[Review Manga] Mato Seihei no Slave
Mato Seihei no Slave atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Chained Soldier adalah manga aksi fantasi karya Takahiro yang di kenal dengan karya nya yaitu Akame ga Kill dan diilustrasikan oleh Youhei Takemura. Manga ini pertama kali terbit pada tahun 2019 dan telah diadaptasi menjadi anime. Kisahnya menggabungkan elemen pertempuran intens, dunia paralel, dan fanservice yang mencolok, menjadikannya sajian yang cukup unik dalam genre shounen.

Cerita berlatar di dunia alternatif bernama Mato, sebuah dimensi misterius yang muncul di Jepang dan dipenuhi monster bernama Shuuki. Mato menyimpan buah ajaib bernama Peach, yang hanya bereaksi terhadap wanita dan memberi mereka kekuatan super. Untuk melawan ancaman Shuuki, dibentuklah organisasi militer wanita bernama Anti-Demon Corps. Di sinilah protagonis utama, Yuuki Wakura, secara tak sengaja terseret ke dalam dunia Mato dan bertemu Kyouka Uzen, komandan Divisi Ketujuh.

Kyouka memiliki kemampuan unik untuk memperbudak orang lain dan memanfaatkan kekuatan mereka dalam pertempuran. Yuuki, yang tidak memiliki kekuatan spesial, secara sukarela menjadi budaknya demi bisa bertarung melawan para monster. Kombinasi ini menciptakan hubungan yang rumit, penuh aksi dan elemen fanservice yang menjadi ciri khas manga ini.

Daya tarik utama Mato Seihei no Slave terletak pada desain aksinya yang sangat dinamis. Setiap pertarungan digambarkan dengan detail dan koreografi yang apik. Selain itu, interaksi karakter juga menjadi pusat perhatian. Hubungan antara Yuuki dan Kyouka berkembang dari sekadar hubungan tuan dan budak menjadi kerja sama yang lebih dalam dan emosional.

Namun, manga ini juga tidak luput dari kritik. Unsur fanservice yang sangat eksplisit membuatnya kurang cocok untuk semua kalangan. Banyak adegan yang menekankan sensualitas perempuan, terutama dalam konteks sistem hadiah yang diberikan Kyouka kepada Yuuki setiap kali ia menang. Bagi sebagian pembaca, hal ini bisa terasa berlebihan dan mengganggu narasi.
Secara keseluruhan, Mato Seihei no Slave cocok bagi pembaca yang menyukai aksi cepat, dunia fantasi, dan tidak keberatan dengan fanservice yang dominan. Meski bukan manga dengan cerita paling kompleks, seri ini tetap menawarkan hiburan yang solid berkat art yang kuat dan dinamika karakter yang menarik. Manga ini menjanjikan banyak potensi untuk perkembangan karakter dan konflik yang lebih besar di masa depan.