One Piece Live Action S2 Episode 2: Adegan yang Tak ada di Anime dan Manga!

One Piece Live Action S2 Episode 2: Adegan yang Tak ada di Anime dan Manga!

Movie
12 March 2026
184 views

Episode 2 dari One Piece Season 2 membawa penonton ke salah satu lokasi ikonik dalam perjalanan kelompok Topi Jerami, yaitu Reverse Mountain. Tempat ini merupakan gerbang menuju Grand Line, lautan paling berbahaya di dunia.

Dalam cerita asli One Piece karya Eiichiro Oda, arc Reverse Mountain memang memperkenalkan karakter penting seperti Crocus dan paus raksasa Laboon. Namun versi live action menambahkan beberapa adegan baru yang tidak pernah muncul di manga maupun anime.

Adegan tambahan ini membuat situasi di Reverse Mountain terasa lebih dramatis sekaligus memperluas interaksi antar karakter. Berikut beberapa adegan yang hanya ada di live action Season 2 Episode 2.

1. Crocus Menembakkan Obat Bius ke Laboon

Salah satu adegan original yang cukup mengejutkan adalah saat Crocus menembakkan obat bius ke Laboon. Dalam adegan ini, Laboon terlihat sangat agresif dan terus menabrakkan kepalanya ke Red Line seperti yang sudah sering ia lakukan selama bertahun-tahun. Situasi tersebut membuat Crocus harus bertindak cepat agar paus raksasa itu tidak melukai dirinya sendiri.

Di live action, Crocus menggunakan senjata khusus yang menembakkan peluru obat bius untuk menenangkan Laboon sementara waktu. Adegan ini tidak pernah diperlihatkan dalam versi manga maupun anime.

Penambahan ini memberi kesan bahwa merawat makhluk sebesar Laboon bukanlah hal mudah. Crocus digambarkan sebagai dokter yang harus menggunakan berbagai metode untuk menjaga paus tersebut tetap hidup.

2. Diskusi Panjang Kru Topi Jerami di Dalam Tubuh Laboon

Dalam manga dan anime, kru Straw Hat Pirates memang masuk ke dalam tubuh Laboon dan bertemu Crocus di sana. Namun live action memperpanjang adegan tersebut dengan percakapan yang jauh lebih panjang. Di episode ini, Monkey D. Luffy, Roronoa Zoro, Nami, Usopp, dan Sanji berdiskusi lebih lama dengan Crocus mengenai kondisi Grand Line.

Crocus menjelaskan berbagai bahaya yang menunggu mereka, termasuk cuaca ekstrem, jalur laut yang tidak stabil, serta banyaknya bajak laut kuat yang berlayar di sana. Percakapan ini jauh lebih detail dibandingkan versi manga. Adegan tambahan ini membantu penonton baru memahami betapa berbahayanya Grand Line sebelum kru Topi Jerami benar-benar memasukinya.

3. Reaksi Emosional Luffy Melihat Luka Laboon

Adegan lain yang ditambahkan dalam live action adalah momen emosional ketika Monkey D. Luffy melihat luka di kepala Laboon.

Dalam cerita asli, luka tersebut memang dijelaskan berasal dari kebiasaan Laboon menabrakkan dirinya ke Red Line sambil menunggu kru bajak laut yang tidak pernah kembali. Namun live action memperlihatkan reaksi Luffy yang lebih emosional.

Luffy terlihat marah sekaligus sedih melihat kondisi Laboon. Ia bahkan sempat menegur Crocus karena mengira paus itu disakiti, sebelum akhirnya memahami alasan sebenarnya. Tambahan adegan ini memperkuat karakter Luffy yang sangat peduli terhadap teman maupun makhluk yang ia temui dalam perjalanannya.

4. Diperlihatkannya Brook dan Yorki Lebih Awal

Live action juga menambahkan dialog baru saat Crocus bercerita tentang masa lalunya sebagai dokter kapal bajak laut. Dalam manga, Crocus memang diketahui pernah menjadi dokter di kapal Roger Pirates milik Gol D. Roger, tetapi informasi tersebut biasanya diungkap secara singkat.

Di episode ini, Crocus memberikan sedikit cerita tambahan tentang bagaimana ia pertama kali bertemu Laboon serta bagaimana paus itu mulai menunggu kru lamanya. Penjelasan tersebut dibuat lebih dramatis dibandingkan versi aslinya. Adegan ini juga berfungsi sebagai foreshadowing terhadap sejarah besar dunia One Piece yang berkaitan dengan Roger.

Selain itu, yang lebih mengejutkan adalah kemunculan pertama Brook di versi live action ini. Di anime dan manga, Brook pertama kali dijelaskan di arc Thriller Bark, begitu juga hubungannya dengan Laboon. Awalnya, Brook adalah anggota Bajak Laut Yorki sebelum nantinya ia bergabung bersama Luffy sebagai kru Topi Jerami.

Alasan kemunculan Brook lebih awal kemungkinan besar karena Oda ingin mempersingkat cerita di versi live action. Seharusnya hampir semua penonton sudah tahu tentang Brook karena mereka pastinya sudah mengikuti One Piece di anime dan manga.

5. Crocus Memeriksa Going Merry Setelah Insiden Laboon

Setelah insiden tabrakan dengan Laboon, live action menambahkan adegan di mana Crocus memeriksa kondisi kapal Going Merry milik Straw Hat Pirates.

Dalam manga dan anime, kondisi kapal setelah bertabrakan dengan Laboon tidak diperlihatkan secara detail. Cerita langsung berfokus pada pertemuan dengan Crocus serta kisah Laboon. Namun live action memperlihatkan bahwa Crocus sempat naik ke kapal untuk memastikan apakah kapal tersebut masih aman untuk melanjutkan perjalanan menuju Grand Line.

Dalam adegan ini, Crocus terlihat memeriksa bagian lambung kapal yang sempat terkena benturan. Ia juga sempat memberikan komentar mengenai kondisi kapal yang menurutnya masih cukup kuat untuk menghadapi perjalanan panjang.

Tambahan adegan ini membuat situasi terasa lebih realistis. Tabrakan dengan paus raksasa tentu berpotensi merusak kapal, sehingga pemeriksaan tersebut memberi kesan bahwa perjalanan menuju Grand Line memang penuh risiko.

6. Percakapan Nami dan Crocus Tentang Navigasi Grand Line

Adegan tambahan lainnya adalah percakapan antara Nami dan Crocus mengenai sistem navigasi di Grand Line.

Dalam manga maupun anime, konsep Log Pose memang dijelaskan, tetapi live action memperpanjang penjelasan tersebut melalui dialog yang lebih detail. Nami terlihat sangat penasaran tentang bagaimana cara bertahan hidup di lautan yang terkenal kacau itu.

Crocus menjelaskan bahwa kompas biasa tidak akan berfungsi dengan baik di Grand Line karena medan magnet yang tidak stabil. Ia juga memberikan gambaran tentang bagaimana para navigator harus menyesuaikan rute perjalanan dengan pulau-pulau tertentu.

Dialog tambahan ini memperkuat peran Nami sebagai navigator kru. Penonton juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang betapa pentingnya navigasi dalam perjalanan para bajak laut.

Selain itu, adegan ini memperlihatkan sisi serius Nami yang selalu fokus memastikan kru Topi Jerami bisa bertahan dalam perjalanan yang berbahaya.

Episode 2 Season 2 dari One Piece memberikan interpretasi baru terhadap arc Reverse Mountain. Meskipun alur utamanya tetap mengikuti cerita asli karya Eiichiro Oda, beberapa adegan tambahan membuat cerita terasa lebih hidup.

Mulai dari momen Crocus menembakkan obat bius ke Laboon, percakapan panjang di dalam tubuh paus, hingga interaksi humor antar kru, semuanya memberikan warna baru bagi adaptasi live action ini.

Adegan-adegan original tersebut tidak hanya menambah dramatisasi cerita, tetapi juga membantu memperdalam karakter serta menjelaskan dunia One Piece dengan cara yang lebih sinematik.

Bagi penggemar lama, perubahan ini menjadi detail menarik yang membedakan live action dari anime dan manga. Sementara bagi penonton baru, tambahan adegan tersebut membuat petualangan menuju Grand Line terasa semakin seru untuk diikuti.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games!