Review Chapter Perdana Manga 'Modulo' Karya Terbaru Gege Akutami
Gege Akutami, sang mangaka yang melambungkan namanya lewat Jujutsu Kaisen, kembali mengejutkan dunia manga dengan karya terbarunya berjudul Modulo. Namun kali ini, ia tidak bekerja sendirian. Moduli lahir dari kolaborasi antara Gege sebagai penulis cerita dan Iwasaki Yuuji sebagai ilustrator. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian karena menggabungkan kekuatan narasi khas Gege dengan visual detail dan atmosferik dari Yuuji.
Premis yang Menarik Sejak Awal

Chapter perdana Modulo memperkenalkan tokoh utama bernama Tsurugi dan Yuka, yang merupakan cucu dari Yuuta dan juga Maki, mereka juga ditemani seorang pemuda misterius yang menyimpan banyak misteri tentang tujuan nya
Latar cerita pun terbangun dengan kuat. Setting kota urban Jepang dipadukan dengan nuansa supernatural yang samar, menghadirkan dunia yang terasa nyata sekaligus mencekam. Bayangan entitas tak kasat mata dan atmosfer muram di setiap sudut kota berhasil membangun kesan horor psikologis yang pekat.
Karakterisasi yang Kuat

Gege tidak menunda untuk memperlihatkan kompleksitas karakter sejak awal. Modulo digambarkan sebagai sosok yang sulit ditebakterlihat tenang namun menyimpan gejolak emosional. Beberapa karakter pendukung juga mulai muncul, meski masih sebatas perkenalan. Interaksi singkat mereka sudah cukup memberi petunjuk akan konflik besar yang akan berkembang di kemudian hari.
Ilustrasi Karya Iwasaki Yuuji

Salah satu aspek paling mencolok dari Modulo adalah sentuhan visual karya Iwasaki Yuuji. Gaya ilustrasinya menghadirkan detail yang halus, dengan penggunaan bayangan dan ekspresi yang memperkuat atmosfer cerita. Adegan aksi singkat divisualisasikan secara jelas, tajam, dan penuh tensi, namun tetap menjaga nuansa horor dan misteri yang ditanamkan Gege dalam narasi. Berbeda dengan gaya kasar-dinamis khas Gege di Jujutsu Kaisen, ilustrasi Yuuji memberi nuansa lebih realistis dan sinematik, menjadikan Modulo punya identitas visual tersendiri.
Tema dan Misteri yang Disuguhkan
Chapter perdana langsung memunculkan berbagai misteri. Ada sentuhan tentang trauma, rasa bersalah, dan manifestasi psikologis yang dihadirkan dalam bentuk entitas supernatural. Dengan cara ini, Modulo tidak hanya menawarkan aksi, tetapi juga drama emosional dan simbolisme mendalam. Gaya penceritaan Gege yang penuh teka-teki membuat pembaca penasaran dengan arah kisah yang akan diambil.
Perbandingan dengan Jujutsu Kaisen
Sekilas, pembaca mungkin menemukan benang merah dengan Jujutsu Kaisen, seperti atmosfer kelam, protagonis yang kompleks, dan keberadaan elemen supernatural. Namun, Modulo terasa lebih tenang dan fokus pada horor psikologis, bukan sekadar aksi pertarungan intens. Kolaborasi dengan Iwasaki Yuuji juga memberi nuansa berbeda, menjadikan Modulo bukan sekadar karya baru Gege, melainkan proyek kolaboratif yang punya warna uniknya sendiri.
Chapter perdana Modulo berhasil memberi kesan kuat. Narasi khas Gege Akutami yang penuh misteri dipadukan dengan ilustrasi detail dan atmosferik dari Iwasaki Yuuji menghasilkan karya yang segar dan menjanjikan. Meski baru satu bab, Modulo sudah menunjukkan potensi besar untuk menjadi salah satu manga populer berikutnya.
Bagi penggemar Jujutsu Kaisen maupun pencinta manga bernuansa gelap dan psikologis, Modulo jelas patut masuk daftar baca wajib.
