Mengungkap Gokilnya Crazy Taxi: World Tour bersama SEGA di Jepang
- Kenji Kanno mengungkap Crazy Taxi: World Tour hadir untuk menghidupkan kembali keseruan seri klasik sekaligus memperkenalkannya kepada generasi baru.
- Campaign Mode kini menghadirkan cerita lebih mendalam, sementara Multiplayer Mode memungkinkan pemain bersaing dan bersenang-senang bersama.
- Setiap negara menawarkan pengalaman berkendara berbeda, lengkap dengan karakteristik jalan, kendaraan, misi, dan brand dunia nyata seperti Ichiran, Puma, serta Zwilling.
- Tim tetap mempertahankan DNA klasik Crazy Taxi, termasuk aksi berkecepatan tinggi, drift, antar-jemput penumpang, serta kemungkinan kembalinya musik The Offspring dan Bad Religion.
- Ingin beli voucher Google Play? Yuk top up Google Play di Dunia Games agar akun tetap aman dan transaksi lebih nyaman.
Menjelang kesibukan Tokyo Game Show 2026, Dunia Games mendapat kesempatan untuk berbincang langsung dengan Kenji Kanno, Creative Producer Crazy Taxi: World Tour sekaligus sosok di balik kelahiran seri ini. Menariknya, sesi wawancara tidak langsung dibuka dengan pembicaraan serius soal game. Kanno-san lebih dulu mencairkan suasana dengan memperkenalkan dirinya dalam bahasa Inggris, sebelum dengan santai mengaku kalau dirinya sebenarnya “tidak terlalu jago” menggunakan bahasa tersebut. Pernyataan itu sontak mengundang gelak tawa dari kami dan rekan-rekan media lain yang hadir, sekaligus membuat suasana wawancara terasa jauh lebih santai.
Dari sana, obrolan berlanjut membahas banyak hal; mulai dari alasan Crazy Taxi akhirnya kembali setelah lama absen hingga kemungkinan kembalinya musik ikonis dari The Offspring dan Bad Religion. Berikut perbincangan kami bersama sang pencipta Crazy Taxi di Jepang.
Wawancara Bersama SEGA Mengenai Crazy Taxi: World Tour di TGS 2026

Menghidupkan Kembali Crazy Taxi untuk Generasi Baru
– Waralaba Crazy Taxi sudah lama absen. Apa yang memutuskan Anda untuk menghidupkannya kembali?
Kenji Kanno: Saya rasa ini kebetulan saja dan waktunya sangat tepat. Setelah pengembangan Crazy Taxi (1999) selesai, saya terlibat banyak proyek dan konten lain yang membuat saya ingin membuat Crazy Taxi baru. SEGA pun memikirkan hal yang sama untuk berbagai IP lain, jadi waktunya memang sangat tepat saja untuk membuat proyek ini.
Hal lain yang saya ingin sampaikan adalah, saat ini ada banyak sekali berita-berita buruk di seluruh dunia. Jadi saya ingin menciptakan sesuatu yang membuat orang-orang tersenyum lagi dan saya pikir Crazy Taxi mampu melakukan hal tersebut. Teman-teman di tim pengembangan pun ingin melakukan hal yang sama. Karena itu, kami memutuskan untuk membuat konten menyenangkan yang memungkinkan orang-orang menikmatinya tanpa perlu khawatir.
– Melihat kembali saat game-nya pertama kali dibuat, mengapa Anda memilih taksi sebagai fokus utama game ini?
Kanno-san: Saya sebenarnya tidak mau membuat game soal taksi, melainkan kejar-kejaran mobil di kota. Tapi saya tidak punya gambaran jelas game seperti apa yang mau saya buat karena ide kejar-kejaran saja tidak masuk akal. Jadi saat saya membahasnya dengan rekan-rekan, mereka memberi saran: bagaimana kalau mengemudikan taksi? Menyetir taksi cocok dengan ide menyetir gila-gilaan jadi saya coba buat beberapa purwarupa dan hasilnya lumayan menarik. Begitulah asal-muasal seri ini.
– Dunia Games: Kanno-san, apa yang membuat Anda memutuskan untuk bergabung dengan Yo Momotani-san dan mengerjakan Crazy Taxi: World Tour?
Kanno-san: Ada game berjudul Border Break yang sangat populer di arcade online Jepang. Saat saya mulai mengerjakan Crazy Taxi: World Tour, ada anggota staf game itu yang bilang ingin bergabung dengan proyek ini. Kebetulan, kami ingin membuat game multiplayer juga, jadi saya rasa kami mampu membuat game multiplayer Crazy Taxi dengan keberadaannya dan memutuskan untuk bertemu dengannya dan memintanya bergabung.
[Producer Yo Momotani-san] mengatakan dia ingin mengubah cara pandang kami. Jika kamu lihat garis besarnya, saya memimpin pengembangan dunianya, memandu tim akan seperti apa Crazy Taxi itu dan esensinya. Sementara Momotani-san dan anggota tim bertanggung jawab atas sistem permainan serta memberitahu bagaimana kami perlu mengubah Crazy Taxi agar cocok dengan dunia sekarang ini.
– Salah satu hal yang membuat orang-orang terkesan dengan Crazy Taxi adalah konsep “game arcade gila dari tahun 1999”, apakah Crazy Taxi: World Tour bisa mengubah persepsi itu?
Kanno-san: Jadi kami punya dua perbedaan besar sekarang. Pertama, ada Campaign Mode yang fokus pada penuturan cerita. Hal ini merupakan perkembangan besar dalam seri Crazy Taxi. Kali ini kami membangun dunia Crazy Taxi secara lebih mendetail, dan pemain bisa menyelam ke dalamnya melalui Campaign Mode.
Hal lainnya, tentunya adalah Multiplayer Mode, yang kami garap karena kami sering mendengar kalau orang-orang ingin mencicipi seperti apa rasanya mode multiplayer dalam sebuah game Crazy Taxi. Jadi kini banyak orang bisa bersenang-senang bersama di saat yang bersama. Kami rasa itu adalah dua hal yang sangat berbeda untuk dunia Crazy Taxi.
– Bagaimana Anda menyeimbangkan kontrol untuk pendatang baru dan penggemar lama?
Kanno-san: Jawabannya sederhana, tapi cukup sulit. Kami harus memahami bagaimana pengalaman pemain mempelajari sistem permainan dan memutuskan agar tim mengarahkan pengembangan ke arah itu. Menarik kesimpulan soal hal ini sangat sulit sehingga dalam prosesnya, kami juga melalui banyak tahap trial and error. Ya, saya rasa itu menjawab pertanyaannya.
– Kini ada banyak game balap dan menyetir di pasaran, apa yang bisa membedakan Crazy Taxi: World Tour?
Kanno-san: Saya rasa tidak banyak game balap yang para pemainnya hanya tertawa, bersenang-senang, dan tersenyum. Game balap lain, saya rasa, lebih berpusat pada mobil-mobilnya sendiri serta bagaimana tampilan dan perasaan menyetirnya. Tapi bagi kami, kami lebih mengedepankan kotanya, pemandangannya, dan orang-orang di dalamnya. Saya rasa ini merupakan pengalaman baru dalam game mengemudi.
Jadi kami ingin orang-orang – para pemain – merasakan nuansa penduduk dan kota tempat mereka mengemudi. Dan ini membedakan kami dari game balap lain. Mobil-mobilnya sendiri, ada mobil atap terbuka dan kamu bisa melihat pengemudinya bergerak-gerak. Saya rasa aspek game ini sulit direalisasikan oleh para programmer dan artist.
– Apakah rute-rute bisa hancur saat melakukan manuver ekstrim atau lebih condong ke aspek realistis?
Kanno-san: Hmm. Hmmm, saya pikir kita tidak memiliki elemen seperti itu. Kami harus selalu memerhatikan reaksi tertentu dari momen-momen tertentu saat menyetir. Jadi kami harus awas akan reaksi orang-orang yang kabur saat didekati mobil, bagaimana benda-benda terbang saat ditabrak. Mereka tidak akan hancur atau rusak, hanya bagian dari keseruan saja. Jadi kami tidak memikirkan mengenai kehancuran lingkungan, saya rasa.
BUY 1 GET 1 alias DOUBLE DIAMOND FF balik lagi nih. Beli 70 Diamond BONUS 70 Diamond. Cari di Flash Sale Card: B1G1 FF 70+70 Diamond atau klik di sini untuk Top Up Sekarang! Kuota Terbatas!
Keliling Dunia dengan Kota yang Punya Karakter Berbeda

– Bagaimana cara tim membuat tiap kota terasa unik?
Kanno-san: Kami memilih kota apa yang kira-kira seru untuk dilalui dalam kecepatan tinggi dalam concept art, dan membuatnya menyenangkan untuk banyak orang. Di Jepang, kami ingin menyetir di jalan-jalan sempit dan kami ingin membuat pengalaman menyetirnya berbeda di tiap kota. Jadi kami menekankan gambaran apa yang muncul di kepala seseorang ketika mendengar kota tersebut.
Contohnya area Jerman yang sudah diumumkan. Jika mendengar Jerman, mereka akan membayangkan Autobahn, juga Katedral Cologne, dan lokasi-lokasi megah macam itu lalu melaju dalam kecepatan tinggi. Sementara Jepang, ada jalan tol yang tinggi dan lainnya, dan orang-orang mungkin ingin bermanuver di jalan-jalan sempit. Kurang lebih seperti itu cara kami memilih kota yang ditampilkan dalam game.
– Bagaimana cara Anda membuat tiap kota memiliki unsur gameplay yang berbeda?
Kanno-san: Saya pikir itu pertanyaan yang bagus. Salah satu hal yang mungkin tidak langsung terpikirkan adalah perbedaan jalur berkendara di setiap negara. Di Jepang, misalnya, kami berkendara di sisi kiri, sementara di Amerika Serikat kendaraan berada di sisi kanan. Saat salah satu staf kami melakukan playtest dan harus berkendara di sisi kanan, rasanya aneh seakan-akan kami melanggar peraturan lalu lintas. Sebaliknya, pemain dari Amerika Serikat tentu tidak akan merasakan hal yang sama. Menurut kami, perbedaan sederhana seperti ini sudah bisa memberikan karakter unik pada tiap negara.
Kami juga mengubah kendaraan biasa yang berlalu-lalang di setiap negara, sehingga jenis mobil yang kamu temui akan berbeda tergantung lokasinya. Kami juga berusaha memasukkan karakteristik lokal lainnya, termasuk cara orang berbicara. Misalnya, untuk versi bahasa Inggris kami mencoba memberikan detail tertentu saat karakter Jerman berbicara.
Kali ini kami juga menambahkan semacam Mission Mode. Ada beberapa misi yang konsepnya sama di berbagai negara, tetapi ada pula misi yang dibuat khusus berdasarkan negara tertentu. Misi-misi khusus inilah yang membantu memberikan identitas dan keunikan tersendiri pada setiap lokasi.
– Mengapa penting membawa kembali toko-toko dan lokasi dunia nyata ke dalam game?
Kanno-san: Kami ingin menciptakan dunia yang terasa realistis. Kami tidak ingin membuatnya menjadi dunia fantasi yang berlebihan karena kami ingin pemain merasa seolah-olah kejadian di dalam game benar-benar bisa terjadi di suatu tempat di dunia nyata. Memasukkan toko-toko sungguhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan unsur immersive itu.
Kami sudah melakukan hal serupa di Crazy Taxi pertama dan ternyata sangat disukai pemain. Karena itulah kami memutuskan untuk membawanya kembali di World Tour. Kali ini, kami juga memasukkan toko-toko yang sesuai dengan masing-masing negara. Sebagai contoh, di Jepang ada Ichiran Ramen, CoCo Ichibanya, dan jaringan restoran sushi Kura Sushi. Sementara di Jerman, kami menghadirkan Puma, yang merupakan brand olahraga asal Jerman, serta Zwilling.
– Mengapa tim memutuskan untuk menambahkan aspek story mode?
Kanno-san: Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya, kami ingin pemain bisa merasa lebih tenggelam dalam dunia Crazy Taxi. Itulah salah satu alasan kami menambahkan Story Mode.
Di game-game sebelumnya, pemain melihat karakter dan penampilan mereka lalu membayangkan sendiri seperti apa kepribadian masing-masing. Kali ini, kami memberikan cerita yang lebih jelas kepada para karakter sehingga semua pemain bisa memiliki pemahaman yang sama tentang siapa mereka. Kami rasa hal ini juga bisa menciptakan bahan pembicaraan baru di antara penggemar IP ini. Bahkan di dalam tim pengembang sendiri, kami memiliki gambaran yang berbeda-beda mengenai Axel. Saya sebagai developer punya bayangan sendiri tentang seperti apa Axel, tetapi ternyata anggota tim lain bisa memiliki interpretasi yang sangat berbeda. Perdebatan seperti itu sebenarnya menarik dan menyenangkan, tetapi kali ini kami memutuskan untuk membentuknya menjadi cerita yang lebih konkret.
Kami juga ingin Crazy Taxi dimainkan oleh lebih banyak orang dari berbagai kalangan. Crazy Taxi memang memiliki inti gameplay arcade yang sangat mengandalkan skill dan mengejar high score, tetapi dengan Story Mode yang lebih mudah dipahami dan diikuti, kami berharap game ini bisa menarik audiens yang lebih luas.
– Dunia Games: Selain Axel, apakah karakter-karakter lain memiliki peran atau bahkan story mode sendiri?
Kanno-san: Untuk saat ini kami belum bisa membicarakan detail ceritanya lebih jauh. Namun, sejak awal kami memang sudah menetapkan Axel sebagai protagonis utama cerita. Dalam proses pengembangan, kami juga sempat berdiskusi mengenai bagaimana karakter-karakter lain bisa muncul dan terlibat. Kami berusaha memasukkan mereka dengan cara terbaik yang kami bisa, tetapi untuk sekarang hanya itu yang bisa kami sampaikan. Silakan nantikan pengumuman berikutnya. Maaf!
– Kira-kira, berapa lama game ini bisa diselesaikan dari segi story utama dan side mission?
Kanno-san: Untuk sekarang kami belum bisa mengatakan secara pasti berapa jam yang dibutuhkan untuk menyelesaikan game ini. Namun, kemarin kami sempat mengadakan acara di panggung bersama influencer dan mungkin kalian melihat bagaimana mereka memainkan challenge yang sama berkali-kali untuk meningkatkan kemampuan. Elemen seperti itu memang sengaja kami masukkan ke dalam game. Jadi meskipun sudah menyelesaikan sebuah misi, kamu tetap bisa memainkannya kembali untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan.
Kami rasa ada banyak hal yang bisa dimainkan. Kami tentunya ingin pemain menikmati cerita utamanya, tetapi juga berharap mereka bisa terus memainkan berbagai tantangan dan multiplayer dalam jangka waktu yang lama.
Menjaga DNA Crazy Taxi Sekaligus Menambah Kegilaan Baru

– Bagaimana tim memutuskan aktivitas tambahan seperti memancing dan mengantar pizza?
Kanno-san: Pokoknya harus gila. (tertawa). Tapi bicara serius, para staf yang mengerjakan game dan karakter berkumpul bersama untuk melakukan brainstorming mengenai elemen-elemen apa saja yang bisa dimasukkan. Pada akhirnya, kami selalu kembali ke judulnya: Crazy Taxi. Jadi semuanya memang harus terasa “gokil”. Bisa dibilang itu menjadi salah satu patokan dasar kami ketika menentukan aktivitas yang akan dimasukkan ke dalam game.
– Apa tantangan terbesar mengadaptasi gameplay Crazy Taxi dengan online multiplayer?
Kanno-san: Ketika saya berdiskusi dengan Momotani-san, salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi adalah masalah collision atau tabrakan dengan pemain lain. Dalam game ini, pemain bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan bisa bertabrakan dengan pemain lain. Menciptakan desain gameplay yang bisa menangani kondisi tersebut merupakan tantangan besar. Setelah menentukan desainnya, kami juga harus memikirkan logika pemrogramannya. Jadi menurut saya, bagian tersebut merupakan salah satu hal tersulit dalam pengembangan multiplayer, termasuk bagaimana kami mendesain map-nya.
– Bagaimana matchmaking, sistem kooperatif, dan point atau tagihan bekerja saat pemain bersaing dengan penumpang yang sama dalam mode online?
Kanno-san: Pertama, sistem matchmaking akan mencocokkan pemain berdasarkan level, jadi pemain akan dipertemukan dengan orang lain yang berada dalam rentang level serupa. Kami juga menyediakan sistem yang memungkinkan kamu bermain bersama teman.
Map yang digunakan pada dasarnya bisa dimainkan baik dalam single-player maupun multiplayer, meskipun ada juga elemen map yang disesuaikan untuk mode tertentu. Jadi dengan memainkan kedua mode, kamu akan semakin memahami layout map sekaligus menemukan cara berbeda untuk menikmatinya.
Mengenai beberapa pemain yang mengincar penumpang yang sama, pada dasarnya satu penumpang hanya bisa menaiki satu mobil. Jadi tidak akan ada situasi beberapa mobil membawa penumpang yang sama. Setelah mengambil penumpang, kamu harus membawanya ke area tujuan dan menurunkannya untuk mendapatkan skor.
Dalam multiplayer, pemain pada dasarnya dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang. Targetnya adalah mengantarkan sejumlah penumpang tertentu. Jadi yang diperebutkan bukan total uang atau tarif yang diperoleh, melainkan lebih kepada berapa banyak penumpang yang berhasil diantarkan.
– Dunia Games: Apakah ada aspek-aspek game lama yang tidak boleh disentuh dan apakah lagu-lagu ikonis dari The Offspring dan Bad Religion akan kembali?
Kanno-san: Salah satu “golden rule” kami adalah mempertahankan sensasi berkendaranya: melaju sangat cepat, melakukan drift, dan mempertahankan pengalaman berkendara berkecepatan tinggi khas Crazy Taxi. Namun, di saat yang sama kami ingin kontrolnya menjadi lebih mudah dan tidak terlalu bergantung pada skill. Menemukan keseimbangan antara kedua hal tersebut cukup sulit.
Ketika berdiskusi dengan Director Momotani-san, kami sepakat bahwa game ini harus menawarkan pengalaman baru. Awalnya saya bahkan mengatakan bahwa ia boleh mengubah apa pun yang diinginkan. Namun setelah memikirkannya lebih jauh, kami kembali bertanya: sebenarnya apa yang tidak boleh berubah dari Crazy Taxi? Jawabannya adalah mengambil penumpang dan mengantarkan mereka ke tujuan dalam batas waktu tertentu. Itu merupakan inti pengalaman Crazy Taxi, sehingga kami tetap mempertahankannya di Campaign Mode.
Kalau kembali ke hal yang sangat mendasar, salah satu kemampuan penting dalam Crazy Taxi justru adalah menghentikan mobil. Menurut saya, ini cukup unik dibanding game berkendara lain. Di Crazy Taxi, kamu harus bisa berhenti dengan sangat cepat, menurunkan atau mengambil penumpang, lalu langsung melesat lagi. Pengalaman seperti ini cukup khas dan sulit ditemukan di game lain.
Kalau berbicara soal musik, saya justru merasa para penggemar menganggap The Offspring dan Bad Religion jauh lebih penting daripada yang awalnya saya bayangkan. Saat berbicara dengan penggemar, banyak sekali yang menanyakan apakah lagu-lagu The Offspring dan Bad Religion akan hadir, bahkan terkadang dengan ekspresi yang cukup serius. Ketika saya mengatakan bahwa kami sedang berdiskusi untuk memasukkan musik mereka, mereka terlihat sangat senang dan lega. Dari situ saya sadar betapa pentingnya soundtrack tersebut bagi penggemar. Untuk lagu-lagu baru lainnya, kami akan mengumumkannya nanti. Jadi mohon tunggu dan bersiaplah untuk terkejut.
– Apakah hal yang menurut Anda akan mengejutkan pemain?
Kanno-san: Entahlah, saya sendiri justru ingin mendengar tanggapan dari para pemain dan mengetahui apa yang paling mengejutkan mereka. Desain barunya memang sudah berubah cukup banyak. Tetapi selama TGS, banyak orang yang memainkan game ini mengatakan bahwa game-nya tetap terasa seperti Crazy Taxi. Melihat mereka mengatakan itu dengan ekspresi terkejut membuat saya sangat senang. Kami menerima banyak komentar seperti itu dari pemain, termasuk di TGS. Jadi justru saya ingin bertanya kepada kalian: bagian apa yang paling mengejutkan ketika kalian memainkannya?
– Berapa banyak kendaraan yang ada dan apakah mobil dunia nyata akan masuk dalam game?
Kanno-san: Kami akan memberikan informasi lebih detail mengenai jenis kendaraannya nanti. Dalam closed network test sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tiga tipe kendaraan: kendaraan besar yang bisa membawa lebih banyak penumpang, tipe normal yang lebih seimbang, dan tipe yang lebih mengutamakan kecepatan. Untuk detail lebih lanjut, mohon tunggu informasi berikutnya.
Mengenai merek mobil dunia nyata, kami tidak memasukkan mobil berlisensi ke dalam Crazy Taxi: World Tour. Sebelum pengembangan World Tour, kami melakukan riset mengenai pendapat pemain dan cukup banyak yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak terlalu ingin mobil berlisensi hadir di Crazy Taxi. Mereka lebih menginginkan kendaraan dan pengalaman berkendara yang terasa ”gila” dibandingkan mobil dari merek sungguhan. Karena itu, kami memutuskan untuk tidak memasukkan mobil berlisensi dalam game ini.
– Apa bagian kesukaan Anda saat mengerjakan game ini?
Kanno-san: Hal yang paling berkesan bagi saya adalah kenyataan bahwa saya bisa membuat game ini lagi dan bertemu dengan para penggemarnya. Saya sangat bersyukur karena mereka masih mencintai konten yang kami buat sejak lama, dan dukungan merekalah yang membuat Crazy Taxi: World Tour akhirnya bisa terwujud.
Saya sangat berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk kembali membuat Crazy Taxi. Jadi bisa dibilang itulah bagian favorit saya dari keseluruhan proyek ini. Saya juga berharap World Tour bisa dinikmati dengan lebih bebas oleh para pemain dan menjangkau lebih banyak orang. Secara khusus, saya berharap semakin banyak pemain dari Asia yang memainkan game ini. Jadi saya harap kalian menantikannya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
