5 Fakta Menarik dari EVO France 2025 – Ajang Bergengsi FGC Eropa

5 Fakta Menarik dari EVO France 2025 – Ajang Bergengsi FGC Eropa

FGC
28 October 2025
1 views

5 Fakta Menarik dari EVO France 2025

Ajang bergengsi EVO France 2025 resmi berakhir, meninggalkan banyak momen epik dan pengumuman besar bagi para penggemar game fighting di seluruh dunia. Sebagai cabang pertama EVO di benua Eropa, turnamen ini menghadirkan nuansa baru dalam kompetisi FGC global. Selain pertandingan intens dan selebrasi seru dari para pemain, ada banyak hal menarik yang mungkin terlewat oleh para penggemar. Berikut lima fakta unik dari EVO France 2025 yang wajib kamu tahu.

1. EVO Pertama yang Digelar di Eropa

Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi komunitas FGC. Untuk pertama kalinya, EVO diselenggarakan di Eropa, tepatnya di Prancis. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi resmi penyelenggara EVO untuk memperluas jangkauan turnamen ke berbagai regional di dunia.

Sebelumnya, EVO hanya memiliki dua edisi utama — EVO Las Vegas dan EVO Japan. Kini, dengan hadirnya EVO France, pemain dan penonton di Eropa akhirnya bisa merasakan atmosfer turnamen fighting game terbesar di dunia secara langsung.

2. Sukses Meski Diwarnai Kritik dan Isu Gagal

Menariknya, kesuksesan EVO France datang setelah sempat diterpa isu negatif dan kritik. Sejak pengumuman tahun lalu, sebagian penggemar meragukan kelancaran acara ini karena berbagai faktor, termasuk kondisi keamanan di Prancis yang menjadi perhatian wisatawan internasional.

Namun, penyelenggaraan yang solid dan dukungan besar dari komunitas membungkam semua keraguan. Event berlangsung lancar, ramai pengunjung, dan disambut positif oleh pemain profesional maupun penonton.

3. Munculnya Talenta Muda Bernama Neia

Salah satu momen paling membahagiakan dari EVO France 2025 adalah munculnya talenta baru bernama Neia, pemain muda Tekken 8 yang mencuri perhatian banyak orang.

Masih duduk di bangku sekolah menengah, Neia tampil luar biasa dengan karakter andalannya, Lili, dan berhasil menumbangkan beberapa pemain top dunia. Ia bahkan menutup turnamennya di peringkat 17 dari lebih dari 1.100 peserta.

Pencapaian ini disambut meriah oleh komunitas Tekken global. Banyak yang melihat Neia sebagai simbol harapan baru bagi generasi pemain muda di kancah FGC internasional.

4. Pemain Eropa Tunjukkan Dominasinya

Ajang EVO France juga menjadi kebanggaan bagi para pemain Eropa. Mereka berhasil menunjukkan performa gemilang dan membuktikan bahwa benua biru masih bisa bersaing dengan Asia dan Amerika di tingkat tertinggi.

Di cabang Tekken 8, pemain asal Irlandia, Fergus, berhasil menembus posisi tiga besar dengan gameplay Asuka yang sangat efisien. Sementara itu, di Street Fighter 6, nama Mister Crimson menjadi sorotan setelah membawa bendera Prancis ke posisi empat besar — sebuah pencapaian langka untuk pemain Eropa.

Selain itu, pemain dari Eropa juga mencatat hasil luar biasa di Guilty Gear Strive, Granblue Fantasy Versus Rising, Dragon Ball FighterZ, dan Hunter x Hunter: Nen x Impact, di mana beberapa di antaranya berhasil menembus Top 8 bahkan Top 3.

5. Street Fighter 6 Lampaui Tekken 8 di Eropa

Fakta paling mengejutkan dari EVO France 2025 adalah Street Fighter 6 berhasil menyalip Tekken 8 dalam jumlah peserta.

Biasanya, Eropa dikenal sebagai wilayah dengan basis pemain Tekken yang kuat. Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Street Fighter 6 mencatat 1.600 peserta, unggul sekitar 450 pemain dari Tekken 8 yang memiliki 1.150 peserta.

Fenomena ini menandai pergeseran tren besar di komunitas Eropa, di mana popularitas Street Fighter 6 terus meningkat sejak perilisannya, sementara minat terhadap Tekken 8 mulai menurun di beberapa wilayah.

EVO France 2025 berhasil menjadi ajang yang tak hanya bersejarah, tapi juga penuh kejutan. Dari ekspansi global pertama EVO, kemunculan bintang muda seperti Neia, hingga rekor baru jumlah peserta, semuanya menunjukkan bahwa FGC terus berkembang pesat. Tahun ini, Eropa resmi menjadi panggung besar baru dalam dunia fighting game.