Meta Menutup Beberapa Studio Game, Bagaimana Kronologinya?
Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi yang selama ini gencar mempromosikan visi masa depan dunia virtual. Meta secara resmi mengkonfirmasi keputusan berat untuk menutup tiga studio pengembang game yang berada di bawah naungan mereka. Ketiga studio yang terkena dampak langsung dari kebijakan ini adalah Armature Studio, Sanzaru Games, dan Twisted Pixel. Langkah drastis ini diambil menyusul laporan yang beredar mengenai restrukturisasi besar-besaran di tubuh perusahaan, khususnya di divisi Reality Labs. Divisi yang selama ini menjadi tulang punggung pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak virtual reality tersebut dikabarkan akan memangkas lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan.
Keputusan penutupan ini bukan tanpa alasan. Juru bicara Meta memberikan klarifikasi bahwa perusahaan sedang melakukan pergeseran strategi investasi yang signifikan. Jika sebelumnya ambisi mereka terpusat penuh pada ekosistem Metaverse, kini fokus tersebut dialihkan ke segmen Wearables atau teknologi perangkat yang dapat dikenakan. Dana yang berhasil dihemat dari penutupan studio dan pengurangan karyawan ini rencananya akan di-reinvestasikan kembali. Tujuannya adalah untuk mendukung percepatan pertumbuhan dan inovasi produk-produk wearables mereka sepanjang tahun ini. Perubahan haluan ini tentu menjadi sinyal kuat bahwa prioritas Meta terhadap konten game VR eksklusif mulai berubah.
Kehilangan Sanzaru Games mungkin menjadi pukulan yang paling keras bagi para penggemar setia platform Oculus. Studio yang diakuisisi pada Februari 2020 ini telah memberikan kontribusi masif lewat judul andalan mereka, Asgard’s Wrath dan sekuelnya yang sangat ambisius, Asgard’s Wrath 2. Sebelum terjun total ke dunia VR, Sanzaru memiliki reputasi yang harum di era konsol tradisional. Mereka dikenal lewat kerja samanya dengan Sony Interactive Entertainment dalam menggarap Secret Agent Clank serta koleksi Sly Cooper: Thieves in Time. Tak hanya itu, mereka juga pernah menangani waralaba ikonik milik SEGA melalui judul Sonic Boom: Shattered Crystal dan Sonic Boom: Fire & Ice.
Nasib yang sama tragisnya menimpa Armature Studio dan Twisted Pixel, dua studio yang baru saja diakuisisi secara bersamaan pada Oktober 2022. Armature Studio sempat mencuri perhatian dunia game lewat keberhasilan mereka menggarap versi virtual reality dari Resident Evil 4. Kualitas porting tersebut mendapat banyak pujian, namun sayangnya, studio ini tidak sempat merilis game baru lainnya di bawah bendera Meta pasca akuisisi. Sebelumnya, mereka juga dikenal lewat Batman: Arkham Origins Blackgate dan Where the Heart Leads. Sementara itu, Twisted Pixel yang terkenal dengan gaya permainan unik di era Xbox 360 lewat ‘Splosion Man dan Ms. Splosion Man, sempat berkontribusi melalui Marvel’s Deadpool VR sebelum akhirnya kini harus gulung tikar.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
