Entruv Kritik Pelatih PUBG Mobile, Ada Apa?

Entruv Kritik Pelatih PUBG Mobile, Ada Apa?

PUBG
20 March 2025
445 views

Kompetisi 2025 PUBG Mobile Super League (PMSL) SEA telah berakhir dengan D`Xavier asal Vietnam keluar sebagai juara. Perwakilan Indonesia, Bigetron Esports finis di posisi ke-2 atau runner-up dan beberapa tim lainnya finis dengan hasil yang bervariasi di papan tengah hingga papan bawah klasemen.

Hasil ini tentu jauh dari harapan kita semua, di mana kita berharap Indonesia kembali menjadi juara 2025 PMSL SEA Spring. Tahun lalu, BOOM Esports berhasil meneruskan tradisi Indonesia juara. Tampaknya, perubahan peta kekuatan masing-masing tim peserta berdampak besar kali ini.

Hal tersebut membuat salah satu mantan pelatih yang kini menjadi streamer, Alexander “Entruv” Putra kecewa dengan hasil yang diraih oleh tim-tim Indonesia. Entruv bahkan kritik beberapa tim yang ia sebut “tidak jelas”.

“Jujur saya agak kecewa, sama permainan tim Indonesia. Karena menurut saya, cuma ada satu atau dua tim yang memiliki gameplay yang ‘jelas’, sisanya sepertinya mereka tidak punya gameplay,” ucap Entruv.

Entruv menambahkan, beberapa tim Indonesia seolah bermain buruk atau “tidak jelas” dan seperti tidak dilatih atau tim tersebut tidak memiliki pelatih atau analyst untuk membantu membangun strategi tim.

“Sebenarnya, apakah tim-tim yang ‘tidak jelas’ ini punya pelatih atau analyst tidak? Karena gerakan mereka banyak yang ‘tidak jelas’ langsung saya sebutkan saja yang pertama BOOM, kedua Enam Sembilan, ketiga RRQ. Yang ‘jelas’ cuma BTR dan KAGENDRA, itu yang saya lihat ada gerakannya,” ujar Entruv menambahkan.

Entruv Kritik Pelatih PUBG Mobile, Banyak Tim Yang Tidak Paham Cara Bermain!

Entruv melanjutkan pernyataannya dan menyebutkan bahwa tim-tim seperti Bigetron dan KAGENDRA masih memiliki strategi yang jelas. Sementara tim-tim lainnya ia nilai tidak tahu bermain seperti apa, dan kerap mengubah jalur rotasi.

“Kelihatan kaya mereka (BTR, Kagendra) gameplay-nya mau di bawa ke arah mana itu jelas. Sisanya saya tidak mengerti, mereka mau bermain seperti apa, objektif-nya saya tidak tahu. Setiap map mereka rotasi-nya berubah ubah terus jujur saya kecewa sih,” tuturnya.

Bahkan, Entruv kritik kualitas permainan para pemain Indonesia di 2025 PMSL SEA Spring seperti tidak tahu ‘dasar’ cara bermain.

Entruv kritik pelatih PUBG Mobile

“Dan juga banyak sekali (terjadi) misplay, contoh dari beberapa pemain RRQ. Saya bingung, mereka sudah bermain bertahun-tahun ya tapi (hal) dasar saja mengapa mereka (seperti) tidak mengerti. Jujur saya kecewa,” tegasnya.

Entruv lebih lanjut menyoroti fakta bahwa kualitas para pelatih PUBG Mobile di Indonesia sangat jauh dari harapan. 

“Tidak ada, benar-benar 5 (tim) itu sisanya jelek banget (seperti) tidak niat bermain bagi saya. Mohon maaf, saya punya ekspektasi besar 6 tim dari 16 tim itu persentase berapa 6/16 sekitar, lumayan banyak ya. Tapi yang (mencapai) top 3 hanya ada 1 tim itu yang patut dipertanyakan,” jelas Entruv.

“(Mereka) itu menyewa pelatih dan analyst mahal-mahal untuk apa? Itu saja.”

Menurut Entruv, pelatih PUBG Mobile sekarang seolah tidak menjalankan tugas dengan baik. Dengan kualitas permainan yang tidak sesuai atau kurang memuaskan, menurut Entruv tim-tim sekarang seperti tidak terlatih.

“Jaman sekarang ini, pelatih itu cuma seperti ‘saya pelatih’ padahal pelatih itu bukan titel yang membuat anda merasa pintar banget kalau anda salah ya salah. Tapi banyak pelatih jaman sekarang saya lihat (mereka) benar-benar melatih atau tidak? Kok tim anda (bermain) seperti ini,” ucap Entruv.

“Kalau seperti ini, anda tidak terlihat sebagai pelatih jujur. Lebih baik anda streaming seperti saya. Jujur, dari tim-tim yang saya sebut mereka seperti tidak terlatih dengan gameplay seperti itu. Mohon maaf kalau begitu permainan (timnya) lebih baik copot saja titel pelatihnya, jadi streamer saja,” tegasnya. 

Terakhir, Entruv kritik pelatih PUBG Mobile dan meminta mereka untuk lebih baik bermain di dalam mode Ultimate Royale dan dia ingin melihat seperti apa hasil permainan dari para pelatih tim PUBG Mobile saat ini.

“Saya ada saran, itu yang sok-sokan (menjadi) pelatih suruh bermain (mode) Ultimate Royale saja. Saya mau lihat bisa (mencapai rank) Legend (dengan) KD berapa dia. Kalian mengerti, tidak? Bagaimana caranya anda mau menang kalau anda bukan pemain yang baik di dalam game-nya,” tuturnya.

“Saya masih tidak mengerti sampai sekarang. Kalian tidak harus sebaik (para) pemain, tapi kalian bisa menandingi. Kalian menjadi pelatih, tapi tidak pernah bermain di dalam game-nya, siapa yang mau mendengarkan kalian?” pungkasnya.

Meski sekarang belum ada respons apa pun dari para pelatih saat ini, namun, kritik Entruv bisa menjadi sebuah bahan evaluasi para pelatih untuk bisa meraih hasil terbaik bersama timnya di seri turnamen yang akan datang.


Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.