Masalah ONIC di IKL Fall 2025 Terungkap, Ini kata Falah dan MythR

Masalah ONIC di IKL Fall 2025 Terungkap, Ini kata Falah dan MythR

Honor of Kings
22 September 2025
230 views

Performa ONIC di Indonesia Kings Laga (IKL) Fall 2025 begitu penuh dengan tantangan dan hasil yang cukup memilukan. Sebagai salah satu tim yang berhasil lolos ke babak playoff IKL Spring yang lalu, membawa kekuatan baru di IKL Fall 2025 ternyata tidak membuat performa ONIC berkembang pesat seperti tim-tim lainnya. Kini, bisa dikatakan ONIC menjadi tim yang cukup disayangkan performanya.

Menyisakan AZ1 dan Falah dari musim lalu, ONIC membawa kekuatan baru di IKL Fall 2025 mulai dari Ahem sebagai Farm Laner/Bot Laner, Switch sebagai Clash Laner/Top yang diboyong dari Filipina, kemudian ada FadelBoy di posisi Mid yang sebelumnya membela Mahadewa Esports dan mendatangkan sosok anyar yakni MythR sebagai pelatih. Sejauh ini, ONIC masih berada di zona merah klasemen IKL Fall 2025.

Masalah ONIC di IKL Fall 2025 Menurut MythR dan Falah, Soroti Aspek Ini

ONIC - IKL Fall 2025

Eksklusif kepada Dunia Games, pelatih ONIC MythR dan Falah selaku Support (Roamer) membagikan apa yang sebenarnya menjadi tantangan atau masalah yang dihadapi oleh ONIC di IKL Fall 2025 kali ini. Karena, sejauh ini mereka kerap dihantam badai kekalahan beruntun, cukup disayangkan sebagai tim yang diunggulkan banyak pihak namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi hingga saat ini.

Pertama, menurut MythR sebagai pelatih ia menyatakan bahwa tantangan atau masalah yang saat ini dihadapi ONIC adalah perihal komunikasi. MythR menyatakan bahwa saat ini dari segi komunikasi para pemain ONIC dinilai cukup kurang, dan terbilang kurang fokus. “Lebih ke segi, targeting sama komunikasi saja. Komunikasi antar pemain, ‘listen each other’-nya cukup kurang menurut saya seperti ada yang ngomong ini kadang tidak dengar, terlalu fokus dan lain-lain ya itu saja menurut saya masalahnya,” ucap MythR kepada Dunia Games.

ONIC - IKL Fall 2025

Berbicara mengenai kendala bahasa, MythR mengatakan bahwa tidak ada kendala bahasa di dalam tim ONIC di IKL Fall 2025. Menurut MythR semua kembali kepada cara pendekatan tiap-tiap pemain berbeda. “Language barrier tidak terlalu karena dua-duanya (AZ1 dan Switch) ini bahasa Inggrisnya lumayan (bagus) dan ketiga pemain asal Indonesia kami juga lumayan bagus bahasa Inggrisnya jadi tidak ada language barrier. Lebih ke (pemain) beda negara, beda perlakuan saja beda pendekatan dan lain-lain,” ujar MythR menambahkan.

Mencari solusi atas masalah ONIC di IKL Fall 2025 saat ini, MythR menyatakan bahwa seluruh pihak manajemen, staf pelatih berusaha untuk membantu meningkatkan performa para pemain dengan berbagai cara. Evaluasi di setiap pekan pun dilakukan, coach MythR menyatakan bahwa dirinya dibantu oleh Performance Coach atau seorang Psikolog untuk membantu meningkatkan performa para pemainnya. “Setiap minggu kami selalu mencoba (mencari tahu) apa masalahnya. Kebetulan di ONIC juga ada Psikolog jadi bisa membantu saya sebagai pelatih untuk (mencari) bagaimana caranya agar tim mengetahui di mana kesalahannya terus kami harus mencoba (langkah) apa minggu ini, terus minggu berikutnya,” paparnya. “Hari demi hari, sebenarnya (kami) agak terlambat hingga saat ini. Namun sekarang (sudah) lebih baik,” jelasnya.

Performance coach (berperan) untuk meningkatkan (performa) anak-anak,” tuturnya. 

Pada kesempatan terpisah, secara eksklusif pemain support ONIC, Falah kepada Dunia Games (DG) menyampaikan pandangannya mengenai masalah atau tantangan yang sedang dihadapi ONIC saat ini. Menurut Falah, faktor kemistri menjadi tantangan roster ONIC di IKL Fall 2025 saat ini. Falah mengatakan bahwa karena roster ONIC saat ini berasal dari negara-negara yang berbeda, butuh waktu untuk melatih dan membentuk kemistrinya. 

Tantangannya lebih ke kurang menyatu saja kemistrinya sebenarnya. Soalnya kami memilih roster juga sebelum musim dimulai kami lihat skill individu segala macam, lumayan masuk (cocok) cuma di prosesnya memang kami agak struggle untuk menyatukan timnya lagi. Karena, (roster) kami kan satu dari Filipina, satu dari Hong Kong, tiga pemain lagi dari Indonesia. Jadi seperti kami menyatukan tiga negara dengan kultur berbeda itu yang menjadi kendala untuk kami,” ucap Falah kepada Dunia Games (DG).

Terkait cara untuk memperkuat kemistri tim, Falah mengaku bahwa mereka sempat melakukan proses bonding sebelum musim IKL Fall 2025 dimulai. Namun, tidak hanya itu mereka juga selalu melakukan konsultasi rutin dengan performance coach serta adanya pembicaraan dari internal tim untuk memperbaiki masalah yang saat ini mereka hadapi.

Ada (bonding), sebelum musim dimulai ketika dua pemain impor kami datang kami berenam sempat bonding dengan berkemah sehari, Dan juga, setiap malam kami selalu ada team talk, belum lagi (juga) konsultasi dengan performance coach jadi kami sebenarnya upaya memperbaiki itu ada,” pungkas Falah.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.