PlayStation 5 Mengalami Kenaikan Harga di Beberapa Wilayah, Indonesia Termasuk?

PlayStation 5 Mengalami Kenaikan Harga di Beberapa Wilayah, Indonesia Termasuk?

Games
15 April 2025
659 views

Sony Interactive Entertainment telah mengumumkan kenaikan harga untuk PlayStation 5 (PS5) di beberapa wilayah, termasuk Eropa, Australia, dan Selandia Baru, yang akan berlaku mulai 14 April 2025. Kenaikan harga ini menjadi yang kedua kalinya sejak peluncuran konsol tersebut, dengan harga PS5 kini mencapai titik tertinggi hampir lima tahun setelah debutnya.

Kenaikan harga ini menyusul harga yang juga meningkat pada tahun 2022, ketika inflasi global akibat pandemi COVID-19 memaksa Sony menyesuaikan harga di beberapa wilayah.

Meskipun banyak penggemar yang mengeluh tentang harga PS5 yang sudah tinggi, Sony memutuskan untuk menaikkannya lagi, dengan alasan inflasi global dan tekanan ekonomi sebagai penyebab utama.

Untuk kenaikan harga yang akan datang, VP Pemasaran Global Sony, Isabelle Tomatis, mengonfirmasi bahwa PS5 Digital Edition kini akan dibanderol dengan harga €499,99 di Eropa, naik dari €449,99.

Di Inggris, harga PS5 Digital Edition akan naik sebesar £40, menjadi £429,99, sementara versi standar tetap dihargai £479,99. Di Australia, PS5 Digital Edition akan dibanderol dengan harga AUD $749,95, kenaikan $100, sementara versi standar akan dijual dengan harga AUD $829,95.

Sementara itu, di Selandia Baru, harga PS5 Digital Edition naik sebesar NZD $210 menjadi NZD $859,95, dan versi standar akan dijual dengan harga NZD $949,95.

Meski harga baru ini mempengaruhi beberapa wilayah utama, Sony juga telah mengonfirmasi bahwa PS5 akan lebih mahal di Timur Tengah dan Afrika, meskipun rincian harga untuk wilayah-wilayah ini belum diumumkan. Namun, kenaikan harga ini tidak mencakup Indonesia, yang menimbulkan pertanyaan apakah pasar Asia Tenggara juga akan mengalami kenaikan serupa.

Selain kenaikan harga PS5, Sony juga menaikkan harga langganan PS Plus di 16 negara di Amerika Latin (LATAM). Keputusan untuk menaikkan harga ini mendapat banyak kritik, dengan banyak penggemar yang menilai Sony lebih mengutamakan keuntungan pemegang saham daripada kepentingan konsumen.

Beberapa berpendapat bahwa kenaikan harga ini menandakan perubahan dalam industri game, di mana pembeli konsol di masa peluncuran justru mendapatkan harga terbaik, sementara harga terus meningkat.

Meski kontroversi ini muncul, Sony tetap berpegang pada alasan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh inflasi dan bukan upaya untuk meningkatkan laba. Namun, alasan tersebut belum berhasil meredakan kekecewaan para penggemar.

Gugatan hukum yang diajukan oleh kelompok konsumen Belanda terkait harga game digital semakin memperburuk situasi.

Sekarang, kita hanya bisa menunggu bagaimana kenaikan harga PS5 akan memengaruhi penjualan konsol ini di berbagai wilayah. Untuk saat ini, konsumen Indonesia perlu memantau pembaruan harga lokal dan apakah Sony akan menerapkan harga baru ini di pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.