Game Online Gak Diakui Olahraga? Komentar Menteri Ini Bikin Geger Dunia Esports!
Fenomena esports telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, bahkan menjadi cabang eksibisi di ajang Asian Games. Namun, pernyataan mengejutkan kembali muncul dari lingkaran pejabat negara.
Meutia Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), dalam sebuah kesempatan resmi menyatakan bahwa game online bukan olahraga. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari komunitas esports dan netizen, khususnya setelah foto dirinya beredar luas dengan latar belakang marching band, sembari senyum lepas yang kontras dengan pernyataannya yang cukup menusuk.
Tak hanya menyentil pemain dan fans, komentar Meutia juga menohok ke tubuh organisasi resmi seperti PBESI (Pengurus Besar Esports Indonesia) yang selama ini memperjuangkan legitimasi esports sebagai bagian dari olahraga prestasi.
Akun komunitas @esportsnesia.id tak tinggal diam. Mereka mengunggah ulang pernyataan tersebut di Instagram dan menyarankan agar PBESI segera mengajak sang menteri duduk bersama untuk memberikan pemahaman lebih luas soal ekosistem esports.
Kenapa Esports Masih Dianggap Bukan Olahraga?
Ini sebenarnya bukan isu baru. Esports memang kerap dipandang sebelah mata karena minim aktivitas fisik seperti olahraga konvensional. Namun, jika menilik pada aspek kompetisi, strategi, mental endurance, bahkan pelatihan yang intensif, esports tak jauh berbeda dengan olahraga lainnyaterutama di era digital saat ini.
Banyak negara, termasuk Indonesia, telah membentuk federasi nasional, menggelar liga profesional, dan mengirim atlet ke kejuaraan dunia. Lantas, di mana letak kesalahpahaman ini bermula?
Dampak Pernyataan Ini untuk Industri?
Pernyataan publik dari seorang pejabat negara bisa berdampak besar terhadap persepsi masyarakat, khususnya yang belum terpapar dunia esports. Bila tidak diklarifikasi atau diluruskan, bisa jadi perjuangan komunitas, brand, hingga institusi pendidikan yang sudah membuka jalur beasiswa esports, ikut terganggu.
Flashback: Esports di Asian Games & SEA Games
Esports bukan pendatang baru. Dalam Asian Games 2018, esports menjadi cabang eksibisi, dan berlanjut sebagai cabang resmi di SEA Games. Indonesia bahkan menyumbang medali dari berbagai cabang game seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile. Lalu, masih pantaskah jika dikatakan bukan olahraga?
Ayo Diskusi, Bukan Menghakimi
Sudah saatnya pemangku kebijakan membuka ruang diskusi dua arah dengan komunitas. Perlu ada literasi digital yang lebih inklusif agar persepsi soal esports tidak melulu negatif. Dunia sudah berubahdan olahraga pun berevolusi.
Referensi Tambahan:
- Situs Resmi PBESI
- Informasi Esports di Asian Games