9 Permainan Tradisional Indonesia yang Mirip dengan Permainan dari Negara Lain
9 Permainan Tradisional Indonesia yang Mirip dengan Permainan dari Negara Lain
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam hal permainan tradisional. Menariknya, banyak dari permainan ini ternyata memiliki kemiripan dengan permainan tradisional dari negara lain, baik dari segi aturan, alat yang digunakan, maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah 9 permainan tradisional Indonesia yang mirip dengan permainan dari berbagai belahan dunia:
1. Congklak (Indonesia) – Mancala (Afrika & Timur Tengah)
Persamaan: Menggunakan papan berlubang dan biji, tujuannya mengumpulkan biji sebanyak mungkin ke "lumbung" sendiri.
Perbedaan: Bentuk dan jumlah lubang bervariasi tergantung negara.
Nama di negara lain:
-
Afrika Barat: Oware
-
Timur Tengah: Mancala
-
Filipina: Sungka
2. Benteng (Indonesia) – Capture the Flag (Amerika/Barat)
Persamaan: Dua tim saling menyerang dan bertahan untuk menguasai markas lawan.
Perbedaan: Di versi Amerika ada zona penjara setelah tertangkap.
Nama di negara lain: Capture the Flag (AS), versi serupa juga digunakan dalam latihan militer dan kegiatan pramuka.
3. Petak Umpet (Indonesia) – Hide and Seek (Global)
Persamaan: Satu pemain mencari, yang lainnya bersembunyi.
Perbedaan: Di Indonesia, pemain yang ditemukan harus disentuh di titik penjaga untuk "keluar".
Nama di negara lain:
-
Inggris: Hide and Seek
-
Jepang: Kakurenbo
-
Barat: Sardines (variasi)
4. Gasing (Indonesia) – Spinning Top (Jepang, India, Barat)
Persamaan: Memutar mainan dengan tali dan berlomba siapa yang paling lama berputar.
Perbedaan: Gasing Indonesia umumnya dari kayu, sedangkan di negara lain bisa dari logam atau plastik.
Nama di negara lain:
-
Jepang: Koma
-
India: Lattu
-
Barat: Spinning Top, Beyblade (modern)
5. Main Kelereng (Indonesia) – Marbles (Asia & Barat)
Persamaan: Menembakkan kelereng ke target atau lubang.
Nama di negara lain:
-
Barat: Marbles
-
India: Goti
-
Pakistan: Kancha
6. Egrang (Indonesia) – Stilt Walking (Eropa, China, Afrika)
Persamaan: Berjalan menggunakan tongkat tinggi sebagai kaki tambahan.
Perbedaan: Di Indonesia sebagai permainan rakyat, sementara di negara lain sering digunakan dalam festival, sirkus, atau upacara adat.
Nama di negara lain:
-
China: digunakan dalam akrobat
-
Afrika & Eropa: untuk panen, ritual, atau pertunjukan
7. Gobak Sodor (Indonesia) – Red Rover (Amerika/Inggris)
Persamaan: Permainan tim untuk menghadang lawan agar tidak melewati garis.
Perbedaan: Gobak Sodor dimainkan 6-10 orang dibagi 2 tim, sementara versi luar bisa individual atau lebih fleksibel.
Nama di negara lain: Red Rover (Amerika, Inggris)
8. Lompat Tali (Indonesia) – Chinese Jump Rope (China, Filipina)
Persamaan: Melompat tali elastis yang ditarik oleh dua orang, dengan level tantangan yang meningkat.
Perbedaan: Indonesia menggunakan karet gelang, sedangkan negara lain menggunakan tali plastik dan telah berkembang menjadi olahraga.
Nama di negara lain:
-
China: Chinese Jump Rope
-
Filipina: Chinese Garter
9. Sepak Tekong (Indonesia) – Kick the Can (Amerika)
Persamaan: Kombinasi permainan petak umpet dan beregu dengan objek kaleng yang harus dijaga atau dibebaskan.
Perbedaan: Di Indonesia, penyelamatan teman dilakukan dengan menyebut nama dan menendang tekong. Di luar negeri cukup menyentuh pemain atau kaleng.
Nama di negara lain: Kick the Can (Amerika)
Kesimpulan
Permainan tradisional Indonesia tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan budaya yang dalam. Menariknya, banyak di antaranya memiliki "saudara" di negara lain dengan konsep serupa. Ini menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar budaya berbeda, anak-anak di seluruh dunia ternyata bermain dengan cara yang hampir sama.
Yuk, lestarikan permainan tradisional agar generasi muda tetap mengenal akar budayanya!