Resident Evil Requiem: Panduan Bos The Commander
Dalam perjalanan menegangkan di Resident Evil Requiem, pemain akan menghadapi berbagai musuh hasil eksperimen bioteknologi yang mematikan. Salah satu pertarungan bos yang cukup menantang adalah melawan sosok misterius bernama The Commander di laboratorium bawah tanah ARK.
Berbeda dengan monster raksasa yang mengandalkan kekuatan brutal, musuh ini menguji refleks, strategi bertahan, serta kemampuan pemain dalam memadukan parry dan tembakan secara cepat. Pertarungan ini terasa seperti duel intens ala John Wick, penuh aksi cepat dan tanpa banyak ruang untuk kesalahan.
Mengenal The Commander di ARK Underground Lab
Dalam game ini, pemain mengendalikan Leon S. Kennedy yang harus menembus berbagai area berbahaya. Salah satu rintangan besar muncul di laboratorium bawah tanah ARK, tempat The Commander menghadang perjalanan Leon.
Berbeda dengan bos seperti monster besar atau makhluk mutasi lainnya, The Commander tampil sebagai musuh yang sangat taktis. Ia bukan sekadar musuh yang bisa dikalahkan dengan menembak secara membabi buta. Justru sebaliknya, jika pemain mencoba menyerangnya secara langsung tanpa strategi, hampir bisa dipastikan serangan tersebut akan gagal.
The Commander memiliki refleks luar biasa. Ia mampu menghindari tembakan jarak dekat, menangkis serangan kapak Leon, bahkan melakukan serangan balasan dengan sangat cepat. Hal ini membuat pertarungan terasa lebih seperti duel satu lawan satu yang intens dibandingkan pertempuran melawan monster.
Karena itu, kunci utama dalam menghadapi bos ini adalah bermain secara defensif dan sabar membaca pola serangan lawan.
Strategi Utama: Kuasai Teknik Parry
Strategi paling efektif untuk mengalahkan The Commander adalah memanfaatkan sistem parry. Musuh ini sering melancarkan serangan jarak dekat berupa kombinasi pukulan atau tebasan yang bisa mencapai tiga serangan berturut-turut.
Alih-alih mencoba menyerang terlebih dahulu, pemain sebaiknya fokus menangkis setiap serangan tersebut. Setelah rangkaian kombo selesai, biasanya The Commander akan mengalami sedikit jeda. Di momen inilah pemain memiliki kesempatan untuk menembakkan satu atau dua peluru sebelum ia kembali menyerang.
Namun, pemain harus tetap waspada karena jeda ini sangat singkat. Jika terlalu lama mengambil keputusan, The Commander akan segera menutup jarak dan melanjutkan serangannya.
Selain itu, terkadang ia juga menggunakan serangan kapak berputar. Serangan ini memiliki timing parry yang sedikit tertunda, sehingga pemain perlu menyesuaikan ritme tombol agar tidak terkena serangan tersebut.
Kesabaran dan ketepatan waktu menjadi faktor penentu kemenangan dalam pertarungan ini.

Manfaatkan Momen Stun untuk Serangan Balik
Setiap parry yang berhasil tidak hanya melindungi Leon dari serangan, tetapi juga dapat membuat The Commander kehilangan keseimbangan. Dalam kondisi tertentu, keberhasilan menangkis beberapa serangan secara beruntun akan membuka kesempatan melakukan serangan execution.
Ketika prompt serangan jarak dekat muncul, pemain harus segera mengeksekusinya. Berbeda dengan beberapa bos lain seperti Super Tyrant yang memberi waktu untuk menembak sebelum melakukan serangan akhir, The Commander hanya memberi satu kesempatan cepat untuk melakukan eksekusi tersebut.
Jika terlambat memanfaatkan momen ini, ia akan segera pulih dan kembali melancarkan serangan.
Karena itu, pemain harus selalu fokus membaca situasi agar tidak melewatkan peluang penting tersebut.
Hindari Duel Tembak Jarak Jauh
Dalam beberapa situasi, The Commander akan mengeluarkan pistolnya dan mencoba menyerang dari jarak tertentu. Insting pemain mungkin akan langsung membalas tembakan tersebut.
Namun strategi ini sebenarnya kurang efektif.
The Commander memiliki pergerakan yang sangat cepat dan gesit. Ia mampu menghindari sebagian besar peluru yang ditembakkan dari jarak menengah atau jauh. Akibatnya, pemain hanya akan membuang amunisi tanpa memberikan damage yang signifikan.
Pendekatan terbaik adalah segera mendekatinya dan kembali ke pola pertarungan jarak dekat. Dengan begitu, pemain bisa kembali memanfaatkan mekanisme parry dan stun yang jauh lebih efektif untuk mengurangi HP bos.

Fase Kedua: Serangan Licik di Tengah Asap
Setelah menerima cukup banyak damage, pertarungan akan memasuki fase kedua yang jauh lebih menegangkan.
The Commander akan melempar flashbang yang membuat pandangan Leon terganggu. Setelah itu, ia akan mencoba mencekik Leon secara tiba-tiba. Pemain harus segera menekan tombol yang diminta di layar untuk melepaskan diri dari cengkeraman tersebut.
Setelah ledakan flashbang, ruangan akan dipenuhi asap yang membuat visibilitas menjadi sangat terbatas.
Di fase ini, The Commander mulai menggunakan taktik hit-and-run. Ia sering bersembunyi di balik objek, lalu tiba-tiba menembak atau menyerang dari arah yang tidak terduga. Kadang ia juga berjalan jongkok di balik asap untuk mendekati Leon secara diam-diam sebelum melancarkan serangan jarak dekat.
Tak jarang ia kembali melempar flashbang tambahan untuk mengacaukan fokus pemain.
Karena itu, pemain harus meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperhatikan suara langkah atau pergerakan kecil di sekitar arena.
Eksekusi Akhir dan Hadiah Mortal Edge
Jika pemain terus berhasil menangkis serangan The Commander dan memanfaatkan setiap momen stun untuk menyerang, pertarungan akhirnya akan mencapai tahap penutup.
Pada titik tertentu, Leon akan melakukan eksekusi spektakuler yang mengakhiri pertarungan dengan sangat memuaskan. Animasi ini menjadi klimaks dari duel intens yang sejak awal menuntut refleks dan strategi tinggi.
Setelah bos dikalahkan, jangan langsung meninggalkan ruangan. The Commander menjatuhkan senjata unik bernama Mortal Edge Hatchet, yang bisa diambil oleh pemain sebagai hadiah kemenangan.
Selain itu, pastikan juga memeriksa area sekitar untuk mengambil berbagai suplai yang mungkin terlewat selama pertarungan.
Item-item tersebut bisa sangat berguna untuk menghadapi tantangan berikutnya di dalam game.
Pertarungan melawan The Commander di Resident Evil Requiem merupakan salah satu duel paling intens dalam game ini. Bos ini tidak mengandalkan kekuatan monster besar, melainkan kecepatan, refleks, dan taktik tempur yang mematikan.
Untuk mengalahkannya, pemain harus bermain defensif, menguasai teknik parry, serta memanfaatkan setiap momen stun dengan cepat. Fase kedua yang penuh asap dan flashbang juga menuntut kewaspadaan ekstra. Jika berhasil melewati duel ini, pemain tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga mendapatkan senjata unik Mortal Edge yang sangat berharga.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.