Kenapa TikTok Di-Banned di Amerika? Inilah Kronologi Lengkap Menyangkut ByteDance
Bagi kamu yang bertanya-tanya kenapa TikTok dibanned di Amerika Serikat (USA), kamu bisa membaca artikel berikut ini untuk memahami kasusnya. Artikel ini membahas tuntas tentang TikTok di-banned di USA dan kronologi lengkap yang menyangkut perusahaan ByteDance.
1. Mengenal Bytedance dan Tiktok

ByteDance adalah perusahaan induk platform ternama TikTok. Selain TikTok, ByteDance juga menjadi perusahaan induk dari beberapa platform populer lainnya seperti CapCut, TikTok Shop, Lark, Pico, dan Mobile Legends: Bang Bang.
Aplikasi Bytedance Apa Saja?
Berikut adalah penjelasan mengenai aplikasi-aplikasi tersebut:
1. TikTok
TikTok adalah platform video pendek yang memungkinkan pengguna untuk membuat, membagikan, dan menonton video kreatif. Diluncurkan pada September 2016, TikTok dengan cepat menjadi salah satu aplikasi paling populer di dunia, khususnya di Asia Tenggara.
2. CapCut
CapCut adalah aplikasi pengeditan video yang memudahkan pengguna untuk membuat video berkualitas tinggi dengan berbagai fitur seperti pemotongan, penambahan musik, efek, dan teks. Aplikasi ini sangat populer di kalangan pembuat konten TikTok karena integrasi yang mulus dengan platform tersebut.
3. TikTok Shop
TikTok Shop adalah fitur e-commerce yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual produk langsung melalui aplikasi TikTok. Fitur ini mendukung UMKM dengan memberikan platform untuk mempromosikan dan menjual produk mereka kepada audiens yang lebih luas.
4. Lark
Lark adalah aplikasi kolaborasi dan komunikasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja. Fitur-fitur Lark mencakup pesan instan, panggilan video, manajemen tugas, dan penyimpanan cloud, membuatnya menjadi pilihan populer bagi tim yang bekerja secara remote.
5. Pico
Pico adalah platform yang berfokus pada teknologi virtual reality (VR). ByteDance melalui Pico menawarkan perangkat keras dan konten VR yang memberikan pengalaman imersif kepada pengguna, baik untuk hiburan maupun aplikasi bisnis.
6. Mobile Legends: Bang Bang
Mobile Legends: Bang Bang adalah game mobile populer bergenre multiplayer online battle arena (MOBA). Meskipun tidak langsung dikembangkan oleh ByteDance, Mobile Legends adalah salah satu game yang mendapat dukungan dan investasi dari perusahaan ini.
7. Toutiao
Toutiao adalah platform berita yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyajikan konten yang disesuaikan dengan preferensi pengguna. Toutiao adalah salah satu produk pertama ByteDance yang mencapai kesuksesan besar di Cina.
8. Douyin
Douyin adalah versi lokal TikTok yang tersedia di Cina. Sama seperti TikTok, Douyin memungkinkan pengguna untuk membuat dan menonton video pendek, tetapi dengan fitur-fitur yang lebih disesuaikan untuk pasar Cina.
9. Fanqie
Fanqie adalah aplikasi e-book dan konten literatur yang menyediakan berbagai macam buku digital, komik, dan konten literatur lainnya untuk pengguna di Cina.
10. Xigua
Xigua Video adalah platform video on-demand yang menawarkan berbagai konten video panjang dan pendek, mulai dari acara TV, film, hingga konten kreatif dari pengguna.
11. Feishu
Feishu adalah versi Cina dari Lark, dengan fitur-fitur serupa yang dirancang untuk kolaborasi tim dan komunikasi bisnis.
12. Douyin E-commerce
Douyin E-commerce adalah layanan e-commerce yang terintegrasi dengan Douyin, memungkinkan pengguna untuk membeli produk langsung dari aplikasi, mirip dengan TikTok Shop tetapi untuk pasar Cina.
13. Hypic - Photo Editor & AI Art
Hypic adalah aplikasi pengeditan foto yang dilengkapi dengan fitur AI Art. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengedit foto mereka dengan berbagai efek dan filter artistik, serta membuat karya seni berbasis AI.
14. Ulike
Ulike adalah aplikasi kamera dan pengeditan foto yang dirancang untuk mempercantik selfie. Aplikasi ini menawarkan berbagai filter dan fitur pengeditan yang membantu pengguna mendefinisikan ulang selfie mereka dengan mudah.
2. Kronologi Kenapa TikTok Dibanned di Amerika

Pada 19 Januari 2025, pemerintah Amerika Serikat secara resmi melarang aplikasi TikTok dan CapCut. Langkah ini diambil karena adanya kekhawatiran terkait keamanan nasional, privasi data pengguna, dan pengaruh geopolitik.
Pemerintah AS curiga bahwa data dari pengguna TikTok di Amerika dapat diakses oleh pemerintah China. Hal ini dimungkinkan karena undang-undang keamanan nasional China yang mewajibkan perusahaan domestik, seperti ByteDance yang merupakan induk TikTok, untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam pengumpulan data dan intelijen.
Larangan ini berdampak besar. TikTok langsung menghentikan layanannya di AS pada Sabtu malam setelah pengumuman tersebut. Jutaan pengguna TikTok di Amerika tiba-tiba tidak dapat mengakses aplikasi yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka.
3. Kenapa Banned TikTok Amerika Dicabut
Ban resmi dibuka hari ini, kenapa? Ketika para influencer TikTok sudah berpamitan dengan para fans dengan dramatis, ternyata TikTok di-banned di Amerika hanya sehari saja. Sebab di hari yang sama, Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberikan perpanjangan waktu kepada ByteDance.
Trump berencana mengeluarkan perintah eksekutif yang akan memberikan tambahan waktu bagi perusahaan tersebut untuk menemukan pembeli yang disetujui oleh pemerintah AS sebelum larangan benar-benar diberlakukan sepenuhnya. Akibatnya, TikTok mulai memulihkan layanannya di AS pada malam yang sama.
Meskipun layanannya kembali, TikTok masih belum bisa diunduh di toko aplikasi seperti Apple App Store dan Google Play Store hingga Minggu sore. Hal ini karena masih ada proses hukum dan politik yang harus diselesaikan. Masa depan TikTok di Amerika Serikat tetap tidak pasti, tergantung pada hasil negosiasi antara pemerintah AS dan ByteDance serta keputusan politik yang akan datang.
Dengan situasi ini, masyarakat AS harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangan selanjutnya terkait aplikasi yang sangat populer ini. TikTok, yang telah menjadi platform kreatif bagi banyak orang, kini berada di persimpangan antara kebijakan keamanan nasional dan kebebasan teknologi global.
4. Negara yang Terkena Banned Tiktok
Sejumlah negara telah memberlakukan larangan (ban) terhadap TikTok dengan berbagai alasan, mulai dari keamanan nasional hingga perlindungan data pribadi. Berikut adalah daftar negara yang telah memblokir atau melarang penggunaan TikTok:
Larangan Penuh:
- India: Pada tahun 2020, India melarang TikTok bersama dengan sejumlah aplikasi lain asal Tiongkok, mengutip kekhawatiran terhadap keamanan data dan privasi pengguna.
- Afghanistan: Pemerintah Taliban melarang TikTok pada tahun 2022 dengan alasan untuk melindungi generasi muda dari konten yang tidak pantas.
- Senegal: Pada Agustus 2023, Senegal memblokir TikTok setelah penangkapan pemimpin oposisi Ousmane Sonko, dengan alasan penyebaran konten yang tidak diinginkan.
- Somalia: Pada Agustus 2023, Somalia mengumumkan larangan terhadap TikTok, Telegram, dan 1xBet karena penyebaran propaganda dan konten tidak senonoh.
- Nepal: Pada November 2023, Nepal melarang TikTok karena dianggap mengganggu harmoni sosial. Larangan ini dicabut pada Agustus 2024 setelah kesepakatan antara TikTok dan pemerintah Nepal.
Larangan Parsial:
Beberapa negara memberlakukan larangan parsial, khususnya pada perangkat pemerintah atau pegawai negeri, dengan alasan keamanan data dan privasi:
- Amerika Serikat: Pada Januari 2025, TikTok menghentikan operasinya untuk sekitar 170 juta pengguna di AS setelah gagal memenuhi tenggat waktu hukum yang mengharuskan pemiliknya, ByteDance, untuk melepaskan operasinya di AS atau menghentikan operasinya.
- Uni Eropa: Cabang eksekutif Uni Eropa melarang karyawan menginstal TikTok di perangkat kerja mereka.
- Kanada: Pemerintah Kanada melarang penggunaan TikTok di perangkat resmi pemerintah.
- Australia: Australia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah dengan alasan keamanan data.
- Belgia: Pemerintah Belgia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena kekhawatiran keamanan.
- Denmark: Kementerian Pertahanan Denmark melarang penggunaan TikTok pada perangkat kerja karyawan.
- Taiwan: Taiwan melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena alasan keamanan nasional.
- Norwegia: Norwegia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah dengan alasan keamanan data.
- Prancis: Prancis melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena kekhawatiran privasi dan keamanan.
- Belanda: Pemerintah Belanda melarang aplikasi termasuk TikTok dari perangkat kantor karyawan dengan alasan masalah keamanan data.
- Latvia: Latvia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena alasan keamanan.
- Estonia: Estonia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah dengan alasan keamanan data.
- Irlandia: Irlandia melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena kekhawatiran privasi.
- Selandia Baru: Selandia Baru melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah dengan alasan keamanan.
- Austria: Austria melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena kekhawatiran keamanan data.
- Malta: Malta melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah dengan alasan keamanan.
- Tiongkok: Meskipun TikTok adalah produk dari perusahaan Tiongkok, aplikasi ini tidak tersedia di Tiongkok. Sebagai gantinya, ada aplikasi serupa bernama Douyin yang khusus untuk pasar Tiongkok.
Larangan-larangan ini umumnya didasarkan pada kekhawatiran terkait keamanan data, privasi pengguna, dan potensi pengaruh asing melalui platform tersebut. Alasan serupa dengan dibanned-nya TikTok di Amerika Serikat.