Benarkah Final Destination Jadi Film Horor Paling Kejam?
Film horor sering kali menampilkan setidaknya satu karakter yang selamat dari pembantaian. Mereka ini biasanya kembali di sekuel berikutnya untuk memperingatkan kelompok baru, menjadi korban selanjutnya, atau bahkan bertahan hidup lagi. Namun, ada satu franchise horor yang benar-benar unik dalam pendekatan ini.
Final Destination, dengan tema maut yang tak terhindarkan, terkenal karena membunuh hampir semua karakternya. Apakah benar franchise ini memiliki jumlah survivor paling sedikit di antara semua film horor?
Franchise horor seperti Halloween, A Nightmare on Elm Street, hingga Scream memiliki pola yang jelas, selalu ada satu atau lebih karakter yang bertahan hidup dari satu film ke film berikutnya. Tokoh-tokoh seperti Laurie Strode (Halloween), Nancy Thompson (Elm Street), atau Sidney Prescott (Scream) bukan hanya selamat, tapi menjadi tulang punggung cerita dalam beberapa sekuel.
Mereka menjadi simbol perlawanan terhadap kejahatan, dan keberadaan mereka membuat penonton merasa bahwa harapan masih ada, meski hanya sedikit.
Sebaliknya, Final Destination justru membalikkan konsep ini. Di setiap filmnya, bahkan setelah para karakter berhasil lolos dari bencana awal berkat penglihatan premonisi, maut tetap mengejar mereka satu per satu. Kelima film yang sudah rilis sejauh ini hampir selalu berakhir dengan seluruh karakter utama tewas, baik secara eksplisit maupun tersirat dalam penutup film.
Franchise ini bahkan menggunakan metode tak biasa untuk membunuh karakter secara off-screen, seperti pemberitaan di surat kabar atau fitur tambahan di DVD. Hal ini sangat berbeda dengan kebanyakan film horor lain yang biasanya membiarkan beberapa karakter hidup demi keberlanjutan cerita.
Hanya Dua Survivor, dan Itu Pun Masih Diperdebatkan

Hingga saat ini, hanya dua karakter yang dianggap berhasil selamat dari franchise Final Destination: Kimberly Corman dan Thomas Burke dari Final Destination 2. Mereka tidak muncul lagi di film berikutnya, dan dalam narasi utama, tidak disebutkan tewas.
Namun, kematian mereka disebut secara singkat dalam fitur bonus DVD Final Destination 3, di mana dikatakan bahwa mereka berdua tewas dalam insiden mesin pencacah kayu (wood chipper). Karena informasi ini tidak termasuk dalam film utama dan tidak pernah divalidasi oleh penulis naskah, status kematian mereka masih diperdebatkan di kalangan penggemar.
Jika bonus fitur tersebut tidak dianggap canon, maka Kimberly dan Thomas bisa disebut sebagai satu-satunya survivor sejati dalam seluruh franchise. Dibandingkan dengan waralaba horor besar lainnya, angka ini jelas sangat rendah. Bahkan film horor klasik seperti Night of the Living Dead, yang terkenal brutal, masih memberikan ruang bagi beberapa karakter untuk bertahan di beberapa filmnya.
Jadi, ya—dengan hanya dua survivor potensial dalam lima film, Final Destination tampaknya memang layak disebut sebagai franchise horor dengan jumlah penyintas paling sedikit. Sebuah pendekatan yang ekstrem dan berbeda, tapi justru inilah yang membuat franchise ini begitu dikenang oleh para penggemar horor.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.