Lolos ke Grand Final FFWS SEA Spring 2025, Ini Alasan BTR Chrisjo Menangis!

Lolos ke Grand Final FFWS SEA Spring 2025, Ini Alasan BTR Chrisjo Menangis!

Free Fire
04 June 2025
458 views

Babak Knockout Stage Free Fire World Series (FFWS) SEA Spring 2025 telah berakhir pada Minggu, 1 Juni 2025 di mana sudah didapatkan tim-tim yang akan berlaga di Grand Final FFWS SEA Spring 2025 di Hanoi, Vietnam mendatang. Salah satu di antaranya, adalah tim Bigetron by Vitality.

Perjalanan Bigetron by Vitality atau Bigetron Esports di FFWS SEA Spring 2025 memang cukup berliku. Sempat jatuh bangun di awal, namun, akhirnya Kojaa dan teman-teman berhasil bangkit di momen penting. Mereka berjuang untuk menghadang berbagai serangan dari tim-tim Thailand, Vietnam sepanjang musim.

Bahkan, Bigetron by Vitality sebenarnya hampir lolos ke Grand Final lebih cepat. Hanya saja, mereka masih kalah saing dari tim asal Thailand yakni Virtus Pro (Reverse Red). Meski demikian, mereka tidak patah arang dan memperbaiki kekurangan mereka untuk menghadapi match day yang akan datang.

Dan benar saja, kerja keras tidak mengkhianati hasil bagi Bigetron by Vitality. Akhirnya mereka bisa melangkah ke Grand Final FFWS SEA Spring 2025 sebagai tim kelima, dan juga sebagai tim Indonesia kedua. Sang pelatih, Christian Jonathan “Chrisjo” Pascoal bahkan sampai begitu emosional dan menangis.

Apa yang terjadi di sana? Apa yang membuat Chrisjo sedemikian emosional ketika anak asuhnya lolos ke Grand Final?

Alasan Chrisjo Menangis Ketika Bigetron Lolos ke Grand Final FFWS SEA Spring 2025

Bigetron by Vitality - FFWS SEA Spring 2025

Bigetron by Vitality berhasil menjadi tim kelima yang lolos ke Grand Final FFWS SEA Spring 2025. Selain itu, mereka juga menyusul RRQ Kazu yang kala itu menjadi tim pertama yang berhasil lolos ke Grand Final. Ternyata, ketika Bigetron lolos ke Grand Final sang pelatih yakni Chrisjo sampai menangis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Elhaya dalam podcast Behind The Gloo Wall (BGW) di mana ketika itu, Elhaya mendatangi ruangan Bigetron dan melihat Chrisjo yang cukup emosional karena anak-anaknya lolos ke Grand Final. Chrisjo pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut Chrisjo sebelum mereka bermain di game ke-6, ia meminta anak asuhnya yang bertanding supaya saling mendukung satu sama lain.

Memang, kemarin belum laga final. Di situ hanya diambil satu tim saja, tapi itu sebenarnya menjadi simulasi kita. Bagaimana, setiap tim itu bakal bermain di Grand Final satu hari dengan strategi kejutan mereka. Dan yang membuat saya emosional adalah, kita benar-benar sebelum masuk game ke-6, saya minta ke teman-teman untuk yang bermain untuk saling support,” ucap Chrisjo.

BTR Chrisjo

Mungkin kita ada ketinggalan poin, memang ada, kita akui. Kita harus tahu, main seperti apa rencananya seperti apa dari awal sampai akhir saya tidak mau ketika break match mereka kehilangan fokus jadi satu sama lain saya mau mereka saling support dan mereka lakukan, sehingga hasilnya bagus,” ujar Chrisjo menambahkan.

Berbicara mengenai seberapa besar tantangan di babak Knockout Stage, Chrisjo menyatakan bahwa dirinya yakin terhadap anak asuhnya bisa lolos ke Grand Final. Namun, memang dalam prosesnya ada banyak tantangan yang terjadi.

Kalau yakin, memang yakin. Cuma kembali lagi, di game 2 sebenarnya kami ada masalah sedikit, high ping semua naik. Singkat saja, mereka fokus kembali. Dan di map ke-6 juga, Kojaa relog, tapi kembali dengan aman. Ya, begitu, ada banyak tantangan namun hasilnya tetap worth,” pungkasnya.

Menarik sekali mendengar alasan mengapa pelatih Bigetron, Chrisjo sampai menangis ketika anak asuhnya lolos ke Grand Final. Semoga di Grand Final mereka bisa memberikan hasil yang lebih baik.


Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.