Perjalanan KAGENDRA di IKL Spring 2026 Terhenti, Harapan ke KWC Sirna!
Babak playoff IKL Spring 2026 kembali berlanjut di hari kedua pada Sabtu, 11 April 2026 di mana total 4 tim Honor of Kings (HOK) terbaik di Indonesia masih meneruskan langkah mereka untuk meraih gelar juara dan tiket menuju ke kompetisi Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 Esports World Cup. Total 3 pertandingan tersaji di hari kedua di mana pada Upper Bracket Final akan ada pertarungan antara Dominator by Nemesis menghadapi Bigetron by Vitality dan dilanjutkan dengan pertarungan antara KAGENDRA melawan OG.
Pertarungan antara Dominator melawan Bigetron bisa dikatakan cukup krusial di playoff IKL Spring 2026 kali ini, memperebutkan satu tiket ke Grand Finals tentunya kedua tim ingin meraih hasil terbaik. Namun, pertandingan di Lower Bracket tidak kalah menarik, KAGENDRA dan OG sama-sama memperebutkan 1 tiket terakhir menuju ke Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 Esports World Cup mewakili Indonesia. Seperti apa hasil pertandingan antara KAGENDRA melawan OG? Simak ulasan selengkapnya di sini.
OG Sukses Menjegal KAGENDRA di Playoff IKL Spring 2026, Sejarah Baru Tercipta!

Pertarungan antara KAGENDRA menghadapi OG terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 di mana dua tim ini bertarung di Lower Bracket Semifinal. Sebagai informasi, pada hari pertama KAGENDRA menelan kekalahan ketika menghadapi Dominator by Nemesis dengan skor 2-4, sementara OG juga menelan kekalahan ketika menghadapi Bigetron by Vitality dengan skor 1-4 membuat keduanya harus kembali bertarung di Lower Bracket. Meski demikian, pertarungan ini cukup bergengsi karena memperebutkan tiket menuju ke Honor of Kings World Cup (KWC) 2026 Esports World Cup.
Pertandingan antara OG dan KAGENDRA berlangsung sengit dengan dominasi yang bergiliran di setiap game. Seri ini dibuka dengan pernyataan dominan dari OG pada game pertama. DaoDao (Pei) tampil sangat agresif di area jungle, memicu rentetan eliminasi krusial yang merusak tempo permainan lawan. Agresivitas ini didukung oleh iHanss (Biron) yang secara konsisten memenangkan lane dan memberikan tekanan masif. Puncaknya, inisiasi serangan akhir dari iHanss berhasil menyapu bersih seluruh pemain KAGENDRA atau Aced, sekaligus mengunci kemenangan poin pertama bagi tim OG secara dominan.
Namun, KAGENDRA segera merespons pada game kedua. Melalui aksi gemilang Senkoo (Haya) dan FeiShi (Yang Jian), mereka memberikan tekanan konstan hingga ke jantung pertahanan OG. Momentum kunci terjadi saat Zaan (Chicha) berhasil menumbangkan iHanss di area krusial, memanfaatkan celah pertahanan lawan untuk memaksa kemenangan dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Memasuki pertengahan seri, jual beli serangan semakin memanas. OG kembali memimpin pada game ketiga setelah DaoDao (Feyd) berhasil mengamankan Tyrant pertama dan membangun momentum sejak menit awal.
Duet maut antara DaoDao dan Ahem (Di Renjie) sukses memporak-porandakan lini pertahanan KAGENDRA di fase mid-game, memaksa Wiraww (Fatih) serta Senkoo (Kong Ming) mundur sebelum akhirnya OG melucuti seluruh turret pertahanan lawan. Tak tinggal diam, KAGENDRA bangkit pada game keempat. Wiraww (Charlotte) secara cerdas menekan pergerakan DaoDao (Agudo), sementara kolaborasi Senkoo (Mai Shiranui) dan FeiShi (Feyd) melumpuhkan pemain kunci OG satu per satu. FeiShi tampil sangat klinis dengan mengeliminasi 663 (Zhang Fei) dan Ahem, memastikan Overlord masuk ke jantung pertahanan OG dan memaksa skor kembali imbang 2-2.
Momentum seolah berpindah sepenuhnya ke tangan KAGENDRA pada game kelima. Wiraww (Nezha) dan Lu (Liang) tampil sangat percaya diri dengan memberikan tekanan ganda di awal laga, sukses menumbangkan iHanss (Sun Ce) serta Ahem (Chicha) secara bersamaan. Zaan (Arli) kemudian mendominasi networth dan berkali-kali melumpuhkan pemain kunci lawan termasuk 663 (Lian Po) dan DaoDao (Ying). Keberhasilan KAGENDRA memenangkan kontes objektif di area Tyrant membawa mereka mencapai match point 3-2. Namun, di ambang kekalahan, OG menunjukkan mentalitas baja pada game keenam.
DaoDao (Luna) tampil fenomenal dengan memberikan tekanan tanpa henti. Inisiasi serangan strategis dari Niel (Nuwa) yang menjatuhkan Senkoo (Xiao Qiao) serta eksekusi Ahem (Flowborn Marksman) terhadap Wiraww (Bai Qi) akhirnya meruntuhkan pertahanan KAGENDRA, memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentu atau Ultimate Battle. Game ketujuh menjadi saksi bisu perjuangan kedua tim yang begitu intens. KAGENDRA sempat memegang kendali di awal laga melalui agresi Senkoo (Princess Frost) dan Wiraww (Nezha) yang sukses mengacak-acak area jungle OG.
Namun, OG perlahan bangkit dan membalikkan keadaan setelah Ahem (Loong) serta Niel (Haya) melakukan wipe-out krusial terhadap pemain kunci KAGENDRA. Situasi semakin sulit bagi KAGENDRA ketika FeiShi (Jingg) dan Lu (Liang) tertangkap di area atas, yang memicu rentetan eliminasi beruntun. Tensi mencapai puncaknya ketika 663 berhasil mengamankan Tempest Dragon, sebuah momen penentu yang meruntuhkan moral pertahanan KAGENDRA secara total. Aksi iHanss (Dharma) dan Ahem (Loong) yang sukses mengeliminasi Senkoo serta FeiShi memastikan penetrasi minion tak lagi terbendung.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya menutup seri pertandingan, tetapi juga mencatatkan sejarah baru di mana KAGENDRA untuk pertama kalinya gagal menembus panggung internasional. Sementara itu, OG resmi melaju untuk menantang Bigetron by Vitality guna memperebutkan posisi di Grand Final melawan Dominator by Nemesis. Perjalanan KAGENDRA mungkin terhenti di sini, namun semangat perjuangan mereka tetap menjadi catatan penting di musim ini.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
