Perjalanan Karir Voxie di PUBG Mobile
Awal Mula: Gamer Pendiam dari Balik Layar
Nama asli Voxie adalah Dava Raditya, seorang pemuda asal Surabaya yang dikenal sebagai pemain PUBG Mobile bertangan dingin. Sejak kecil, Voxie bukan tipe anak yang suka tampil. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah, bermain game, dan menjelajahi dunia virtual. Saat PUBG Mobile dirilis pada 2018, ia langsung tertarik karena game ini menuntut strategi, reaksi cepat, dan kerja sama tim.
Dari kamar kecilnya, Voxie mulai memainkan PUBG Mobile dengan semangat tinggi. Ia belajar dari menonton turnamen internasional dan memperhatikan gaya main pemain top seperti Paraboy dan Order. Gue bukan jago dari lahir, tapi gue belajar setiap hari, katanya dalam salah satu sesi streaming.
Merintis dari Komunitas
Tahun 2020 jadi momen awal Voxie masuk ke dunia kompetitif. Ia membentuk tim kecil bernama NoWay Squad bersama teman-teman satu kota. Mereka rutin ikut scrim komunitas dan turnamen kecil berhadiah pulsa. Meski sempat jadi bahan olok-olok karena gaya mainnya yang pasif, Voxie justru mengembangkan kekuatannya sebagai support dan anchor tim.
Konsistensinya membawa dia dikenali oleh tim semi-pro Stormlink Esports yang sedang mencari pemain bertipe analitis dan sabar. Di sinilah Voxie mulai berkembang lebih cepat, karena ia mendapat pembinaan dan lingkungan yang kompetitif.
Menanjak ke Semi-Pro dan Profesional
Di tahun 2022, Voxie tampil di beberapa turnamen seperti PMCO dan third-party tournament, dan konsisten finish di papan atas. Berkat penampilan solid dan mentalnya yang stabil, ia menarik perhatian tim pro Draven Esports.
Voxie direkrut pada akhir 2022 dan langsung menjalani pelatihan intensif di bootcamp. Meski awalnya sempat kikuk dan tidak terlalu banyak bicara, perlahan ia menemukan perannya di dalam tim. Voxie dikenal sebagai silent killerjarang terlihat, tapi selalu hadir di saat genting.
Debut PMPL dan Kilau Pertama
Debutnya di PMPL ID Spring 2023 menjadi ajang pembuktian. Voxie tampil luar biasa sebagai anchor dan last survivor. Dalam beberapa momen penting, ia berhasil bertahan hidup paling akhir dan mengamankan placement points yang krusial untuk timnya.
Salah satu momen ikonik adalah ketika ia bertahan sendirian di zona akhir melawan dua tim dan berhasil finish kedua berkat posisi cerdas dan timing yang tepat. Highlight itu viral di TikTok dan membuat nama Voxie jadi perbincangan di komunitas PUBG Mobile.
Cerita Personal: Perjuangan dalam Sunyi
Di balik kesuksesan, Voxie menyimpan kisah yang cukup emosional. Ia dibesarkan oleh ibunya seorang diri setelah ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Ibunya awalnya tidak setuju ketika Voxie bilang ingin menunda kuliah untuk mengejar karier sebagai pro player.
Tapi waktu pertama kali gajian dari turnamen, gue langsung beliin ibu mesin cuci baru, itu hal yang bikin dia mulai percaya, cerita Voxie. Hubungannya yang erat dengan sang ibu membuatnya selalu menjadikan keluarga sebagai motivasi utama.
Voxie juga pernah mengalami masa kelam ketika timnya gagal lolos ke babak playoff PMPL. Ia sempat merasa ingin berhenti, tapi dukungan fans dan dorongan dari pelatih membuatnya bangkit. Gue sadar, naik turun itu bagian dari proses. Yang penting, jangan pernah berhenti, ujarnya.
Masa Depan dan Harapan
Kini Voxie masih memperkuat Draven Esports dan dipercaya menjadi co-leader tim. Ia mulai menunjukkan sisi kepemimpinannya dan aktif membimbing pemain muda. Selain turnamen, Voxie juga mulai merambah dunia konten, membagikan tips bermain dan cerita di balik layar kepada para pengikutnya.
Ia punya mimpi besar: ingin tampil di PMGC dan mengenakan seragam timnas Indonesia di kancah dunia. Buat gue, mimpi itu bukan sesuatu yang harus dikejar dengan gegabah, tapi dijalanin dengan sabar, tutupnya.