Bukan Cuma Dragon Ball Evolution, 16 Film Live Action Anime Ini Juga Gagal Total
Adaptasi anime menjadi film live action seperti Dragon Ball Evolution memang bukan hal yang mudah. Dari desain karakter yang unik, adegan pertempuran yang kelewat fantastis, sampai ceritanya yang sangat panjang sering kali tidak bisa diterjemahkan ke versi layar lebar atau serial dengan aktor dunia nyata begitu saja. Tidak mengherankan kalau akhirnya banyak adaptasi film live action anime yang gagal di mata para fans maupun dari segi pendapatan di pasaran. Tapi, bukan cuma Dragon Ball versi Amerika saja yang menuai kritik, berikut film dan serial live action anime yang sering dihujat oleh orang-orang!
Top Up Free Fire, MLBB, Love and Deepspace GRATIS langganan Vision+. Cari di Flash Sale Card: 140 Diamond Free Fire Bonus Vision+ 30 Days. Cari di Flash Sale Card: 77+8 Diamond MLBB Bonus Vision+ 30 Days. Cari di Flash Sale Card: 60 Crystals Love and Deepspace Bonus Vision+ 30 Days.
1. Attack on Titan (2015)
Attack on Titan punya potensi besar untuk menjadi adaptasi live action yang luar biasa. Sayangnya, dua film yang dirilis pada 2015 ini banyak mengubah cerita dan karakter dari serial anime-nya yang membuat penggemar kecewa, bahkan sampai menghilangkan Levi.
2. Death Note (2017)

Film adaptasi Jepangnya memang banyak disukai penggemar, tapi Death Note yang di-remake pada tahun 2017 ini merupakan interpretasi ulang Hollywood. Banyak elemen cerita dirombak, mulai dari karakter utama yang sangat berbeda dari Light Yagami sampai jadi malah banyak adegan cinta-cintaan. Suara Willem Dafoe sebagai Ryuk justru menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat pujian.
3. Fist of the North Star (1995)
Lama sebelum Hollywood mengubah setting Death Note dan Dragon Ball ke Amerika Serikat, mereka sudah pernah membuat juga adaptasi serial bela diri Fist of the North Star alias Hokuto no Ken. Film ini mencoba menghadirkan Kenshiro dan dunia post-apocalyptic-nya dengan aktor-aktor Amerika. Tapi seperti yang bisa diduga, hasilnya malah jadi terkesan murahan dan gagal menyajikan efek-efek ledakan sadis Hokuto Shinken seperti manga aslinya.
4. Knights of the Zodiac (2023)
Meski dibintangi Mackenyu sebagai Seiya dan Sean Bean sebagai Alman Kido, adaptasi live action anime Saint Seiya ini gagal total dalam menghadirkan dunia anime kosmik yang megah. Belum lagi, ceritanya yang dibuat terlalu sederhana pun malah terkesan seperti film superhero biasa.
5. Ghost in the Shell (2017)
Secara visual, film live action Ghost in the Shell sebenarnya cukup menarik. Tapi, sampai di situ saja kelebihan film yang dibintangi Scarlett Johansson tersebut. Ceritanya sangat mendasar tanpa unsur filosofis antara kemajuan teknologi dan jiwa manusia seperti cerita aslinya serta karakterisasi para tokoh utama yang sangat minim.
6. Cowboy Bebop (2021)
Sempat ditunggu-tunggu, serial live action adaptasi anime klasik ini hanya bertahan selama satu season sebelum akhirnya kandas. Para penggemar versi orisinalnya merasa serial yang dibintangi John Cho dari Star Trek ini gagal menampilkan gaya visual dan karakterisasi yang tepat meski desain set dan kostumnya sendiri terbilang oke.
7. The Last Airbender (2010)

Ya, Avatar: The Last Airbender memang bukan anime Jepang, tapi kartun ini tetap dicintai oleh penggemar anime. Sayangnya, film garapan M. Night Shyamalan yang terkenal akan Glass dan Unbreakable ini gagal total dalam segala aspek. Dari pengucapan nama karakter, akting aktor-aktornya, sampai adegan bending yang jadi sasaran kritik.
8. Hurricane Polymar (2017)
Bukan cuma anime 2000an saja yang pernah diadaptasi jadi live action dan berakhir buruk di pasaran. Anime tahun 70an ini digarap jadi live action dan bahkan dibintangi aktris gravure cantik Mikie Hara. Namun hasilnya tidak sesuai harapan sampai kini jadi karya yang terlupakan.
9. Black Butler (2014)
Kalau banyak film anime live action tidak berhasil mengadaptasi cerita aslinya, Black Butler yang diperani aktor-aktor betulan ini malah mengambil keputusan yang unik. Dia malah tidak megadaptasi cerita Ciel Phantomhive, melainkan jadi semacam sekuel atau spin-off yang mengambil waktu lebih dari satu abad setelah cerita manga dan menghadirkan karakter utama baru bernama Shiori Genpo. Penonton pun langsung kecewa berat begitu mendengarnya.
10. YuYu Hakusho (2023)
Secara visual, YuYu Hakusho terlihat cukup menjanjikan dan banyak yang berharap adaptasi ini mampu menghidupkan kembali serial anime legendaris ini. Sayangnya, masalah terbesar datang dari durasi. Cerita panjang dari manga Yoshihiro Togashi malah dipadatkan sepada-padatnya jadi hanya lima episode. Gimana ceritanya memangkas 112 episode anime jadi sependek itu?
11. Speed Racer (2008)
Speed Racer dari Wachowski Bersaudara menjadi kasus yang agak berbeda dari contoh lainnya. Saat pertama dirilis, film ini menuai kritik karena visualnya yang terlalu heboh dan warna-warni. Namun seiring berjalannya waktu, film Speed Racer mendapatkan fans yang merasa karya ini berhasil mengadaptasi visual sebuah anime.
12. Devilman (2004)
Kalau mencari film live action yang reputasinya benar-benar buruk di kalangan penggemar hardcore anime, Devilman wajib dibahas. Adaptasi manga legendaris Go Nagai ini dikritik karena akting, efek CGI, serta ceritanya yang amburadul. Bahkan di kalangan penikmat anime di Jepang sendiri, film ini kerap disebut sebagai salah satu adaptasi manga live action paling kacau.
13. Casshern (2004)
Dirilis pada tahun yang sama dengan Devilman, Casshern mengadaptasi anime klasik 70an berjudul sama. Dengan pemakaian efek visual dan grafis CGI yang besar-besaran, hasilnya ambisius, tetapi ceritanya yang dianggap receh malah jadi korban.
14. Gantz (2011)
Manga brutal karya Hiroya Oku dibawa ke live action lewat dua film, Gantz dan Gantz: Perfect Answer. Sayangnya, fans dibuat kecewa lantaran filmnya terpaksa mengurangi berbagai konten ekstrem sekaligus mengubah bagian ceritanya.
15. Terra Formars (2016)

Takashi Miike merupakan salah satu sutradara kawakan di Jepang dan juga sudah pernah mengadaptasi beberapa cerita anime dan game secara sukses. Namun, untuk film Terra Formars sendiri, dia gagal menampilkan kegilaan manga dan anime-nya dengan benar.
16. Dragon Ball Evolution (2009)
Terakhir tentu saja ada rajanya adaptasi anime gagal: Dragon Ball Evolution. Film Hollywood ini mengubah semua hal yang membuat karya Akira Toriyama tersebut ikonis dan dicintai di seluruh dunia. Mulai dari Goku menjadi anak SMA yang di-bully sampai dunia dan pertarungannya yang sangat berbeda. Reputasi film ini sangat jelek, bertahun-tahun kemudian judul ini dianak tirikan oleh Toriyama dan staff produksi sendiri sampai sering dijadikan contoh bagaimana tidak mengadaptasi anime menjadi film live action.
Itulah 16 film dan serial live action anime yang dianggap gagal atau menuai banyak kritik. Untungnya, adaptasi live action anime belakangan mulai menunjukkan peningkatan lewat judul-judul yang mendapat respons lebih positif.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Roblox dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
