Kontroversi Matchmaking Marvel Rivals: Benarkah Gunakan EOMM?

Kontroversi Matchmaking Marvel Rivals: Benarkah Gunakan EOMM?

Berita
19 August 2025
477 views

Sejak dirilis, Marvel Rivals terus diterpa rumor soal sistem matchmaking. Banyak pemain menilai hasil pertandingan bukan murni dari skill atau region, melainkan ada pengaruh algoritma tersembunyi. Dugaan terbesar adalah penerapan Engagement Optimized Matchmaking (EOMM)—sistem yang diyakini dibuat untuk menjaga keterlibatan pemain sekaligus mendorong belanja item.

Apa Itu EOMM dan Mengapa Jadi Kontroversial?

EOMM pertama kali diperkenalkan melalui riset EA tahun 2017. Sistem ini dikembangkan untuk mengatur pertandingan agar pemain tidak cepat bosan atau frustrasi. Namun, banyak pihak menilai EOMM bisa digunakan untuk memanipulasi emosi pemain, bahkan mendorong mereka membeli item dalam game.

Contoh sederhana: pemain baru ditempatkan melawan veteran dengan skin berbayar, sehingga muncul dorongan psikologis untuk ikut membeli. Dari sini, banyak pemain Marvel Rivals merasa pola menang-kalah yang mereka alami tidak natural, seolah sudah diatur.

Pengalaman Pemain Memicu Kecurigaan

Beberapa pola yang sering dikeluhkan komunitas antara lain:

  • Streak matchmaking: diberi serangkaian kemenangan untuk membangkitkan semangat, lalu diganti dengan kekalahan berturut-turut.

  • Manipulasi lobi: ada pemain yang sengaja throwing agar matchmaking berikutnya lebih mudah.

  • Faktor frustrasi: kemenangan maupun kekalahan terasa tidak sepenuhnya ditentukan kemampuan, melainkan oleh sistem.

Hal ini membuat rasa frustrasi makin besar, karena setiap kekalahan mudah dianggap sebagai bukti adanya “pengaturan.”

NetEase Membantah Gunakan EOMM

Menjawab keresahan komunitas, NetEase menegaskan bahwa Marvel Rivals tidak menggunakan EOMM. Mereka bahkan berjanji merilis video penjelasan detail. Secara teknis, klaim ini masuk akal mengingat EOMM dipatenkan EA.

Namun, sebagian pemain tetap skeptis. Pasalnya, pada tahun 2020 NetEase pernah merilis makalah tentang sistem bernama OptMatch. Tujuannya memang menjaga pertandingan tetap seimbang agar pemain merasa puas, bukan langsung mendorong monetisasi.

OptMatch vs EOMM: Hanya Nama Berbeda?

Menurut pihak NetEase, OptMatch berbeda dari EOMM karena fokusnya adalah keseimbangan pertandingan, bukan keuntungan finansial. Namun, sebagian komunitas menilai hasil akhirnya sama saja: sistem tetap ikut campur dalam menentukan hasil.

Ironisnya, banyak pemain juga menolak skill-based matchmaking (SBMM) karena dianggap membatasi kesenangan. Artinya, baik EOMM maupun SBMM, keduanya kerap dipandang negatif oleh pemain.

Inti Masalah: Persepsi dan Kepercayaan

Pada akhirnya, persoalan bukan hanya soal algoritma, melainkan persepsi pemain. Sebagian besar ingin menang lebih sering daripada kalah, meski data statistik menunjukkan rasio 50/50 sebagai hasil yang seimbang.

Masalah makin rumit karena minimnya kepercayaan pada penerbit game. Dalam kondisi ini, persepsi manipulasi makin mudah terbentuk.

Masa Depan Marvel Rivals

NetEase berjanji akan membuka detail minggu depan, namun kemungkinan besar respons komunitas tetap skeptis. Bagi banyak orang, yang terpenting bukan sekadar keadilan sistem, tapi apakah permainan terasa menyenangkan.

Pada akhirnya, kekalahan selalu pahit, dan menyalahkan sistem lebih mudah ketimbang menerima bahwa kemampuan pribadi juga ikut menentukan hasil. Tantangan NetEase adalah bagaimana mengubah persepsi ini demi menjaga kepercayaan komunitas Marvel Rivals ke depannya.