Jejak F0rsaken: Sang GOAT Valorant yang Hampir Jadi Pendeta

Jejak F0rsaken: Sang GOAT Valorant yang Hampir Jadi Pendeta

Valorant
06 March 2026
323 views

Wonderkid, akrab jadi sapaan pemain ini saat wajahnya mulai tampil di hadapan penikmat scene FPS Indonesia sekitar tahun 2017 lalu di turnamen CS:GO. Meski sudah pindah game ke Valorant, di tahun tahun 2026 ini, aim tajamnya belum berkurang sedikitpun, bahkan semakin sakit menembus musuh-musuhnya.

Dia adalah satu-satunya pemain yang hampir menggunakan semua Agent Valorant di turnamen resmi. Nggak sekedar main asal-asalan, tapi jago. 

Aksi-aksinya selalu satisfying di mata penikmat Valorant, mulai dari permainan Operator Jett yang on point, kombinasi flash dan teleport Yoru yang mematikan. Bahkan ia juga mempertontonkan tutorial bagaimana cara mendapatkan Ace menggunakan Omen di kejuaraan dunia.

Penasaran dengan sosok pemain ini? Bagaimana dia bisa jago bahkan di dua game berbeda? Yuk, kita jejaki perjalanannya lebih dalam!

Dari Mana Bakat F0rsaken Tumbuh

Yap, dia adalah Jason “F0rsaken” Susanto. Terlahir dari darah keluarga Susanto, Ia dan keempat saudaranya dijuluki “Susanto Brothers”, yang dikenal karena bakat genetik dan darah pemain esports mengalir di tubuhnya, terutama di game FPS seperti Valorant, CS:GO, hingga Delta Force.

Bagaimana tidak, mulai dari sang kakak, Kevin Xccurate, adalah seorang pemain legenda CS:GO Indonesia dan sempat membela tim Valorant T1. Ia sendiri merupakan salah satu pemain Valorant terbaik dunia dari tim Paper Rex. Terbaru, Alvin dan Jojo Susanto juga bergabung dengan Geek Fam sebagai pro player, melengkapi reputasi keluarga ini.

Bersama saudaranya, Jason Susanto ternyata dibesarkan oleh orang tua yang memiliki bisnis warnet di era 2000-an. Di warnet tersebut, orang tua F0rsaken menyediakan PC khusus untuk dia kakak-beradik bisa main sepuasnya, dengan tujuan agar mereka tidak keluyuran.

F0rsaken CS:GO

Foto: Roster Counter Strike BOOM Esports di OMEN Challenger Series 2019. (Source: @jasonsusantoo)

Para Susanto Brothers juga lah yang pertama kali mengenalkan game FPS kepadanya. Awalnya, F0rsaken mulai mengenal Counter Strike 1.6 dari adiknya Alvin, dan tak lama setelah itu, Jason melihat game Counter Strike: Global Offensive yang dimainkan kakaknya, Xccurate.

Dari sana, bakat F0rsaken semakin terasah dari waktu ke waktu, sehingga menarik perhatian tim profesional merekrutnya bergabung mengikuti turnamen CS:GO di level turnamen lokal sampai APAC.

Hampir Jadi Pendeta - Melepas Bayang-Bayang Sang Kakak

Privilege terlahir dari orang tua pemilik warnet memang membuka jalan hidup yang berbeda untuk seorang F0rsaken. Dalam YouTube GLHF Son, F0rsaken pernah mengungkap bahwa dirinya sempat terpikir menjadi pendeta jika dulunya tidak menemukan game.

Jika saja F0rsaken tidak tertarik dengan game pada saat itu, mungkin kita tidak akan pernah menemukan sosok GOAT Valorant seperti F0rsaken sampai sekarang.

Bukan atas permintaan orang tua, melainkan keinginan dari dirinya sendiri. Namun setelah ia menemukan bakatnya di esports, F0rsaken akhirnya mengurungkan niat untuk menjadi pendeta dan memilih fokus mengejar impiannya di dunia esports.

Terlahir sebagai adik dari pemain CS:GO terkenal tak semata-mata memudahkan karir F0rsaken. Kenyataan itu justru menjadi beban tersendiri baginya karena kerap dibanding-bandingkan dengan sang kakak.

Maka dari itu, dia pengen banget membuktikan diri dan mengalahkan kakaknya di turnamen. F0rsaken bahkan rela bertahan di scene CS:GO yang mulai redup demi bisa membuktikan bahwa dirinya. Tapi kesempatan itu tak pernah terwujud di CS:GO, karena F0rsaken bermain di regional APAC sedangkan Xccurate di regional China.

F0rsaken Valorant

Sampai pada akhirnya Derby Susanto ini dapat terwujud di VCT Pacific. Dari tiga kali pertandingan antara kakak-beradik ini di kejuaraan resmi VCT Pacific 2024, Xccurate bersama timnya, T1,  berhasil dikalahkan dengan cukup mudah oleh F0rsaken cs.

Keputusan F0rsaken beralih ke Valorant bersama PRX ternyata menjadi keputusan penting dalam karirnya. Di Valorant, F0rsaken berhasil meraih pencapaian tertinggi sepanjang karirnya dengan mencatatkan gelar MVP VALORANT Masters Toronto 2025, Player of the Year VCT 2025: Pacific Stage 2, serta 3x juara VCT Pacific, 1x juara VCT Masters, hingga runner up Valorant Champions 2023.

Evolusi W Gaming dari Duelist - Flex

Paper Rex awalnya dikenal dengan gaya permainan agresif, cepat, penuh tekanan, yang populer dengan istilah “W Gaming”, di mana mereka terus memberikan tekanan kepada musuh walau sedang bermain sebagai defender sekalipun.

Dengan gaya bermain tersebut, f0rsakeN seperti menemukan rumahnya. Ia menjadi salah satu pilar utama Paper Rex, hingga dikenal dengan sosok yang mampu melakukan entry fragger tak kenal takut, duelist mematikan dengan Jett dan Yoru, serta aim dan flick-nya yang mematikan.

Tapi F0rsaken yang kita lihat sekarang adalah sosok berbeda. Dari pemain yang berani duel agresif, F0rsakeN kini berevolusi menjadi pemain yang serba bisa, duelist eksplosif, agent pool luas, bahkan pengambil keputusan utama.

Keistimewaannya kini terletak pada kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan tim, serta tetap memberikan dampak penting di setiap round. Pemain yang dulunya sering menjadi orang depan dan mati duluan, kini menjadi pengisi barisan belakang dan bahkan sering kali menjadi last man standing untuk melakukan clutch.

Pemain yang memiliki fleksibilitas seperti F0rsaken bisa dibilang sangat langka di Valorant. Banyak pemain hebat terikat pada satu role. Tapi Jason? Ia mampu beradaptasi. Namun tetap dengan ciri khas “W Gaming” yang melekat pada gaya permainannya.

Misi Menjaga Konsistensi dan Gelar Champions

Di usia yang terbilang masih muda (21 tahun), F0rsaken sudah menjadi ikon esport Valorant di Asia-Pacific bahkan dunia. Masih pembuktian dan jalan prestasi yang bisa ia capai, khususnya di kejuaraan dunia Valorant.

Menjaga konsistensi untuk terus berada di top tier, player with the largest agent pool, dan MVP adalah misi berat yang harus dipertahankan F0rsaken hingga beberapa tahun yang akan datang. Namun, satu misi lain yang harus ia tuntaskan dalam waktu dekat adalah gelar juara Valorant Champions yang sempat tertunda.

F0rsaken Valorant

Jika itu terwujud, F0rsaken akan menjadi pemain yang berhasil menyematkan semua gelar juara Valorant di nama besarnya. Kisah F0rsaken belum usai, ini baru pertengahan perjalanan menuju puncak karirnya. Konsistensinya dengan Paper Rex akan terus membawanya menuju titik seorang legenda.

Dari anak yang dipengaruhi keluarga gamers → pemain CS:GO berbakat → beralih ke Valorant → menjadi MVP dan Pemain Terbaik Asia → sampai akhirnya menjadi pemain terbaik dunia yang melegenda.