MCT SEA Jadi Ajang MDL Menuju M8, Jalan Baru Tim Akademi Asia Tenggara
- MCT SEA menjadi jalur baru tim Asia Tenggara menuju M8.
- Juara MDL Indonesia berpeluang melanjutkan perjalanan ke M8.
- Dua tim terbaik MCT SEA langsung lolos ke M8 Main Stage.
- MCT SEA menjadi panggung pembuktian talenta MLBB Asia Tenggara.
- Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.
Penulis: Redzi Arya Pratama
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kembali memperluas ekosistem kompetitifnya di Asia Tenggara melalui MCT SEA. Turnamen regional ini bukan sekadar ajang baru bagi tim-tim dari berbagai negara, tetapi juga menjadi bagian dari jalur menuju M8 World Championship.
Kehadiran MCT SEA memberikan warna baru bagi kompetisi akademi MLBB. Tim yang berhasil menjadi juara di kompetisi domestik kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke level regional dan bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai penjuru Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi semakin menarik karena juara MDL Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berjuang menuju M8. Namun, jalan yang harus ditempuh tidak mudah karena mereka harus melewati fase kualifikasi terlebih dahulu sebelum bisa mencapai Knockout Playoffs.
MCT SEA nantinya mempertemukan 12 tim dari 11 negara Asia Tenggara. Mereka akan bertanding dalam beberapa fase untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan tiket menuju M8 Main Stage maupun M8 Wild Card.
Head of Esports Southeast Asia at MOONTON Games, Dylan Chia, mengatakan bahwa MCT SEA dibangun berdasarkan fondasi kuat yang telah diciptakan Asia Tenggara dalam perkembangan MLBB Esports.
“Asia Tenggara telah membangun fondasi MLBB Esports seperti yang kita lihat saat ini. Seiring M Series terus membawa MLBB Esports ke panggung global yang lebih luas, MCT SEA dibangun di atas fondasi tersebut dengan memberikan tim-tim yang lolos dari seluruh kawasan sebuah kejuaraan bersama, di mana performa menentukan siapa yang mendapatkan tempat di M8.”
Menurut Dylan, MCT SEA juga menjadi kesempatan bagi pemain dan tim yang sedang berkembang untuk membuktikan kemampuan mereka, membangun profil, menjangkau audiens baru, dan mengambil langkah berikutnya menuju panggung dunia.
“Kualifikasi juga berarti lebih dari sekadar perjalanan sebuah tim. Tim-tim yang berhasil melaju akan mewakili komunitas Asia Tenggara secara lebih luas dan menunjukkan apa yang dapat dicapai kawasan ini ketika kita bergerak maju bersama.”
Fase-fase dari MDL Menuju M Series

MCT SEA dibangun berdasarkan kompetisi dan jalur kualifikasi lokal yang sudah ada di Asia Tenggara. Khusus untuk MDL Indonesia, MDL Philippines, dan MLBB Academy League Malaysia, ketiganya akan masuk ke Group D atau Open League Qualifier Group.
Ketiga juara tersebut akan bertanding untuk memperebutkan satu slot menuju MCT SEA Knockout Playoffs. Artinya, menjadi juara MDL Indonesia belum otomatis membuat sebuah tim lolos ke fase knockout MCT SEA. Mereka masih harus melewati dua juara open league lainnya.
Sementara itu, Groups A, B, dan C akan diisi oleh perwakilan dari MLBB Super League Myanmar, MPL Cambodia, MPL Singapore, serta kualifikasi lokal Vietnam, Timor-Leste, Brunei, dan Laos. Thailand mendapatkan dua wakil, yakni satu dari slot kualifikasi reguler dan satu slot tambahan sebagai tuan rumah edisi perdana MCT SEA.
Dua tim teratas dari Groups A, B, dan C akan lolos ke Knockout Playoffs. Sementara tim peringkat ketiga masih memiliki kesempatan melalui Last Chance Qualifier dengan format best-of-one. Pemenang fase tersebut akan mendapatkan satu tiket terakhir menuju Knockout Playoffs.
Pada fase Knockout Playoffs, tim-tim yang lolos akan dibagi ke dalam dua pool. Persaingan kemudian menentukan empat tim terbaik yang masih memiliki peluang untuk mencapai M8.
Dua tim teratas MCT SEA Knockout Playoffs akan langsung lolos ke M8 Main Stage di Istanbul, Türkiye. Sementara itu, tim peringkat ketiga dan keempat akan melanjutkan perjuangan melalui M8 Wild Card di Bangkok, Thailand.
Dari M8 Wild Card tersebut, tiga tim nantinya akan mendapatkan tiket menuju M8 Main Stage. Dengan demikian, jalur MCT SEA dapat memberikan kesempatan bagi tim-tim Asia Tenggara untuk tampil di panggung utama M Series.
Peluang ini menjadi semakin penting mengingat besarnya skala M Series. M7 World Championship pada 2026 tercatat sebagai turnamen mobile esports dengan jumlah penonton puncak terbanyak sepanjang sejarah, mencapai lebih dari 5,68 juta Peak Concurrent Viewers (PCV) berdasarkan data Esports Charts.
M7 juga menggandeng sejumlah merek global seperti Red Bull, Visa, dan National Basketball Association (NBA). Menurut Shikenso, M7 menghasilkan €158 juta nilai eksposur merek bagi partner, meningkat 38 persen dibandingkan M6.
MCT SEA sendiri akan berlangsung pada Q4 2026, dengan total hadiah US$50.000 dan trofi perdana MCT SEA. Thailand menjadi tuan rumah edisi pertama kompetisi tersebut.
Lebih dari sekadar turnamen regional, MCT SEA menjadi jembatan bagi pemain dan tim berkembang untuk melangkah ke panggung yang lebih besar. Bagi juara MDL Indonesia, perjalanan menuju M8 kini memiliki satu jalur tambahan yang menarik untuk diperjuangkan.
Dari MDL, mereka harus melewati persaingan regional di MCT SEA. Jika berhasil menjadi dua tim terbaik, tiket menuju M8 Main Stage di Istanbul sudah menanti. Jika finis di posisi ketiga atau keempat, kesempatan belum berakhir karena masih tersedia jalur melalui M8 Wild Card di Bangkok.
Dengan ekosistem MLBB yang terus berkembang secara global, MCT SEA menjadi bukti bahwa perjalanan menuju panggung dunia dapat dimulai dari kompetisi lokal. Kini, para pemain muda Asia Tenggara memiliki satu tujuan tambahan untuk dikejar: Break Into The World.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
