Joy EXP Lane Qinn Nyaris Gugurkan EVOS, Begini Cara Kerjanya
Playoff MPL ID Season 16 menghadirkan salah satu duel paling panas di babak play-ins: EVOS Esports melawan Dewa United Esports. Namun, sorotan bukan hanya pada hasil akhirnya—melainkan pada satu nama yang hampir mengguncang langit MPL ID: Joy EXP Lane Qinn. Dalam laga best-of-five tersebut, Qinn menjadi alasan utama kenapa EVOS sempat di ujung tanduk.
Dewa United mengambil risiko besar dengan melakukan cheese pick—mereka mempercayakan Joy di tangan Qinn dalam tiga game sekaligus. Hasilnya? Dua kemenangan gemilang, satu kekalahan tipis. Keputusan ini membuat publik tercengang karena Joy EXP sempat dianggap sudah tidak relevan di meta playoff, apalagi menghadapi tim sekuat EVOS yang dikenal dengan drafting super disiplin.
Namun, Joy EXP Lane Qinn membalikkan ekspektasi semua orang. Ia bukan hanya tampil solid, tapi benar-benar mengacaukan tempo permainan EVOS. Rotasi yang cepat, mekanik luar biasa, dan pemilihan momen yang presisi menjadikan Joy milik Qinn sebagai ancaman yang sulit diatasi.
Sayangnya, kisah ini tak berakhir manis. Di game penentuan, Joy EXP Lane Qinn dan Dewa United harus mengakui keunggulan EVOS. Namun, penyebabnya bukan karena Joy yang gagal bekerja—melainkan teamfight kolektif Dewa yang tak lagi seimbang setelah EVOS menemukan cara untuk menahan tempo mereka.
Joy EXP Qinn Benar-Benar Menyulitkan

Selama tiga game yang dimainkan, Joy milik Qinn jadi mimpi buruk bagi lini belakang EVOS. Bahkan hero-hero seperti Claude dan Pharsa milik EVOS dibuat tak nyaman sejak early game. Kecepatan dash Joy, dipadu timing ultimate “Electro Final Blow”, membuat siapapun yang terlalu maju langsung hilang dari map.
Bagi para analis, penampilan Joy EXP Lane Qinn bukan sekadar kejutan, tapi juga pelajaran penting bahwa hero dengan mobilitas tinggi masih bisa bersinar di tangan pemain dengan keputusan cepat dan mekanik presisi. Berikut tiga cara kerja Joy EXP Qinn yang membuat EVOS hampir gugur dari playoff MPL ID S16.
1. Sangat Sakit dan Bisa Mengacaukan Teamfight
Joy EXP Lane Qinn mengandalkan damage konstan dari skill combo yang berputar cepat. Saat ia berhasil memicu “Beat” secara berurutan, damage yang dihasilkan setara burst hero assassin. Bedanya, Qinn bisa melakukannya sambil menari di tengah kerumunan musuh. Dalam banyak momen, Joy-nya mampu menembus dua hingga tiga pemain EVOS sekaligus, memaksa mereka mundur sebelum teamfight benar-benar dimulai.
Ketika Joy berada dalam posisi tepat, efek kejut yang dihasilkan memecah formasi musuh. EVOS beberapa kali kehilangan inisiatif war karena Joy Qinn sudah lebih dulu menembus backline dan memaksa hero support mereka seperti Rafaela atau Angela bermain defensif.
2. Mengecoh Targeting Musuh dan Sulit Ditangkap
Keunggulan terbesar dari Joy EXP Lane Qinn adalah pergerakannya yang tidak bisa diprediksi. Dengan skill dash yang bisa di-reset lewat Beat Note, Joy mampu melesat ke berbagai arah dalam waktu singkat. Hal ini membuat hero seperti Fredrinn, Terizla, atau Arlott kesulitan mengunci posisi Qinn.
Bahkan, dalam satu momen di game ketiga, Qinn berhasil menghindari dua skill CC besar dari EVOS hanya dengan satu urutan dash yang presisi. Ia kemudian berputar balik dan menumbangkan Gold Laner lawan dalam waktu kurang dari dua detik. Momen itu jadi salah satu highlight yang ramai dibicarakan di komunitas MPL ID.
3. Berbahaya Jika Musuh Bermain Tanpa CC Besar
Joy adalah hero yang sangat bergantung pada kebebasan gerak. Tanpa crowd control besar untuk menghentikannya, Joy bisa menjadi mesin kehancuran. EVOS sempat terlambat menyesuaikan diri dengan hal ini, terutama di dua game awal. Komposisi mereka lebih fokus ke sustain dan poke damage, membuat Joy EXP Lane Qinn bebas beraksi tanpa banyak gangguan.
Namun, di game penentuan, EVOS mulai mengadaptasi draft mereka dengan memasukkan hero seperti Akai dan Khufra. Kedua pick itu menjadi jawaban efektif untuk mengunci Joy Qinn, sekaligus menghentikan mobilitas ekstremnya di tengah teamfight. Adaptasi ini yang akhirnya mengubah arah pertandingan.
Meski pada akhirnya kalah 2-3, performa Joy EXP Lane Qinn meninggalkan kesan mendalam. Ia menunjukkan bahwa hero yang dianggap “niche” atau tidak meta bisa menjadi senjata rahasia jika digunakan dengan perhitungan matang. Dewa United berani menaruh kepercayaan penuh pada Qinn, dan itu hampir saja menggugurkan EVOS dari playoff.
Di luar hasil akhir, Joy EXP Lane Qinn menjadi simbol kreativitas dan keberanian draft. Dewa United berhasil mengingatkan publik bahwa MPL ID bukan hanya soal siapa yang paling kuat, tapi juga siapa yang paling berani mencoba.
Jika Dewa United mampu mempertahankan mentalitas eksperimental ini, bukan mustahil mereka akan jadi ancaman lebih besar di musim depan. Dan tentu, penampilan Joy EXP Lane Qinn akan terus diingat sebagai salah satu momen krusial di playoff MPL ID S16—kisah seorang EXP Laner yang hampir menumbangkan raksasa dengan tarian listriknya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
