New York Gugat Valve, Sistem Loot Box Mereka Disebut Langgar Hukum Perjudian

New York Gugat Valve, Sistem Loot Box Mereka Disebut Langgar Hukum Perjudian

Games
26 February 2026
186 views

Otoritas hukum negara bagian New York resmi mengajukan gugatan terhadap perusahaan video game Valve Corporation atas dugaan pelanggaran hukum perjudian melalui sistem loot box di beberapa judul game populernya. Gugatan ini diajukan oleh Letitia James, Jaksa Agung New York, yang menilai mekanik tersebut tidak sekadar monetisasi, tetapi berfungsi sebagai perjudian ilegal.

Menurut dokumen pengadilan yang diajukan pada 25 Februari 2026 di Manhattan, sistem loot box di tiga game utama Valve, yaitu Counter-Strike 2, Team Fortress 2, dan Dota 2 memungkinkan pemain membayar uang nyata untuk memperoleh item virtual yang diperoleh secara acak. James menilai pembelian ini mirip dengan perjudian karena pemain bertaruh uang untuk peluang mendapatkan item dengan nilai yang bervariasi, dan item itu dapat diperdagangkan kembali di pasar daring dengan potensi nilai nyata.

Dalam gugatan, loot box digambarkan memiliki fitur seperti mesin slot, di mana animasi dan mekanik peluang mengarah pada hasil acak yang dikendalikan oleh Valve. Item yang diperoleh umumnya berupa kosmetik, seperti skin senjata di Counter-Strike 2, topi unik di Team Fortress 2, atau hiasan visual di Dota 2, yang tidak mempengaruhi performa permainan tetapi dapat dijual atau ditukar secara daring.

Jaksa Agung James menilai praktik ini berbahaya terutama bagi anak-anak dan remaja karena dapat menumbuhkan kebiasaan berjudi sejak dini. Gugatan menyatakan bahwa Valve telah menghasilkan miliaran dolar dari mekanik ini dengan mendorong pembelian loot box oleh pemain dari berbagai usia. James meminta pengadilan untuk menghentikan Valve menggunakan sistem tersebut, memerintahkan pengembalian dana kepada pemain yang terdampak, dan mengenakan denda yang setara hingga tiga kali pendapatan yang diperoleh dari praktik yang dinilai ilegal.

Gugatan ini menjadi salah satu kasus hukum terbesar yang menargetkan mekanik loot box di industri game, yang telah lama menjadi kontroversi global. Respons dari Valve belum dipublikasikan secara resmi, tetapi keputusan pengadilan diperkirakan akan berdampak tidak hanya pada perusahaan tersebut, tetapi juga pada praktik monetisasi di industri game secara keseluruhan. Menurut kalian sendiri apa gacha semacam ini bahaya untuk anak-anak?

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games!