Jadwal MSI 2025 Dikeluhkan Gamer Indonesia, Riot Games Dinilai Abaikan Zona Waktu
Jadwal MSI 2025 Tak Bersahabat untuk Zona Waktu WIB
Sebagian besar pertandingan MSI 2025 dijadwalkan pada waktu yang tidak bersahabat dengan zona waktu Indonesia (WIB). Hal ini membuat banyak penggemar harus begadang tengah malam atau bahkan melewatkan pertandingan krusial karena berbenturan dengan jam kerja atau sekolah.
Keluhan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di komunitas League of Legends Indonesia yang sudah eksis sejak 2016. Banyak yang menilai Riot Games masih terlalu berfokus pada audiens Eropa dan Amerika, mengabaikan basis penggemar yang berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Isu Lama yang Kembali Terulang
Masalah penjadwalan bukanlah hal baru. Pada MSI dan Worlds sebelumnya, keluhan serupa sering disuarakan oleh komunitas Asia Tenggara. Namun hingga kini, belum terlihat ada perubahan signifikan dari pihak Riot Games.
Dengan semakin besarnya jumlah pemain aktif dan penggemar League of Legends di Asia Tenggara, muncul pertanyaan penting:
Mengapa Riot belum mengadopsi strategi penjadwalan yang lebih inklusif?
Fakta Menarik Seputar MSI 2025
-
Lokasi: Eropa
-
Tanggal: Pertandingan dimulai akhir Juni 2025
-
Sistem: Double elimination (elimasi ganda)
-
Jumlah Tim: 10 tim dari berbagai region (LCK, LPL, LEC, LCS, PCS, dll)
-
Fungsi: Penentu slot untuk Worlds 2025
Apakah Riot Games Akan Mendengar?
MSI adalah ajang penting yang menjadi jembatan menuju League of Legends World Championship. Jika Riot Games ingin memperluas jangkauan global mereka, mendengarkan suara komunitas dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, adalah langkah penting.
Dengan loyalitas fans yang tinggi, komunitas Indonesia layak mendapatkan perhatian lebih — setidaknya dari segi penyesuaian jadwal pertandingan yang adil dan merata.
Kesimpulan
MSI 2025 menjanjikan pertarungan terbaik antar region League of Legends, namun pengalaman menonton fans Indonesia kembali dirusak oleh jadwal yang tidak bersahabat. Ini menjadi pengingat bahwa dalam upaya globalisasi esports, inklusivitas waktu tayang adalah elemen penting yang tak boleh diabaikan.
Apakah tahun ini Riot Games akan berubah? Atau komunitas Indonesia kembali menjadi penonton setia yang diabaikan?