Diduga Ada Malware, Steam Diinvestigasi FBI

Diduga Ada Malware, Steam Diinvestigasi FBI

Games
18 March 2026
162 views

Platform distribusi game digital milik Valve Corporation, Steam, tengah menjadi sorotan setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) resmi meluncurkan investigasi terkait dugaan penyebaran malware melalui sejumlah game di dalamnya. Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang pernah melibatkan platform game terbesar tersebut.

Steam sendiri telah menjadi salah satu marketplace game paling dominan sejak pertama kali dirilis pada 2004. Dengan lebih dari 100.000 judul game, platform ini menawarkan berbagai pilihan, mulai dari game AAA hingga karya indie. Namun, keterbukaan ekosistemnya juga kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan maupun penyebaran perangkat berbahaya.

Dalam pernyataan resminya, FBI mengungkapkan bahwa terdapat tujuh game yang saat ini berada dalam penyelidikan, yaitu BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova. Ketujuh game tersebut diduga mengandung malware yang dapat membahayakan pengguna, termasuk pencurian data hingga kerugian finansial.

FBI juga menyebutkan bahwa serangan ini terjadi dalam rentang waktu cukup panjang, yakni sejak Mei 2024 hingga Januari 2026. Salah satu kasus yang mencuat sebelumnya melibatkan game BlockBlasters, yang diduga mencuri uang dari seorang streamer populer di platform Twitch. Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan secara sistematis oleh individu atau kelompok yang sama.

Sebagai bagian dari investigasi, FBI kini tengah mengumpulkan data dari para korban. Pengguna yang terdampak diminta untuk memberikan informasi terkait bagaimana mereka menemukan game tersebut, siapa yang merekomendasikannya, hingga jumlah kerugian yang dialami. FBI juga membuka kemungkinan untuk memberikan kompensasi atau perlindungan hukum bagi korban sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Amerika Serikat.

Meski demikian, tidak semua kasus malware berasal langsung dari Steam. Beberapa laporan menyebutkan bahwa file berbahaya juga dapat berasal dari mod yang diunduh melalui situs pihak ketiga, bukan dari platform resmi. Hal ini menjadi pengingat bagi para pemain untuk lebih berhati-hati saat mengunduh konten tambahan di luar ekosistem resmi.

Di tengah investigasi ini, Valve juga menghadapi tekanan hukum lain. Jaksa Agung New York, Letitia James, baru-baru ini menggugat perusahaan tersebut terkait sistem loot box dalam game seperti Dota 2 dan Team Fortress 2. Loot box dituding sebagai bentuk perjudian ilegal yang menyasar anak-anak.

Selain itu, Valve juga menghadapi gugatan lain dari negara bagian Washington serta organisasi hak cipta asal Inggris. Berbagai persoalan hukum ini muncul di saat Valve tengah mempersiapkan peluncuran perangkat baru seperti Steam Machine dan headset VR terbaru mereka.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, investigasi FBI ini berpotensi menjadi ujian besar bagi Steam dalam menjaga reputasi dan kepercayaan jutaan penggunanya di seluruh dunia.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.