Grand Finals MPL ID S16 Representasikan Budaya Indonesia
Pembukaan Grand Finals Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 16 berjalan dengan megah di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang. Tak sekadar menjadi ajang esports, MOONTON Games bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjadikan momen ini sebagai panggung kolaborasi antara budaya dan generasi muda Indonesia.
Dalam acara pembukaan bertajuk “Lakon Dwitunggal Jagad Pralaya”, penonton disuguhkan pertunjukan yang memadukan seni tari dan musik tradisional Indonesia dengan unsur modern khas esports. Kolaborasi ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara industri kreatif dan komunitas game yang kini telah menjadi bagian penting dari identitas budaya baru anak muda Indonesia.
MOONTON Games menjelaskan bahwa tema “Lakon Dwitunggal Jagad Pralaya” bermakna menyatukan dua raga untuk mengubah takdir. Filosofi ini menggambarkan dua tim finalis yang berjuang untuk menjadi yang terbaik di Tanah Air sebelum membawa nama Indonesia ke ajang dunia, yaitu M7 World Championship.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengapresiasi langkah MOONTON dalam menjembatani budaya dan esports. Ia menilai kolaborasi ini sebagai bukti bahwa MPL Indonesia telah menjadi ekosistem yang matang dan berpengaruh di kancah global. “Sebagai komunitas game terkuat di ASEAN, saya mengapresiasi MPL yang telah mendorong ekosistem esports menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Nantikan kolaborasi lebih besar menuju M7 di Indonesia,” ujar Irene.
Lakon Dwitunggal Jagad Pralaya: Menyatukan Budaya dan Esports

Pertunjukan pembuka Grand Finals MPL ID S16 menghadirkan kisah epik yang diadaptasi dari Ramayana melalui media wayang orang dan gunungan khas Jawa. Dalam pementasan ini, berbagai karakter klasik seperti Rahwana, Hanoman, Rama, dan Lesmana dimunculkan untuk merepresentasikan perjalanan region Indonesia di scene kompetitif MLBB—mulai dari kegagalan masa lalu, perjuangan, hingga kebangkitan menuju kejayaan.
Alunan gamelan tradisional menjadi pusat harmoni yang mengiringi seluruh adegan, dipadukan dengan tata cahaya modern yang memukau. Kolaborasi ini dilakukan bersama seniman lokal dari Komunitas Tari B’art, menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berdampingan dengan industri digital dan esports.
MOONTON Games menegaskan bahwa mereka ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar pertandingan. Melalui simbol dan narasi budaya, mereka mengajak seluruh penonton untuk bersatu, melupakan rivalitas antar tim, dan memberikan dukungan penuh bagi siapa pun yang akan membawa bendera merah putih ke panggung dunia.
Sebagai penutup, pembukaan Grand Finals MPL ID S16 menghadirkan adegan megah berupa “pembukaan gerbang dunia” — simbol bahwa perjuangan para pemain Indonesia kini telah menembus batas, dan bahwa esports bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga representasi semangat bangsa di era digital.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
