Geek Fam Women: Memberdayakan Gamer Perempuan dalam Esports

Geek Fam Women: Memberdayakan Gamer Perempuan dalam Esports

Just For Fun
18 February 2025
1 views

Industri esports menyaksikan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun partisipasi wanita masih jauh lebih rendah daripada rekan-rekan pria. Meski demikian, para gamer wanita mulai mendapatkan pengakuan atas bakat dan dedikasi mereka, serta berhasil mendobrak batasan di ruang yang secara tradisional didominasi oleh pria.

Artikel ini akan menyoroti bagaimana Geek Fam memberikan kesempatan yang setara terhadap para wanita, mengatasi tantangan yang mereka hadapi, dan merayakan kontribusi mereka terhadap ekosistem esports.

Geek Fam Women Soal Perempuan dalam Esports

Dalam sesi bincang-bincang dengan para talent dan representatif Geek Fam, kami berkesempatan menanyakan terkait partisipasi wanita dalam dunia esports sejauh ini. Bagaimana prestasi, kontribusi, hingga harapan mereka terhadap pemberdayaan gamers wanita di ekosistem ini.

Kenapa Partisipasi Wanita Perlu Ditingkatkan?

Ketiga Geek Fam Women, yaitu Ines, Pudel, dan Kyu, menganggap ada banyak perempuan bertalenta tak mendapatkan kesempatan yang setara.

“Karena banyak wanita berbakat di luar sana, memiliki skill namun masih terhalang gender,” ucap Pudel. “Karena banyak banget wanita yang qualified dan jago,” sambung Kyu.

Hal yang Perlu Dimiliki Perempuan yang Berkarir di Esports

Dalam hal ini, Senior Business Development, Ines, berpandangan bahwa hal yang harus dimiliki oleh seorang perempuan yang ingin berkarir di esports dan game adalah kepercayaan diri.

“Kepercayaan diri, semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri—baik dalam bermain maupun bidang lain seperti manajemen atau kreatif, keberanian dan kekuatan untuk menghadapi tantangan, terutama kalau jadi public figure tentunya akan ada aja haters yang menyerang,” ujar Ines.

Sepakat dengan Ines, Pudel juga punya anggapan, “Percaya diri. Cukup percaya dirimu sendiri, karena hidupmu itu dirimu yang akan menjalani nya bukan orang lain,” tambah Pudel.

Untuk mendukung hal tersebut, Ines membagikan pengalaman yang membuat dirinya bangga bisa terlibat industri esports dan game.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan yang membuka lebih banyak peluang bagi wanita di esports. Melihat bagaimana kontribusi saya dan wanita lainnya mulai mengubah persepsi dan membuka ruang yang lebih inklusif adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Ini bukan hanya tentang bermain game, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa diterima dan memiliki kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.

Kontribusi yang Bisa Dilakukan Wanita di Esports

Sebagai inspirasi, Pudel memberikan contoh di mana saja wanita bisa memberikan kontribusi dan berprestasi di dunia game dan esports. “Hampir semua bidang bisa diisi oleh wanita di zaman sekarang, pro player, caster, manager, jurnalis, artist, dll,” ungkap Pudel.

Sedangkan Kyu beranggapan, saat ini kontribusi pria di dunia esports juga bisa dilakukan oleh perempuan. “Kayaknya udah banyak sih peran wanita dalam esports. Apa saja yang laki-laki bisa, wanita pasti bisa juga,” sambung Kyu.

Peran Geek Fam

Sebagai organisasi esports besar saat ini, Geek Fam turut berpartisipasi dalam memberikan ruang bagi wanita untuk berkontribusi di dunia esports.

Seperti yang dibilang Ines, “Geek Fam telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung wanita di esports. Dengan memberikan ruang, peluang, dan dukungan yang diperlukan, kami menciptakan lingkungan yang inklusif bagi talenta wanita untuk berkembang. Langkah-langkah ini tidak hanya menginspirasi para wanita di tim tetapi juga di luar sana, memberikan contoh nyata bahwa industri ini terbuka untuk semua orang”

Begitu juga dengan Pudel yang mengakui Geek Fam telah memberikan ruang bagi wanita di dunia esports. 

“Untuk talentnya sendiri berbagai jenis talent ada di Geek Fam. Contohnya saja diriku, aku juga sempat berfikir tidak mungkin, namun ternyata aku bisa jadi seperti sekarang berkat Geek Fam yang selalu mendukungku,” kata Pudel.

Tantangan Terberat Selama di Esports

Berkarir di industri esports tentunya tak terlepas dari berbagai rintangan dan tantangan. Pasang surut berkarir di esports telah dirasakan oleh Ines, “Perjalanan saya penuh tantangan, dari tekanan mental, kekalahan berturut-turut, hingga keputusan untuk menyerah. Namun, saya kembali mencoba bangkit dan berkembang,” kata Ines.

Di balik itu, Pudel juga punya halangan dan rintangan karena masalah kepercayaan diri yang dimilikinya. “Tantangan terberat adalah mencoba percaya diri setelah bertahun-tahun hidup dalam ke insecure mungkin beberapa wanita akan paham betapa sulitnya keluar dari zona itu, namun tidak ada yg tidak mungkin didunia ini,” ucapnya

Harapan untuk Wanita di Esports

Untuk kamu para wanita yang tertarik buat gabung ke dunia esports, ketiga Geek Fam Women punya harapan, nih:

  • Ines (Senior Business Development): Harapan saya adalah semakin banyak perempuan yang berani terjun ke dunia esports, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga di berbagai peran strategis lainnya. Dengan keberanian dan kerja keras, perempuan dapat menjadi pilar penting dalam industri ini.
  • Pudel (Geek Fam Talent): Untuk harapanku semoga kedepannya esports bisa lebih menerima kesetaraan dan kesempatan untuk wanita diluar sana, dan dukungan juga dari komunitas juga perusahaan di bidangnya.
  • Kyu (Geek Fam Talent): Harapannya semoga semakin banyak perempuan berprestasi di esports.

Gimana? Tertarik jadi salah satu srikandi di esports bersama Geek Fam Women? Terus ikuti kisah inspiratif dan perjalanan para Geek Fam Women, ya!

Bergabunglah bersama kami untuk merayakan kekuatan dan bakat perempuan dalam esports. Once a Geek, Always a Fam!