Menilai Performa Bigetron di FFWS SEA Spring 2025, Ini Jawaban Chrisjo

Menilai Performa Bigetron di FFWS SEA Spring 2025, Ini Jawaban Chrisjo

Free Fire
08 May 2025
1 views

Kompetisi Free Fire World Series (FFWS) SEA Spring 2025 telah berjalan selama dua pekan di mana total 18 tim telah menunjukkan performa terbaik mereka. Kini, sampai pekan kedua, tim Buriram United Esports asal Thailand menjadi pemuncak klasemen sementara, diikuti oleh tim RRQ Kazu di posisi kedua dan EVOS Divine di posisi ketiga.

Menarik untuk dilihat bahwa sejauh ini, tim-tim Indonesia berhasil mengimbangi kekuatan dari tim-tim Thailand bersaing selama dua pekan pertama. Kendati demikian, beberapa tim ternama asal Indonesia lainnya masih berusaha untuk mencapai performa terbaik mereka. Selain RRQ dan EVOS, Bigetron menjadi tim ke-3 terbaik.

Saat ini, di pekan kedua FFWS SEA Spring 2025 Bigetron menempati posisi ke-9. Meski demikian, hal tersebut masih akan terus diperbaiki oleh sang pelatih Christian Jonathan “Chrisjo” Pascoal di mana dalam interview bersama Dunia Games menyampaikan beberapa hal terkait performa timnya.

Bagaimana pandangan Chrisjo mengenai performa Bigetron sejauh ini di FFWS SEA Spring 2025? Simak ulasan berikut ini.

Chrisjo Menilai Performa Bigetron di FFWS SEA Spring 2025, Akui Ada Penurunan!

Bigetron Esports

Eksklusif bersama Dunia Games, pelatih Bigetron Esports Chrisjo merespons beberapa hal terkait performa timnya di FFWS SEA Spring 2025. Pertama, terkait adanya rotasi map yang berubah di setiap match day-nya, dirinya mengaku kaget namun sang pelatih menyatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah besar.

Dari saya melihat rotasi map sebenarnya di awal-awal agak kaget begitu. Karena, kami (sudah) terbiasa dengan pengulangan yang sudah pasti A-B-C-D-E-F. Tapi, untuk sekarang karena sudah dibolak-balik kami mencoba untuk beradaptasi dari turnamen pre-season kemarin walau kami belum qualified ke Grand Final (ketika) kami bermain di pekan pertama dan kedua sebenarnya tidak ada tantangan yang bagaimana,” ucap Chrisjo.

Chrisjo menambahkan bahwa yang lebih mempengaruhi performa timnya adalah sistem pembagian grup yang kerap berubah di setiap pekan. Hal tersebut dilihat olehnya mempengaruhi bagaimana drop zone dan juga segi rotasi masing-masing tim yang dihadapi oleh Bigetron di setiap match day.

Yang penting kami (mencoba) beradaptasi dan kami sudah membuat skenario serta rencana mau bermain seperti apa. Berbeda kalau misalnya sudah ada urutan (map) yang akan dimainkan, yang saya lihat cukup berpengaruh adalah (pembagian) grupnya. Kalau sekarang masih sama ada grup A-B-C tapi berbeda dengan sistem yang sebelumnya di FFWS ID, di mana setiap pekan grupnya juga dirotasi. Itu bakal berbeda-beda musuhnya dari segi rotasi dan juga drop zone,” ujar Chrisjo menambahkan.

Lebih jauh, Chrisjo memaparkan bahwa timnya sempat mengalami kendala teknis ketika bertanding. Namun, dirinya sudah menyiapkan anak asuhnya untuk cepat tanggap menghadapi masalah teknis ketika bertanding. Kendati demikian, dirinya bersama tim tidak menyalahkan siapa pun terlebih pihak penyelenggara.

Kami sudah berjalan hingga pekan kedua, total 4 match day (dijalani) kami sempat mengalami kendala teknis dari high ping yang mempengaruhi satu pemain, itu berpengaruh sekali karena ketika main, 3 pemain lainnya itu bingung mau menunggu atau jalan terus. Jadi dalam periode test device mereka, saya sudah siapkan rencana agar mereka bisa memecahkan masalah tersebut, menghadapi lag issue mereka harus bagaimana apa harus cabut kabel LAN dulu lalu menghubungkan ke koneksi wifi itu contohnya. Jadi selain saya berbagi strategi, saya juga beritahu mereka langkah-langkah kalau ada kendala teknis, komunikasi dengan referee seperti apa,” papar Chrisjo.

Bigetron Esports

Seiring match berlangsung kami memang ada mengeluhkan masalah tapi kami tidak menyalahkan siapa pun. Kami coba usahakan apa yang bisa kami lakukan di dalam pertandingan, saya juga tidak mau mengganggu para pemain jadi setelah pertandingan saya coba akali,” jelasnya.

Contohnya si Faizz kemarin ada kendala teknis di mana (kabel) LAN miliknya agak kendor jadi dia memutuskan menahan (kabel) LAN-nya dalam posisi untuk mengalirkan koneksi tapi itu berisiko untuk putus (koneksi) jadi saya minta ganti (kabel LAN) di match berikutnya.

Terakhir, Chrisjo menilai performa timnya di pekan pertama sudah sesuai dengan gambaran yang ia perkirakan. Akan tetapi, memasuki pekan kedua Chrisjo melihat bahwa ada penurunan performa timnya secara statistik.

Yang saya lihat dari pekan pertama masih sesuai dengan gambaran saya ada war early drop zone kami juga tahu (kondisi) third-party nya bagaimana. Tapi, memasuki pekan kedua beberapa tim sudah berkembang dan mengubah cara main,” tuturnya.

Itu menjadi hal yang tidak terduga masuk pekan kedua. Maka, kalau secara statistik bisa dikatakan Bigetron Esports ada penurunan. Tapi, itu yang kami coba pahami dan kami analisa kami coba trial beberapa skill karakter tapi rasanya kurang masuk ke cara bermain kami di mana saya dan anak-anak senang bermain agresif tidak cocok kalau bermain dengan skill defensif takutnya itu jadi bumerang untuk kami,” pungkasnya.

Terlepas dari bagaimana hasil yang diraih saat ini, Chrisjo sebagai pelatih tim sudah melakukan evaluasi menyeluruh untuk mendorong performa Bigetron menjadi lebih baik di pekan-pekan berikutnya di FFWS SEA Spring 2025. Bagaimana menurut kamu? Apakah Bigetron bisa meraih hasil yang lebih baik ke depannya? Kita tunggu saja.


Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.