Review Metroid Prime 4: Beyond, Minim Inovasi, Tetap Fun untuk Dibeli

Review Metroid Prime 4: Beyond, Minim Inovasi, Tetap Fun untuk Dibeli

Games
08 December 2025
243 views

Metroid Prime 4: Beyond adalah kembalinya seri Prime yang dinantikan, hasilnya campuran antara pesona atmosferik klasik dan keputusan desain yang bercampur. Dengan grafis memukau di Switch 2, level tegas, dan eksplorasi yang tetap memikat, game ini sering menghadirkan momen-momen magis.

top up Roblox DG

Tapi ada juga bagian pengisi yang kurang inovatif mulai dari gurun repetitif, pendamping yang mengganggu, dan klimaks yang kurang memuaskan. Tulisan ini merinci kekuatan visual, gameplay, set pieces, masalah desain, dan nilai pembelian secara keseluruhan.

Visual & Atmosphere

Salah satu kekuatan utama Metroid Prime 4: Beyond adalah atmosfernya, sesuatu yang selalu menjadi arsitektur emosi dari seri Prime. Viewros terasa hidup, pencahayaan dramatis, efek partikel, latar belakang panoramik, dan detail mekanikal pada perangkat asing membuat setiap ruang terasa penting.

Ada lokasi yang langsung membekas, seperti pabrik sepeda motor yang mengapung dengan badai petir konstan, tempat itu berbahaya dan memikat sekaligus. Beberapa area lain, seperti laboratorium bersalju, kurang berkesan dibanding yang terbaik di seri, tapi mayoritas ruang dirancang dengan perhatian tinggi.

Musik dan efek audio melengkapi atmosfer dengan sangat baik; paduan suara dramatis berbaur elektronik ambient sehingga setiap sudut terasa bernapas.

Switch 2 menampilkan versi terbaiknya dengan mode 4K 60 fps yang menawan, dan opsi 120 fps untuk pemain yang mengutamakan kelancaran. Versi Switch generasi pertama masih layak bermain 60 fps yang stabil dan kompromi resolusi membuatnya tetap dapat dimainkan bagi yang belum meng-upgrade.

Retro Studios menunjukkan bahwa estetika dan desain suara bisa mengangkat pengalaman eksplorasi menjadi momen-momen magis. Retro juga pantas diapresiasi atas framing visual setiap ruang, membuka pintu ke ruangan baru sering terasa sinematik, dan efek visor seperti embun atau tetesan hujan menambah imersi. Atmosfer tidak hanya soal visual; sepi itu dirancang, bukan kebetulan.

Gameplay & Kemampuan Psikis

Inti gameplay Beyond tetap setia pada formula Prime: eksplorasi berbasis visir, pengumpulan upgrade, serta pertarungan lock-on yang memuaskan. Penambahan kemampuan psikis Samus memberi variasi yang menyenangkan, kamu bisa menggerakkan objek, mengambil alih sinar kendali dari jarak jauh, dan menggunakan kekuatan tersebut dalam teka-teki maupun pertarungan bos.

Momen-momen seperti mengendalikan Control Beam untuk menaklukkan musuh atau memanipulasi platform saat Morph Ball terasa cerdas dan sering memicu rasa penemuan.

Kontrol terasa modern dan responsif: dodge cepat, transisi Morph Ball yang halus, dan akses visir yang dipersingkat meningkatkan fluiditas eksplorasi.

Sistem upgrade terasa memuaskan ketika menemukan tank energi, armor, atau senjata baru yang benar-benar mengubah pendekatan terhadap area tertentu. Selain itu, kontrol pilihan seperti motion aiming pada Switch 2 Pro Controller menambah lapisan presisi untuk pemain yang suka fine-tune. Jika kamu tipe yang menikmati eksplorasi penuh, fitur penandaan peta dan kemudahan melihat ruang yang belum tersentuh sangat membantu.

Di sisi lain, teka-teki seringkali adalah remix dari mekanik lama daripada ide baru yang radikal. Pertarungan sebagian besar menyenangkan, dengan boss battle yang memorable, tetapi ada juga segmen yang mirip shooter koridor berulang yang kurang menginspirasi. Bagi pemain yang mencari keseimbangan antara nostalgia dan sentuhan modern, Beyond menyajikan pengalaman aman dan memuaskan tetapi bukan revolusi mekanik.

Sol Valley, Motor, dan Masalah Desain Dunia Terbuka

Sol Valley, hub gurun yang menghubungkan area-area besar, diperkenalkan bersama motor Vi-O-La, fitur baru yang pada kertas menarik, namun di praktik terasa kurang maksimal. Ukuran gurun dibuat agar motor berguna tanpa membuat perjalanan terlalu panjang, tetapi peta itu sendiri relatif kosong; musuh yang muncul berulang dan aktivitas saat mengendarai motor terasa repetitif. Penempatan shrine kecil yang berisi upgrade terasa seperti tempelan yang tidak memanfaatkan potensi lanskap yang luas.

Konsep naratif di balik pengumpulan kristal hijau Lamorn cukup bagus, kamu diminta menyelamatkan pengetahuan peradaban yang hampir punah. Namun implementasinya mengikat progression utama pada pengumpulan yang seringkali menjadi grind.

Ini paling terlihat menjelang akhir permainan ketika kebutuhan energi mencegahmu mengakses klimaks tanpa waktu tambahan mengumpulkan kristal. Beberapa desain shrine layak dipuji karena memaksamu berpikir ulang tentang momentum dan orientasi ruang ketika menggunakan Morph Ball, tetapi penemuan di gurun terasa mekanis.

Jika Retro ingin memperbaikinya di masa depan, menambahkan variasi lingkungan dan aktivitas dinamis di hub bisa menjadikan motor lebih bermakna daripada sekadar alat transit. Untuk sekarang, Vi-O-La menambah sensasi baru tapi juga memiliki kekurangan karena lebih memperpanjang durasi daripada memperkaya pengalaman inti.

Pendamping, Narasi, dan Klimaks yang Mengecewakan

Pendamping Galactic Federation membawa nuansa baru: mereka memberi konteks, komentar, dan beberapa adegan sinematik yang menyenangkan. Kehadiran mereka memungkinkan urutan-urutan yang lebih berorientasi cerita, misalnya saat membuka pintu besar secara kolaboratif atau adegan sinematik yang membutuhkan reaksi beberapa karakter.

Namun, kehadiran mereka sering mengikis rasa kesepian yang menjadi ciri khas Metroid. Dialog yang berlebihan, petunjuk yang terlalu jelas, serta momen di mana mereka memicu kegagalan jika tidak segera ditolong membuat kehadiran mereka terkadang merepotkan.

Cerita utama mengenai Lamorn memiliki lore menarik, tetapi karakterisasi dan pengembangan tema terasa dangkal. Sylux, yang diharapkan jadi antagonis besar, justru kurang dimaksimalkan, ia terasa lebih sebagai janji yang belum terbayar.

Selain itu, penutup naratif tidak memberi klimaks emosional yang sepadan dengan porsi eksplorasi, hal ini diperparah oleh keputusan mekanik save setelah melangkah melewati titik tertentu, kamu tidak bisa kembali ke save sebelum itu tanpa membuat backup terlebih dahulu. Bagi pemain yang suka menuntaskan koleksi dan menggali setiap rahasia, keputusan ini bisa membuat frustrasi dan mendorongmu untuk mengulang permainan pada kesulitan lebih tinggi hanya demi mengoleksi sisa item.

Solusinya sementara: buat backup sebelum memasuki area akhir jika kamu ingin bersih-bersih usai credit. Selain itu, opsi untuk mengurangi atau mematikan petunjuk pendamping akan sangat membantu pemain purist yang ingin merasakan kesepian Metroid klasik.

Performa, Replayability, dan Nilai Pembelian

Secara teknis, Beyond mengesankan. Retro Studios memanfaatkan hardware Switch 2 untuk menyuguhkan visual memukau dan performa stabil; opsi grafis yang fleksibel memberi pilihan antara resolusi tinggi atau refresh rate lebih tinggi.

Versi Switch lama memiliki penurunan ketajaman, tetapi tetap mempertahankan 60 fps yang layak, jadi pemain tanpa Switch 2 tidak sepenuhnya ditinggalkan. Namun beberapa keputusan desain menurunkan nilai replayability: collecting padat dan pembatasan save membuat pengulangan menjadi agak berat.

Tidak bisa memuat save sebelum titik akhir membuat pemain yang ingin menyelesaikan koleksi terpaksa memulai ulang atau bermain di tingkat kesulitan yang tidak mereka inginkan.

Misi pengumpul seperti kristal hijau menambah durasi namun terasa sebagai padding, bukan aktivitas organik yang memperkaya dunia. Dari sisi harga, edisi Switch standar dan Switch 2 hadir pada rentang harga rilis yang wajar, dengan bundel dan diskon di beberapa retailer usai peluncuran sehingga menambah daya tarik pembelian.

Jadi, apakah Beyond layak dibeli? Jika kamu penggemar Metroid yang mengutamakan atmosfer, set-piece, dan kontrol memuaskan, jawabannya ya, terutama untuk pemain Switch 2 yang menginginkan pengalaman paling halus.

Namun, bila ekspektasimu adalah inovasi radikal, dunia terbuka yang padat dengan kegiatan bermakna, atau narasi yang memuaskan di setiap sudut, Beyond akan terasa kurang memuaskan. Tips terakhir, buat backup sebelum area final jika kamu tidak ingin mengulang segalanya.

Metroid Prime 4: Beyond bukan revolusi, melainkan afirmasi atas apa yang membuat Prime istimewa, suasana, desain set-piece, dan eksplorasi yang memuaskan. Meski beberapa elemen seperti gurun dan pendamping terasa setengah matang, pengalaman inti tetap solid dan sering menggetarkan.

Untuk penggemar lama dan pemain baru yang menginginkan petualangan sci-fi berkualitas, Beyond adalah pembelian yang layak. Namun, harapan akan kebaruan besar harus disesuaikan. Beli jika kamu menghargai atmosfer dan gameplay yang dipoles, tidak untuk yang mencari perubahan mendasar atau pengalaman open-world radikal besar.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.