mereka di MSC.

Dunia Games pun berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan pemain dari kedua tim, yakni Kiboy dari ONIC dan Finn dari Bigetron. Keduanya mengungkapkan alasan di balik kebangkitan tim masing-masing serta perubahan yang membuat mereka mampu melangkah hingga All Indonesian Final di GOTF 2026.

ONIC dan BTR Buktikan Diri di GOTF 2026

ONIC Esports

Bagi ONIC, perjalanan menuju grand final GOTF 2026 merupakan hasil dari proses evaluasi panjang. Kiboy mengungkapkan bahwa timnya mendapatkan banyak pengalaman baru setelah tampil di turnamen sebelumnya, termasuk berbagai hal yang tidak selalu terlihat dari dalam pertandingan. "Yang pasti kami ada banyak banget pelajaran dari EWC yang belum pernah didapatkan sebelumnya dari segi ingame, outgame, dan juga beberapa hal yang tak bisa saya bilang. Jadi saat EWC kalah lagi kami langsung berbenah,"

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal bagi ONIC untuk tampil lebih baik di GOTF. Menurut Kiboy, seluruh pemain masih memiliki motivasi besar untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit setelah mengalami kegagalan. "Karena saya yakin anak-anak masih panas banget, berapi-api banget buat turnamen-turnamen selanjutnya. Kami ingin buktiin di GOTF juga kami bisa bangkit sekali lagi."

Salah satu perubahan penting yang dirasakan ONIC adalah kemampuan beradaptasi. Kiboy menilai perkembangan tim-tim dari berbagai region membuat setiap peserta GOTF harus memiliki rasa hormat dan tidak boleh lagi meremehkan lawan hanya berdasarkan asal region. "Mungkin kami bangkit karena itu salah satunya ada waktu adaptasi. Dan tim-tim top tier sekarang yang saya lihat, perasaan saya doang kayak masih meremehkan tim luar region PH, Malay, dan Indo. Banyak meremehkan, tapi sekarang tim dari mana pun kuat banget. Mereka bisa belajar, bisa adaptasi, dan mengerti META. Jadi harus respect banget sih,"

Pandangan serupa juga terlihat dari kubu Bigetron. Finn mengungkapkan bahwa GOTF bukan hanya menjadi ajang untuk mengejar gelar, tetapi juga menjadi persiapan penting sebelum kembali menjalani persaingan di MPL Indonesia. "Sebenarnya tujuan kami di GOTF buat dibawa ke MPL saja sih. Kalau juara mungkin kami akan seperti punya aura berbeda di MPL."

Bigetron by Vitality - GOTF 2026

Bigetron juga melakukan perubahan dari sisi draft. Finn menilai timnya kini sudah jauh lebih memahami pilihan hero dan tidak lagi terlalu bergantung pada strategi tertentu seperti yang terlihat sebelumnya. "Yang bikin beda kami di GOTF ketimbang di MSC paling dari segi draft sudah pada sadar lah. Kayak gak perlu lagi Barats Barats gitu. Satu lagi koneksi kita sudah makin mantap saat ini."

Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Bigetron mampu melangkah jauh di GOTF 2026. Tidak hanya mengandalkan satu strategi, mereka kini memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap META serta mampu menyesuaikan draft dengan lawan yang dihadapi.

Pada akhirnya, All Indonesian Final di GOTF 2026 menjadi bukti bahwa ONIC dan Bigetron mampu bangkit dengan cepat. Setelah gagal di MSC, keduanya tidak larut dalam kekecewaan dan justru menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi. Kini, satu trofi GOTF 2026 akan menjadi milik salah satu dari dua wakil Indonesia. Apa pun hasil grand final, perjalanan ONIC dan Bigetron di Kazakhstan telah memperlihatkan bahwa keduanya mampu belajar, beradaptasi, dan kembali bersaing di level tertinggi dalam waktu yang relatif singkat.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.