Review My Hero Academia: All’s Justice
Game adaptasi anime dan manga sering kali terjebak dalam formula yang sama, pertarungan satu lawan satu, combo panjang, lalu diulang-ulang hingga tamat. Namun, My Hero Academia: All’s Justice mencoba keluar dari zona nyaman tersebut dengan menghadirkan konsep gameplay yang lebih beragam, taktis, dan kaya fitur.
Tidak hanya mengandalkan fan service, game ini berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih dalam baik dari sisi cerita, pertarungan, maupun eksplorasi dunia.
Sejak awal permainan, All’s Justice langsung memberi kesan bahwa ini bukan sekadar game anime biasa. Mulai dari presentasi visual, sistem pertarungan, hingga mode permainan yang ditawarkan, semuanya terasa ambisius.
Meski tak lepas dari sejumlah kekurangan, game ini tetap berhasil menghadirkan pengalaman bermain yang solid, seru, dan cukup segar bagi penggemar My Hero Academia maupun gamer pada umumnya.
Sistem Battle Tiga Karakter yang Spektakuler

Dalam mode battle, pemain dapat menggunakan hingga tiga karakter sekaligus. Menariknya, ketiga karakter ini tidak hanya berfungsi sebagai cadangan, melainkan bisa melakukan combo susulan secara bersamaan. Sistem ini menciptakan pertarungan yang terasa dinamis, eksplosif, dan sangat memuaskan untuk disaksikan.
Pergantian karakter yang mulus membuat tempo pertempuran terasa cepat, namun tetap terkendali. Kombinasi skill antar hero dapat menciptakan variasi serangan yang luas, memungkinkan pemain mengembangkan gaya bermain sesuai preferensi masing-masing. Baik kamu suka bermain agresif, defensif, maupun seimbang, semua bisa diakomodasi dengan baik.
Sistem Kustomisasi Detail yang Menambah Kedalaman Gameplay

Salah satu aspek menarik lainnya dari My Hero Academia: All’s Justice adalah sistem kustomisasi yang tergolong cukup detail. Pemain dapat melakukan kustomisasi baik pada HUD (Heads-Up Display) maupun pada karakter, menggunakan uang in-game yang diperoleh dari menyelesaikan berbagai misi.
Untuk kustomisasi HUD, pemain dapat mengatur berbagai elemen tampilan antarmuka, seperti stiker hingga background karakter.
Fitur ini sangat berguna, terutama saat menghadapi pertarungan intens, karena pemain bisa menyesuaikan tampilan agar lebih personal dengan kamu, agar sesuai dengan gaya bermain masing-masing. Dengan HUD yang fleksibel, pemain bisa meningkatkan kenyamanan sekaligus fokus saat bertarung.
Sementara itu, kustomisasi karakter memungkinkan pemain membuka dan membeli berbagai opsi kosmetik, mulai dari kostum alternatif, variasi warna, efek visual, hingga aksesori tambahan. Seluruh item ini dapat diperoleh menggunakan mata uang in-game yang dikumpulkan dari story mode, side quest, maupun Team-Up Mission.
Meski tidak memengaruhi statistik secara langsung, fitur ini memberikan kepuasan tersendiri karena pemain bisa mengekspresikan gaya personal melalui penampilan hero favorit mereka.
Sistem kustomisasi ini juga menambah motivasi bermain, karena setiap misi terasa lebih bermakna dan memberikan tujuan tambahan di luar sekadar menamatkan cerita.
Story Mode yang Unik dan Menarik

Mode cerita di All’s Justice menjadi salah satu aspek paling menonjol. Alih-alih mengikuti alur linear seperti kebanyakan game adaptasi anime, game ini menawarkan story mode bercabang dengan banyak karakter yang bisa dipilih. Setiap karakter memiliki sudut pandang, konflik, dan perjalanan sendiri yang pada akhirnya terhubung dalam satu benang merah cerita besar.
Pendekatan ini memberikan kesan narasi yang lebih luas dan mendalam. Pemain tidak hanya fokus pada satu protagonis, tetapi dapat memahami dinamika dunia My Hero Academia dari berbagai perspektif. Hasilnya, cerita terasa lebih kaya, emosional, dan jauh dari kata monoton.
Fitur Semi Open-World yang Menyegarkan

All’s Justice juga memperkenalkan fitur semi open-world yang cukup asyik. Di sini, pemain bisa menjelajahi kota, berinteraksi dengan NPC, serta menjalankan berbagai misi sampingan. Menariknya, misi yang disajikan tidak melulu soal bertarung.
Ada misi-misi ringan dan unik, seperti membantu anak kecil menyelamatkan kucingnya, mencari barang hilang, hingga membantu warga kota yang kesulitan. Aktivitas sederhana ini berhasil membuat dunia game terasa lebih hidup, sekaligus menjadi selingan yang menyenangkan di tengah intensitas pertarungan.
Team-Up Mission: Mode Alternatif yang Sangat Menyegarkan

Jika kamu mulai lelah dengan story mode, Team-Up Mission menjadi pilihan terbaik. Di mode ini, kamu bisa menjelajahi kota, merekrut hero lain ke dalam tim, serta menyelesaikan berbagai tugas untuk meningkatkan peringkat hero.
Mode ini menawarkan tempo permainan yang lebih santai, namun tetap seru. Keunggulan lainnya, Team-Up Mission memiliki durasi yang sangat panjang, bahkan memungkinkan pemain untuk mem-pause misi dan berpindah ke mode lain. Ini memberikan fleksibilitas tinggi dan membuat pemain tidak cepat bosan.
Di dalam Team-Up Mission, kamu juga dapat memilih konfigurasi tim sesuai gaya bermain. Semakin jauh progres yang dicapai, semakin banyak karakter yang bisa dibuka. Sistem ini membuat eksplorasi terasa rewarding dan memotivasi pemain untuk terus melanjutkan misi.
Hero Diary dan Unlock Karakter

Mode Hero Diary memungkinkan pemain menggunakan banyak karakter yang tersedia di dalam game. Namun, untuk membuka karakter-karakter ini, kamu harus menyelesaikan berbagai Team-Up Mission. Sistem unlock ini terasa adil dan memuaskan, karena setiap hero yang didapat merupakan hasil dari usaha dan progres nyata.
Pilihan hero di All’s Justice juga tergolong sangat banyak. Kamu bisa memainkan karakter ikonik seperti All Might, Midoriya, Bakugo, Todoroki, hingga All for One. Keberagaman ini membuat variasi gameplay terasa luas dan mendorong pemain untuk terus bereksperimen dengan kombinasi tim.
Archive Battle, AI Menantang, dan Potensi Repetitif yang Perlu Diperhatikan

Fitur Archive Battle menjadi bonus menarik, terutama bagi penggemar berat My Hero Academia. Mode ini memungkinkan pemain merasakan langsung berbagai pertarungan ikonik dari anime dan manga. Tidak hanya sekadar nostalgia, Archive Battle juga berfungsi sebagai sarana latihan yang efektif untuk mengasah kemampuan bermain, memahami mekanik karakter, serta mencoba berbagai strategi pertarungan sebelum terjun ke mode lain yang lebih menantang.
Namun, di balik keunggulan tersebut, My Hero Academia: All’s Justice juga memiliki beberapa catatan penting. Salah satunya adalah AI musuh yang tergolong sangat agresif dan sulit dikalahkan.
Dalam banyak situasi, pemain akan dihadapkan pada musuh dengan armor super atau serangan bertubi-tubi, terutama saat melawan kelompok lawan sekaligus. Hal ini membuat pertempuran terasa menantang, tetapi di sisi lain juga bisa menimbulkan frustrasi, terutama bagi pemain yang belum sepenuhnya menguasai sistem combat yang menuntut ketepatan timing dan strategi.
Selain itu, seiring bertambahnya jam bermain, beberapa aktivitas mulai terasa repetitif. Struktur misi yang mirip dan pola pertarungan yang cenderung berulang berpotensi menurunkan tingkat keseruan dalam jangka panjang.
Untungnya, kehadiran mode Team-Up Mission dengan variasi misi unik, eksplorasi kota, serta aktivitas non-pertarungan mampu menjadi penyeimbang yang cukup efektif, sehingga pengalaman bermain tetap terasa segar dan tidak cepat membosankan.
Multiplayer Online yang Kurang Optimal

Mode battle multiplayer online sebenarnya menawarkan potensi besar, namun sayangnya eksekusinya kurang maksimal. Dunia Games mencoba fitur ini, namun matchmaking sering kali gagal, menandakan ekosistem pemain yang belum terbentuk dengan baik.
Bagi penggemar multiplayer, ini tentu menjadi catatan penting, meski tidak terlalu mengganggu pengalaman single-player. Padahal jika mode ini bisa dimaksimalkan, akan berpotensi baik untuk gamenya karena di mode multiplayer ini ada mode ranked, sesuatu yang diadopsi game multiplayer fighting kelas atas seperti Tekken dan Mortal Kombat.
Jadi kesimpulannya, My Hero Academia: All’s Justice adalah game adaptasi anime yang berani tampil berbeda. Dengan sistem pertarungan taktis, story mode bercabang yang menarik, fitur semi open-world, serta mode Team-Up Mission yang menyegarkan, game ini berhasil menghadirkan pengalaman bermain yang kaya dan variatif.
Meski AI yang terlalu agresif, kesan repetitif, serta multiplayer yang kurang optimal menjadi kekurangan, keunggulan yang ditawarkan jauh lebih dominan. Bagi penggemar My Hero Academia dan pencinta game action RPG, All’s Justice layak masuk dalam daftar wajib main.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.