Rangga & Cinta: Remake Musikal Ada Apa Dengan Cinta? Tayang Oktober 2025
Rangga & Cinta: Remake Musikal AADC? Siap Hadir Oktober 2025
Dua dekade lebih sejak "Ada Apa Dengan Cinta?" mewarnai layar lebar Indonesia, kisah cinta remaja legendaris itu siap lahir kembali dalam versi baru. Film berjudul "Rangga & Cinta: The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta?"akan hadir di bioskop mulai 2 Oktober 2025, dengan konsep segar berupa drama musikal.
Disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana bersama tim Miles Pictures, remake ini memadukan nostalgia dengan format baru yang lebih ekspresif. Penonton akan diajak bernostalgia sekaligus menikmati energi baru dari generasi muda yang memerankan tokoh-tokoh ikonik AADC.
Pemeran Muda Penuh Energi
Dalam versi musikal ini, peran Rangga dibawakan oleh El Putra Sarira, sementara Leya Princy dipercaya memerankan Cinta. Kehadiran mereka akan menjadi pusat emosi cerita, sama seperti versi orisinal.
Karakter sahabat-sahabat Cinta juga kembali:
-
Rafi Sudirman sebagai Borne
-
Daniella Tumiwa sebagai Karmen
-
Rafly Altama sebagai Mamet
-
Katyana Mawira sebagai Milly
-
Kyandra Sembel sebagai Maura
-
Jasmine Nadya sebagai Alya
Kombinasi wajah baru ini diharapkan memberi napas segar, tanpa menghilangkan kedekatan emosional dengan penonton yang tumbuh bersama AADC.
Musik Jadi Jiwa Cerita
Sebagai film musikal, musik memegang peran penting. Total ada 12 lagu dalam film ini: 9 lagu lama dari soundtrack ikonik AADC yang diaransemen ulang, serta 3 lagu baru karya Melly Goeslaw dan Anto Hoed.
Lagu legendaris seperti "Bimbang" dibawakan kembali oleh Leya Princy, sementara "Suara Hati Seorang Kekasih"dinyanyikan dalam versi lirih oleh El Putra Sarira sebagai Rangga. Proses produksi musik telah mencapai tahap audio lock pada 26 Juli 2025, memastikan aransemen segar siap menggugah nostalgia sekaligus terasa kekinian.
Produksi Rampung, Masuk Pascaproduksi
Syuting film sudah selesai, dengan lokasi yang tetap setia pada latar SMA dan suasana remaja yang khas. Saat ini proyek berada di tahap pascaproduksi: mulai dari editing, scoring, mixing audio, efek visual ringan, hingga color grading.
Tim produksi berupaya menghadirkan film yang tidak hanya indah secara narasi, tetapi juga memanjakan telinga dan mata lewat aransemen musik dan visual yang modern.
Nostalgia Bertemu Inovasi
Meski membawa nama besar AADC, film ini tidak hanya sekadar mengulang. Format musikal membuat ceritanya lebih teatrikal, penuh tarian dan nyanyian yang membawa penonton pada pengalaman baru. Namun, inti ceritanya tetap berakar pada masa-masa SMA yang penuh cinta, persahabatan, dan pencarian jati diri.
Dengan gabungan nuansa nostalgia dan sentuhan modern, "Rangga & Cinta" berpotensi menjadi film yang bukan hanya memikat generasi lama, tapi juga relevan bagi penonton muda saat ini.
Oktober nanti, pertanyaan klasik itu kembali muncul: Ada apa dengan Cinta?