Masalah Bigetron Yang Harus Segera Dibenahi, Ini Jawaban Moreno
Bigetron Esports harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi SPS Mobile Masters 2025 di mana mereka kalah dari Team Falcons PH. Kekalahan ini tentu menjadi sebuah evaluasi penting bagi Bigetron untuk membenahi apa yang menjadi kekurangan mereka.
Ke depannya, Bigetron Esports masih akan menjalani MPL ID S15. Di MPL pun, Bigetron bisa dikatakan belum dalam posisi yang aman. Ada beberapa masalah Bigetron sehingga mereka terlihat cukup ‘struggling’ dalam beberapa pertandingan. Kehadiran Anavel dan Light masih belum terlihat maksimal.
Jika masalah Bigetron tidak diatasi segera, bisa dikatakan peluang untuk mencapai hasil terbaik di musim ini sangatlah kecil. Namun, peluang untuk berbenah selalu terbuka lebar dan masih ada waktu yang cukup panjang untuk mengambil keputusan yang tepat bagi Moreno dkk.
Sebagai salah satu pilar penting di Bigetron, Moreno sebagai Mid Laner membahas bersama Dunia Games mengenai apa yang menjadi masalah Bigetron sehingga mereka belum bisa memaksimalkan potensi yang ada. Bahkan dengan kehadiran Anavel dan Light sekali pun.
Moreno Bahas Masalah Bigetron Yang Harus Segera Dibenahi: Kurang Kemistri Dengan Anavel dan Light!

Bersama Dunia Games dalam sesi interview media SPS Mobile Masters 2025, Moreno pun angkat bicara mengenai masalah Bigetron yang perlu dibenahi terlebih setelah mereka mengikuti kompetisi SPS Mobile Masters 2025.
Pertama, Moreno menyatakan bahwa ada banyak faktor yang menjadi masalah Bigetron di mana salah satunya adalah lawan yang kerap bisa membalikkan keadaan (comeback) di dalam pertandingan. Moreno menekankan bahwa permasalahan mid game ke late game akan mereka coba untuk cari tahu dan benahi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik ke depannya.
Selain itu, Moreno menyebutkan mereka perlu membenahi draft kekuatan mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Ada banyak faktor, dari masalah gameplay ada eksekusi kami di late game-nya. Apa yang bisa membuat lawan comeback, itu yang sedang kami coba cari tahu eksekusi di mid-game dan late game-nya itu salah satu dan dari segi draft juga,” ucap Moreno.
Lebih lanjut, Moreno mengungkap bagaimana kekuatan kemistri para pemain di dalam tim. Moreno mengakui, ada kesulitan di mana dirinya dengan sang Jungler, Anavel dan juga Light sebagai Roamer belum terlalu menyatu. Moreno menyatakan bahwa mereka masih mencoba untuk adaptasi penyatuan gameplay satu sama lain.
“Jujur ada kesulitan, karena kami ibaratnya yang menggerakkan early game phase kan Jungler, Roamer, sama Midlaner kan? Dan (tim) kami kedatangan dua pemain baru, sebagai Jungler dan Roamer,” ujar Moreno menambahkan.

“Jadi, adaptasinya agak susah karena gameplay mereka masih coba untuk adaptasi ke kami, dan saya mencoba untuk adaptasi ke mereka,” tuturnya. “Agak goyah begitu, (kemistri) kami masih belum terlalu kuat,” pungkasnya.
Tampaknya, apa yang disampaikan Moreno menjadi poin penting dari masalah Bigetron yang perlu ditangani oleh para pemain, serta para pelatih E2MAX dan Theonael jika mereka mau ada perkembangan yang signifikan dari Bigetron Esports di kompetisi atau pertandingan yang akan datang.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.