Garap Film Marvel dan Gagal, Sony Akhirnya Kapok

Garap Film Marvel dan Gagal, Sony Akhirnya Kapok

Movie
18 February 2025
1 views

Berakhirnya era Sony dalam membangun semesta Spider-Man tanpa sang manusia laba-laba tampaknya semakin nyata.

Setelah kegagalan besar Kraven the Hunter di box office, Sony diam-diam mencabut satu film Marvel yang sebelumnya dijadwalkan tayang pada 27 Juni 2025. Tanpa pengumuman resmi, keputusan ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Sony’s Spider-Man Universe (SSU) telah dihentikan untuk selamanya.

Sony sebelumnya begitu optimis mengembangkan dunia film berdasarkan karakter-karakter antagonis Spider-Man, terutama setelah kesuksesan besar trilogi Spider-Man versi Tobey Maguire dan Andrew Garfield.

Langkah awal mereka cukup menjanjikan dengan Venom (2018) yang dibintangi Tom Hardy, diikuti oleh sekuelnya Venom: Let There Be Carnage (2021), yang sama-sama sukses secara finansial. Namun, harapan itu perlahan memudar ketika proyek berikutnya seperti Morbius (2022) justru menjadi bahan olokan karena buruknya penerimaan publik.

Tahun 2024 seharusnya menjadi tonggak penting bagi SSU dengan tiga film yang dirilis. Dimulai dengan Madame Web pada Februari, yang dibintangi Dakota Johnson dan Sydney Sweeney, namun gagal total secara kritik maupun box office.

Venom: The Last Dance yang rilis Oktober mampu meraup 479 juta dolar dari modal 120 juta dolar, tetapi tetap dihantam ulasan negatif. Satu-satunya harapan Sony ada pada Kraven the Hunter, yang ternyata justru memperburuk situasi.

Film yang menampilkan Aaron Taylor-Johnson sebagai Sergei Kravinoff ini berujung sebagai bencana. Dengan anggaran produksi sekitar 110-130 juta dolar, Kraven the Hunter hanya menghasilkan 61,5 juta dolar di seluruh dunia.

Tak hanya gagal menarik perhatian penonton, film ini juga dihujani kritik pedas. Taylor-Johnson sebelumnya mengaku tertarik dengan karakter Kraven karena terasa lebih “membumi” dibanding film superhero lainnya.

“Ada sesuatu yang terasa nyata dalam karakter ini,” ungkap Taylor-Johnson. “Banyak film di luar sana yang terus menggunakan formula yang sama hingga penonton merasa bosan. Aku tak akan mengambil peran ini jika tidak melihat sesuatu yang istimewa di dalamnya.” Sayangnya, harapan itu tak terwujud dalam eksekusi filmnya.

Selain membatalkan proyek Marvel yang belum berjudul, Sony juga lebih dulu menghentikan El Muerto yang awalnya akan dibintangi Bad Bunny, serta Hypno Hustler yang melibatkan Donald Glover. Dengan keputusan ini, tampaknya Sony mulai menyerah dalam membangun semesta Spider-Man tanpa sang tokoh utama.

Kini, muncul pertanyaan besar: Apakah Sony akan menyerahkan hak Spider-Man sepenuhnya kepada Marvel Studios? Ataukah mereka akan mencoba strategi baru? Yang jelas, untuk saat ini, kisah para villain Spider-Man di layar lebar harus berakhir tanpa kejayaan.

Nantikan informasi seputar game lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram DuniaGames ya.

Kamu juga bisa beli voucher untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games!