Sejak peluncuran skala global pada tahun 2024 lalu, scene kompetitif Honor of Kings (HOK) bisa dikatakan cukup berkembang pesat khususnya di Indonesia. Berbicara tentang perkembangan scene kompetitif HOK di Indonesia yang semakin berkembang, kita bisa melihat bagaimana kompetisi-kompetisi Internasional Honor of Kings sudah mulai dilaksanakan di Indonesia hingga peluncuran liga profesional Honor of Kings yakni Indonesia Kings Laga (IKL) sejak tahun 2025.
Mungkin kita bisa melihat seperti apa perkembangan scene kompetitif HOK di Indonesia yang sudah mulai berkembang. Namun, masih ada berbagai hal yang kita tidak lihat misalnya berapa gaji pemain HOK di Indonesia, bagaimana biaya operasional masing-masing tim esports di dalam scene kompetitif HOK dan hal lainnya. Banyak orang menduga, gaji pemain HOK di Indonesia terbilang tinggi. Benarkah demikian? Simak faktanya di sini.

Memang tidak banyak orang tahu fakta mengenai gaji pemain HOK di Indonesia. Mungkin, orang lain mengetahui berapa besaran gaji pemain di scene kompetitif game lainnya. Sebelum ke sana, perlu kamu ketahui bahwa ternyata ada beberapa hal lain yang tidak lepas dari pembahasan mengenai gaji, ya, tentu saja biaya operasional atau biaya yang dikeluarkan masing-masing tim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu tim esports ternama di Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ) misalnya. CEO RRQ, Andrian “AP” Pauline menyatakan bahwa di tahun 2026, pihaknya menginvestasikan biaya yang cukup besar untuk operasional tim. “Lumayan (jor-joran) lumayan guys. Salah satu divisi yang (kami) invest tahun depan cukup besar juga (di) HOK,” ucap Pak AP melalui live streaming lewat kanal YouTube miliknya.
Pak AP menambahkan, bahwa biaya operasional divisi HOK ternyata cukup mahal. Bahkan, ia mencoba untuk memberi masukan kepada Tencent atau Level Infinite sebagai penyelenggara HOK Esports untuk meningkatkan prize pool. Pak AP juga menyebutkan kalau gaji pemain HOK tergolong tinggi dibandingkan pemain dari scene kompetitif game lainnya. “Ya mahal, mahal guys,” tuturnya.
“Lumayan mahal, pusing saya guys sebenarnya (sama) HOK. Saya bukan mau komplain, mau kasih saran ke Tencent ya (soal) HOK. Sepertinya hadiahnya mereka boleh sih diatur ulang,” ujar Pak AP menambahkan. “Soalnya (biaya) operasional (divisi) HOK mahal banget. Gajinya lebih mahal dari Mobile Legends guys pemain-pemainnya aduh pusing,” pungkasnya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.