Eksklusif: AE Yazuke Awalnya Cuma Ingin Main di MDL dan Lanjut Kuliah
Perjalanan seorang pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang tidak selalu dimulai dari mimpi besar menjadi bintang utama. Dalam banyak kasus, justru langkah kecil dan rencana sederhana yang akhirnya mengantar seorang pemain ke panggung tertinggi. Kisah ini pula yang menggambarkan perjalanan AE Yazuke, jungler muda Alter Ego yang kini menjadi sorotan utama skena MLBB Indonesia.
Nama AE Yazuke kini identik dengan performa konsisten, mental kuat, dan kemampuan mekanik yang berada di level elite. Namun, di balik statusnya sebagai jungler top Indonesia saat ini, ada cerita menarik tentang rencana awal yang jauh lebih sederhana. Tidak ada ambisi besar menembus MPL, apalagi tampil di M7 World Championship.
Justru di situlah kisah AE Yazuke menjadi relevan dan inspiratif. Ia adalah contoh nyata bagaimana kesempatan, kerja keras, dan kesiapan mental bisa mengubah arah karier secara drastis. Dari sekadar ingin bermain satu musim di MDL, Yazuke kini berdiri sejajar dengan nama-nama besar di panggung internasional.
Eksklusif kepada Dunia Games, AE Yazuke membuka cerita jujurnya tentang perjalanan yang bahkan tidak pernah ia rencanakan sejak awal. Sebuah perjalanan yang kini mengantarkannya menjadi salah satu jungler paling ditakuti di MLBB.
AE Yazuke Mendapat Rezeki di Luar Prediksi

Saat ini, AE Yazuke telah dianggap sebagai salah satu jungler Indonesia terbaik. Status tersebut tidak datang tanpa alasan. Ia berhasil membawa Alter Ego menembus grand final MPL ID Season 16, sekaligus tampil impresif di panggung M7 World Championship. Untuk seorang debutan di level tertinggi, pencapaian ini jelas berada di luar ekspektasi.
Promosi AE Yazuke ke MPL ID S16 terjadi setelah ia membawa Alter Ego X menjuarai MDL. Performa dominan di MDL menjadi pintu pembuka, tetapi transisi ke MPL bukanlah perkara mudah. Banyak pemain MDL yang kesulitan beradaptasi dengan tempo, tekanan, dan kualitas lawan di MPL. Namun, AE Yazuke justru mampu menjawab tantangan tersebut dengan cepat.
Di MPL ID S16, AE Yazuke langsung menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap roster. Ia tampil percaya diri, disiplin dalam pengambilan objektif, serta matang dalam membaca momentum permainan. Kombinasi tersebut membuat Alter Ego mampu melaju hingga grand final, sebuah pencapaian besar bagi tim yang mengandalkan jungler muda sebagai poros utama.
Puncak pembuktian AE Yazuke terjadi di M7 World Championship. Di turnamen dunia tersebut, ia tampil luar biasa dan mencatatkan diri sebagai pemain dengan total kill terbanyak, yakni 116 kill. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata konsistensi dan agresivitas yang terkontrol di level tertinggi kompetisi MLBB.
Yang membuat pencapaian ini semakin spesial, AE Yazuke mampu mengungguli nama-nama besar. Ia sukses mengalahkan KarlTzy, sosok yang kerap disebut sebagai GOAT MLBB, serta jungler SRG, Sekys, yang dikenal dengan gaya bermain efisien dan disiplin. Mengungguli dua nama tersebut di panggung M7 jelas mempertegas kapasitas AE Yazuke sebagai jungler kelas dunia.
Menariknya, semua pencapaian ini sama sekali tidak pernah masuk dalam rencana awal AE Yazuke. Ia justru mengungkapkan bahwa sejak awal, niatnya bermain di MDL hanyalah bagian dari rencana sementara sebelum kembali fokus ke pendidikan.
"Rencana saya awalnya, kan saya lolos trial MDL Alter Ego. Planningnya sebenarnya satu season di MDL, kemudian balik kuliah. Ternyata rezekinya lebih dari itu. Dari MDL bisa ke MPL dan M7. Saya tak mau menyianyiakan kesempatan itu,"
Pernyataan tersebut menunjukkan sisi lain dari AE Yazuke. Di balik performa agresif dan percaya diri di dalam game, ia adalah sosok yang realistis dan membumi. Tidak ada euforia berlebihan, tidak pula ambisi yang melampaui kapasitas diri. Justru ketika kesempatan datang, ia memilih untuk memaksimalkannya.
Keputusan AE Yazuke untuk tidak menyia-nyiakan peluang menjadi titik krusial dalam kariernya. Banyak pemain muda ragu ketika harus memilih antara pendidikan dan karier esports. Namun dalam kasus ini, AE Yazuke melihat momentum yang terlalu berharga untuk dilepaskan begitu saja.
Mentalitas inilah yang kemudian tercermin dalam gaya bermainnya. AE Yazuke dikenal sebagai jungler yang berani mengambil risiko, tetapi tetap rasional. Ia tahu kapan harus agresif, kapan harus menahan diri, dan kapan harus menyerahkan spotlight kepada rekan setim.
Di M7, performa AE Yazuke bukan hanya soal kill terbanyak. Ia juga menjadi faktor penting dalam kontrol map, pengambilan objektif, dan pembacaan tempo permainan. Semua itu menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki oleh pemain yang baru promosi ke MPL dalam waktu relatif singkat.
Perjalanan AE Yazuke dari MDL ke MPL, lalu ke M7, menjadi bukti bahwa jalur karier di esports tidak selalu linear. Terkadang, rencana sederhana justru membuka jalan menuju pencapaian yang jauh lebih besar. Kuncinya adalah kesiapan untuk bekerja keras ketika kesempatan itu datang.
Kini, AE Yazuke bukan lagi sekadar talenta muda Alter Ego. Ia telah menjelma menjadi simbol generasi baru jungler Indonesia—pemain yang tidak hanya kuat secara mekanik, tetapi juga matang secara mental. Dengan usia dan pengalaman yang masih akan terus bertambah, masa depan AE Yazuke di skena MLBB terlihat sangat cerah.
Jika awalnya ia hanya ingin bermain satu musim di MDL lalu kembali kuliah, kini AE Yazuke telah membuktikan bahwa rezeki dan kerja keras bisa membawa seseorang melampaui rencana awalnya. Dan bagi skena MLBB Indonesia, kehadiran AE Yazuke adalah keuntungan besar yang lahir dari perjalanan yang sama sekali tak terduga.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
