Capcom Dikecam karena Sistem PPV di Capcom Cup 12 Street Fighter 6

Capcom Dikecam karena Sistem PPV di Capcom Cup 12 Street Fighter 6

FGC
28 October 2025
357 views

Capcom Cup 12 Jadi Turnamen Berbayar, Komunitas Street Fighter Protes

Keputusan mengejutkan datang dari Capcom pada akhir September 2025. Melalui pengumuman resminya, perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa Capcom Cup 12, turnamen puncak untuk Street Fighter 6, akan menggunakan sistem pay-per-view (PPV) untuk siaran langsung babak finalnya.

Artinya, penonton yang ingin menyaksikan pertandingan final secara langsung harus membeli akses. Harga yang ditetapkan juga cukup tinggi, yakni sekitar 4.000 yen (Rp430 ribu) untuk satu hari, dan 6.000 yen (Rp640 ribu) untuk dua hari tayangan.

Babak awal turnamen masih bisa ditonton gratis di YouTube dan Twitch, namun rekaman final (VOD) baru akan tersedia untuk publik satu minggu setelah acara berakhir.

Capcom menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk membantu menutupi biaya penyelenggaraan turnamen internasional dan mendukung pertumbuhan divisi esports Street Fighter. Namun, laporan dari EventHubs dan Kotaku menyebutkan bahwa keputusan ini diambil langsung oleh divisi esports Capcom tanpa melibatkan tim pengembang Street Fighter 6.

Menariknya, sang direktur game, Takayuki Nakayama, bahkan mengaku terkejut mendengar pengumuman tersebut, menandakan kurangnya koordinasi internal di antara divisi Capcom sendiri.

Reaksi Komunitas dan Pro Player: “Kebijakan yang Aneh dan Tidak Masuk Akal”

Kebijakan PPV ini langsung memicu reaksi keras dari komunitas. Tak butuh waktu lama hingga gelombang kritik membanjiri media sosial. Banyak penggemar, kreator konten, hingga pemain profesional menyuarakan kekecewaan mereka terhadap keputusan Capcom.

Beberapa pro player ternama seperti MenaRD dan Big Bird menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan ekosistem kompetitif. MenaRD bahkan mengatakan bahwa jika sistem berbayar seperti ini sudah ada sejak dulu, ia mungkin tidak akan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di dunia turnamen.

Big Bird menyebut langkah Capcom ini “aneh dan tidak masuk akal” bagi komunitas fighting game yang selama ini dikenal terbuka dan mendukung semua pemain tanpa batasan akses.

Sementara itu, kreator konten populer seperti Sajam menyoroti aspek harga. Menurutnya, tarif PPV tersebut terlalu mahal, terutama untuk penonton di luar Jepang. Ia juga menyoroti bahwa kebijakan ini menghapus co-streaming, yaitu praktik siaran bersama yang sudah menjadi bagian penting dalam budaya komunitas Street Fighter.

Banyak penggemar juga berpendapat bahwa turnamen besar seperti Capcom Cup seharusnya menjadi ajang promosi dan perayaan bagi franchise, bukan dibatasi oleh sistem berbayar.

Capcom Akhirnya Tinjau Ulang

Setelah gelombang protes yang terus meningkat, Capcom akhirnya menanggapi situasi ini. Dalam pernyataan resminya, mereka mengaku telah mendengar masukan dari komunitas dan akan meninjau kembali kebijakan PPV, termasuk kemungkinan menyesuaikan harga atau mengubah format penayangan.

Capcom juga berjanji akan memberikan penjelasan lebih detail mengenai alasan di balik keputusan tersebut pada akhir Oktober 2025. Tim pengembang Street Fighter 6 juga menyatakan kesiapannya untuk membantu memperbaiki komunikasi antara divisi game dan divisi esports.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian apakah sistem PPV akan benar-benar dibatalkan atau hanya dimodifikasi. Komunitas masih menunggu langkah konkret dari Capcom, berharap agar turnamen besar seperti Capcom Cup bisa kembali menjadi acara yang inklusif dan bisa dinikmati semua orang.

Akankah Capcom Mengubah Arah?

Keputusan ini menjadi pelajaran penting bagi Capcom dalam memahami karakter komunitas mereka. Dunia fighting game tumbuh karena akses yang mudah dan semangat kebersamaan, bukan pembatasan.

Bila Capcom benar-benar ingin mengembangkan divisi esports Street Fighter, banyak fans berharap mereka bisa menemukan cara yang tidak mengorbankan nilai dasar komunitas. Apapun hasil akhirnya, Capcom Cup 12 kini menjadi momen krusial yang akan menentukan arah masa depan esports Street Fighter.