Godbreakers: Aksi Roguelike Futuristik Penuh Kejutan dari To The Sky dan Thunderful

Godbreakers: Aksi Roguelike Futuristik Penuh Kejutan dari To The Sky dan Thunderful

Games
18 November 2025
248 views

Godbreakers, proyek terbaru dari pengembang To The Sky dan penerbit Thunderful, hadir sebagai salah satu game aksi futuristik yang paling menarik perhatian tahun ini. Mengambil setting masa depan pasca-apokaliptik, game ini membawa pemain ke situasi yang sangat tidak bersahabat: umat manusia berada di ambang kehancuran akibat AI pemberontak yang tidak hanya memusnahkan manusia, tetapi juga berambisi menelan matahari. Dengan premis sebesar itu, Godbreakers langsung menawarkan skala ancaman yang memberi tekanan sejak detik pertama permainan.

Pemain ditugaskan menjalani berbagai misi antarplanet demi memusnahkan robot-robot jahat dan makhluk mematikan di jagat raya. Namun perjalanan ini bukan hanya soal mengalahkan musuh, tapi juga soal membangun karakter melalui sistem progresi roguelike yang dinamis dan penuh pilihan. Setiap run terasa seperti kesempatan baru karena pemain dapat mengumpulkan essence, sebuah sumber daya penting yang dapat digunakan untuk meningkatkan atribut karakter. Kecepatan, ketahanan, efek elemen, hingga kekuatan serangan—semuanya dapat dikembangkan sesuai gaya bermain masing-masing.

Godbreakers mengusung aksi hack-and-slash cepat yang menuntut refleks tajam sekaligus eksperimen build yang kreatif. Game ini memang mendorong pemain untuk terus mencoba kombinasi baru dari berbagai peralatan yang didapat selama bermain. Di sinilah sinergi antar item menunjukkan perannya. Setiap senjata dan armor memiliki bonus unik yang bisa menjadi kunci kemenangan jika digabungkan dengan tepat. Dua kelas karakter utama yang telah diperkenalkan—Lancer dan Pillar—memberikan pengalaman bertarung berbeda. Lancer lebih lincah dan agresif, sementara Pillar hadir sebagai pilihan yang lebih defensif dan berat.

Namun fitur yang benar-benar membuat Godbreakers menonjol adalah Godbreak, kemampuan spesial yang memungkinkan pemain menyerap kekuatan unik dari musuh setelah mengalahkannya. Kemampuan Godbreak ini hanya bisa digunakan sekali, tetapi efeknya sangat luar biasa, seperti serangan bor yang dapat menembus tanah, gelombang energi besar, atau ledakan elemen yang mampu menumbangkan musuh besar dalam sekali serang. Sistem ini mengubah ritme pertempuran secara signifikan dan memberikan rasa penasaran baru dalam setiap misi karena pemain tidak pernah tahu kemampuan apa lagi yang bisa mereka dapatkan.

Godbreakers juga dapat dimainkan hingga empat pemain secara co-op, membuat aksi hack-and-slash yang sudah intens menjadi lebih seru berkat kerja sama tim. Setiap pemain bisa membangun karakter dengan set item yang berbeda-beda sehingga strategi kelompok sangat berpengaruh. Kadang satu pemain fokus pada damage besar, satu lagi pada crowd control, sementara yang lain mengambil peran survival. Kombinasi ini membuat setiap sesi permainan terasa berbeda.

Dari segi visual, Godbreakers tampil dengan gaya penuh warna dan desain dunia futuristik yang mengingatkan pada game seperti Solar Ash. Lingkungan kosmik, monster robotik, serta efek serangan yang mencolok memberi identitas yang kuat pada game ini. Meski mengusung tema post-apocalyptic, Godbreakers tidak tenggelam dalam nuansa suram, melainkan memilih estetika yang lebih stylish dan energik.

Untuk saat ini, demo Godbreakers sudah tersedia di Steam Next Fest bagi yang ingin mencoba lebih awal. Sementara versi lengkapnya akan dirilis pada 23 Oktober untuk PlayStation 5 dan PC. Melihat semua elemen yang ditawarkan, Godbreakers berpotensi menjadi salah satu game roguelike aksi paling standout pada 2024-2025, terutama bagi pemain yang menyukai aksi cepat dan eksperimen build tanpa batas.