Mengenal Deepseek AI, Kecerdasan Buatan yang Bikin ChatGPT Waspada

Mengenal Deepseek AI, Kecerdasan Buatan yang Bikin ChatGPT Waspada

Gadget
18 February 2025
1 views

DeepSeek, sebuah produk buatan startup China, dirilis pada Desember 2024 dan langsung menjadi aplikasi AI gratis terpopuler di AS.

Penasaran dengan Deepseek AI? Berikut adalah pembahasan lengkapnya untuk kita bahas bersama-sama mengenai AI yang sedang boom yang satu ini.

Mengenal Apa Itu Deepseek AI

DeepSeek didirikan oleh Liang Wenfeng di Hangzhou, China, pada 2023. Lulusan teknik informasi berusia 40 tahun ini juga mengelola dana lindung nilai yang mendukung pengembangan DeepSeek.

Menurut BBC, Liang membangun fasilitas penyimpanan untuk chip Nvidia A100, yang kini dilarang diekspor ke China. Diperkirakan memiliki 50.000 chip, ia menggabungkannya dengan chip murah untuk mendukung peluncuran DeepSeek.

Liang baru-baru ini menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri China, Li Qiang. Dalam wawancara Juli 2024, ia mengaku terkejut dengan perhatian publik terhadap harga DeepSeek. "Kami hanya menghitung biaya dan menetapkan harga sesuai," ujarnya.

Kelebihan Deepseek AI Dibandingkan Kompetitor

DeepSeek, model AI LLM buatan startup China, dikembangkan dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesaing seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Meta AI. Hal ini memunculkan kekhawatiran tentang dominasi AI asal AS yang dikenal mahal, membutuhkan data besar, dan mengonsumsi energi sangat tinggi.

DeepSeek V3, diluncurkan 10 Januari 2025, menggunakan chip Nvidia H800 berkapasitas rendah dengan biaya pelatihan sekitar $6 juta (Rp 97 miliar), jauh lebih murah dibandingkan miliaran dolar yang dikeluarkan pesaingnya. Meski demikian, klaim ini diragukan peneliti lain, yang menyebut DeepSeek memanfaatkan teknologi dan kode sumber terbuka yang bebas digunakan.

Model terbaru, DeepSeek R1, yang dirilis minggu lalu, diklaim 20-50 kali lebih hemat dibandingkan model OpenAI o1 untuk tugas tertentu. Hal ini terjadi di tengah pembatasan AS atas penjualan chip canggih ke China, memaksa startup China untuk berbagi sumber daya dan berinovasi dengan teknologi hemat daya.

Investor Silicon Valley Marc Andreessen menyebut DeepSeek R1 sebagai "momen Sputnik" AI, mengapresiasi terobosannya yang terbuka dan revolusioner sebagai anugerah besar bagi dunia.

Dari Mana Deepseek AI Berasal?

DeepSeek adalah model AI LLM (Large Language Model) yang dikembangkan oleh sebuah startup asal Tiongkok. Dibandingkan dengan platform pesaing seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Meta AI, DeepSeek dirancang dengan biaya pengembangan yang jauh lebih efisien.

Pendekatan hemat biaya ini memungkinkan DeepSeek menawarkan solusi AI canggih yang tetap kompetitif dalam hal kinerja, meskipun menggunakan sumber daya yang lebih terbatas. Strategi ini menjadikan DeepSeek pilihan menarik bagi perusahaan yang mencari teknologi AI berkualitas tinggi tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.

Kronologi Deepseek AI Hancurkan Saham Nvidia

Biaya pengembangan yang diklaim lebih rendah membuat perusahaan AI di AS dan Eropa khawatir akan dampaknya pada industri.

Pada perdagangan Senin, 27 Januari 2025, saham perusahaan AI AS mengalami penurunan setelah DeepSeek mengklaim produknya mampu menawarkan kecerdasan canggih dengan biaya lebih murah. Saham Nvidia anjlok lebih dari 16%, sementara Microsoft dan Google juga mencatat penurunan nilai di tengah naiknya popularitas DeepSeek.

Di saat yang sama, DeepSeek mengumumkan pembatasan pendaftaran pengguna baru akibat "serangan siber besar-besaran" pada platform mereka. Namun, pengguna lama tetap dapat mengakses dan menggunakan layanan tersebut.

Hubungan Deepseek AI dengan Crypto

Peluncuran DeepSeek bertepatan dengan koreksi besar di pasar kripto. Bitcoin turun lebih dari 5% dalam beberapa jam, sementara altcoin anjlok hingga 10%. Data Coinglass mencatat 316.282 trader terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan nilai total mencapai US$861,48 juta.

Ash Crypto menyebut kemunculan DeepSeek terkait dengan penilaian ulang saham teknologi yang overvalued, mengingat keunggulan kompetitifnya. Ran Neuner, pendiri Crypto Banter, juga memperingatkan potensi dampak besar DeepSeek, menyoroti bahwa lonjakan kekayaan dari saham AI dan teknologi belakangan ini telah mendorong investasi berisiko di kripto.

Nantikan informasi seputar game lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram DuniaGames ya.

Kamu juga bisa beli voucher untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games!