[REVIEW] Sid Meier's: Civilization VII, Angin Segar untuk Pecinta Game Strategi 4X

[REVIEW] Sid Meier's: Civilization VII, Angin Segar untuk Pecinta Game Strategi 4X

Review
18 February 2025
1 views

Sid Meier's: Civilization VII menjadi salah satu game yang sangat ditunggu para penggemar game genre strategi. Bagaimana tidak, game ini akhirnya rilis berjarak hampir satu dekade dengan seri sebelumnya, tepatnya 9 tahun setelah Sid Meier's: Civilization VI rilis.

Nama Civilization memang sudah mengakar di dunia game sebagai game strategi 4X (eXplore, eXpand, eXploit, eXterminate) yang menuntut kebebasan kamu untuk membentuk sebuah negara adidaya dengan berbagai tantangan dari segi teknologi, budaya, ekonomi, militer, hingga politik. 

Di review kali ini, penulis akan mengulas Sid Meier's: Civilization VII dari sudut pandang pemain yang sudah cukup berpengalaman bermain Civilization VI. Jadi, penulis akan membandingkan beberapa aspek dan fitur kedua seri sebagai referensi tentang hal-hal yang baru dan berubah. Apakah kamu bakal suka Sid Meier's: Civilization VII? Cek reviewnya dulu di sini!

Review Sid Meier's: Civilization VII

Penulis mencoba Sid Meier's: Civilization VII selama 10 jam dan sudah mencapai era Modern Age. Berikut hal-hal yang membuat penulis perlu berkomentar tentang game baru ini.

1. Mekanik Baru yang Membuat Sid Meier's: Civilization VII Terasa Berbeda

Era Baru, Peradaban Baru

Sid Meier's: Civilization VII memiliki 3 era atau Ages, yaitu:

  • Antiquity Age: Era ketika kamu baru memulai peradaban manusia yang berfokus pada pengembangan pertanian. Era ini membentuk fondasi pertama untuk peradaban selanjutnya.
  • Exploration Age: Di era ini, kamu bakal lebih dituntut untuk mengembangkan peradaban kamu melalui penjelajahan dan ekspansi. Contohnya jika kamu bermain di Map Continental, kamu akan mendapat misi untuk membangun kota baru di seberang benua.
  • Modern Age: Era yang membuat kamu untuk fokus pada target end game. Sedikit eksplorasi tapi konflik lebih banyak terjadi.

Yang paling membuat penulis terkesan adalah ketika transisi dari satu era ke era selanjutnya, maka peradaban juga berubah. Misal, kamu memilih peradaban Roma di Antiquity Age. Ketika transisi ke Exploration Age, kamu akan diberi pilihan untuk berubah ke peradaban baru, salah satunya adalah peradaban Majapahit dari Indonesia.

Bergantinya peradaban memiliki efek yang cukup signifikan karena mengubah pola strategi mengikuti efek dan buff dari peradaban yang baru. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau mengubah strategi tersebut justru membawa banyak resource tambahan nantinya.

Mekanik Builder Berubah Menjadi Fitur Grow City

Di seri sebelumnya, ketika ingin meningkatkan resource yang ada di wilayah peradaban, kita bisa menggunakan Builder. Satu Builder bisa meningkatkan 3 macam resource.

Sedangkan di Sid Meier's: Civilization VII, mekanik Builder ini diganti menjadi fitur Grow City. Setelah kamu mencapai threshold tertentu, Grow City muncul dan kamu bisa mengembangkan lahan atau resource.

Jika kita telaah di Civilization VI, penggunaan Builder memang berguna di awal permainan saat mengembangkan kota. Namun seiring berjalannya game, Builder menjadi lebih jarang digunakan. Hal ini yang fitur Grow City coba atasi.

Dengan adanya Grow City di Civilization VI, kita tidak harus membuat Builder dan menggerakannya. Jadi, kamu tinggal pilih dan klik saja resource yang ingin ditingkatkan. Lebih mudah bukan?

Narrative Choice: Fitur Baru untuk Memilih Reward yang Kamu Dapat

Secara berkala saat bermain, kamu bakal disuguhkan pilihan “cerita” dengan efek yang beragam. Fitur pilihan ini dinamai Narrative Choice.

Dengan Narrative Choice kamu bisa menentukan “cerita” seperti apa yang ingin kamu lalui, serta efek apa yang ingin kamu terima. Tidak cuma hadiah seperti +100 Gold, +78 Culture dan lainnya, kamu juga bisa mendapat quest tertentu hingga tentara secara cuma-cuma.

Narrative Choice bisa menjadi bonus resource tambahan yang bisa kamu pilih diantara yang terbaik.

Crisis: Debuff di Bagian Akhir Era

Jika berpikir realistis, rencana yang sudah kamu siapkan tidak semulus yang dibayangkan. Ada saja suatu “debuff” atau masalah yang membuat kita mencari jalan lain untuk menghadapinya. Begitu juga di Sid Meier's: Civilization VII. 

Mendekati akhir era, kamu akan dihadapi dengan fitur Crisis. Fitur ini memaksa kamu untuk memilih “debuff” atau efek negatif terhadap peradaban kamu. Efeknya bisa bermacam-macam, seperti meningkatnya kebutuhan Gold unit militer, turunnya Happiness penduduk hingga berkurangnya jumlah resource. Malah, Crisis bisa terjadi sampai 3 kali

Dengan adanya Crisis ini, game menjadi lebih menantang dan kamu dituntut untuk mencari cara lain demi mengatasi krisis yang dihadapi peradabanmu. 

District Bisa Ditumpuk!

Ini adalah salah satu fitur yang cukup membuat kaget penulis. Jika di Civilization VI, satu lahan hanya bisa ditempati oleh satu District. Hal ini membuat penggunaan lahan menjadi boros sehingga sulit untuk menempatkan District lain yang kita butuhkan. 

Sedangkan di Civilization VII, District bisa ditumpuk dalam satu lahan. Kamu bisa menyatukan District Science dan Culture bersama-sama. Hal ini tentu menghemat lahan untuk penempatan District. Lahan lainnya dapat kamu gunakan untuk upgrade resource maupun membangun Wonder. Civilization VII juga mengganti istilah District menjadi Infrastructure.

2. Grafis dan Visual Sid Meier's: Civilization VII

Untuk game yang rilis di 2016, Civilization VI memiliki grafis dan visual yang bagus di zamannya, bahkan masih bisa bersaing jika disandingkan dengan game strategi lain yang rilisnya akhir-akhir ini. Walaupun terbilang sebagai game yang kompleks, User Interface (UI) Civilization VI juga simpel, mudah dinavigasi dan ramah untuk pemula. Lalu, bagaimana dengan penerusnya?

Sid Meier's: Civilization VII tentu mengikuti standar grafis dan visual game AAA saat ini. Banyak sekali peningkatan tampilan yang signifikan daripada pendahulunya. Civilization VII menawarkan model dari 3D dari bangunan, unit hingga lingkungan dunianya dengan detail tajam, kaya akan tekstur, serta animasi yang luwes. Aspek-aspek ini yang membuat setiap elemen dalam game menjadi hidup dan dinamis.

Salah satu faktor visual yang menjadi perhatian penulis adalah bentuk dari District. Setiap District memiliki bentuk yang unik dan ada banyak jenisnya di dalam game. Ketika ditumpuk menjadi satu, District tersebut berubah visualnya menjadi gabungan dari keduanya. Coba bayangkan, ada berapa banyak kombinasi District yang masing-masing visualnya unik?

Penulis juga mencoba peradaban Majapahit di Exploration Age. Ya betul, Majapahitnya Indonesia loh!

Peradaban Majapahit di Civilization VII persis seperti yang penulis ketahui. Ada bangunan unik berupa Pura, Candi hingga Meru yang atapnya bertingkat. Kamu juga akan menemukan istilah-istilah seperti Wayang, Nusantara, Aliran Kepercayaan dan Gamelan di pilihan Civic. Tak ketinggalan juga Majapahit memiliki Wonder yang sangat kita kenal, yaitu Borobudur. Tampilan Borobudur di game persis banget dengan yang aslinya!

Selain itu, UI dalam Civilization VII dirancang dengan tampilan lebih simpel dan estetis. Kombinasi warna yang harmonis dan ikon yang jelas membuat navigasi menu menjadi lebih mudah, bahkan untuk pemain baru. Transisi antar menu juga lebih mulus, dengan animasi yang tidak mengganggu namun tetap memukau. 

Namun menurut pengalaman penulis, UI Civilization VII masih perlu dikembangkan lagi karena game pendahulunya, Civilization VI, juga memiliki UI yang simpel tapi informasi yang muncul lebih mendetail dan mudah diakses.

3. Performa Sid Meier's: Civilization VII

Penulis mencoba Sid Meier's: Civilization VII di dua perangkat, yaitu Windows PC dan Macbook Air. Berikut adalah spesifikasi yang digunakan:

Windows PC

  • Prosesor: AMD Ryzen 5 5600X
  • RAM: 32 GB
  • Kartu grafis: GeForce RTX 2060 Super

Dengan spesifikasi tersebut, penulis memainkan Sid Meier's: Civilization VII dalam pengaturan graphic preset di High dengan resolusi 1080p dan refresh rate 60Hz. Game berjalan lancar dan sangat mulus, bahkan hingga Modern Age yang notabene sudah banyak model 3D dan animasi yang harus di-render. FPS terus berjalan di 60Hz tanpa lag maupun stuttering

Mac

  • Macbook Air 2020
  • Prosesor: Apple M1
  • RAM: 8 GB

Karena Sid Meier's: Civilization VII bisa dijalankan di di MacOS, penulis tertarik untuk mencobanya di Macbook Air 2020. Kebetulan perangkat ini masih masuk ke dalam spesifikasi minimal requirement gamenya. 

Sid Meier's: Civilization VII berjalan di Macbook Air M1 ini dalam pengaturan graphic preset Low dan resolusi Auto (1440 x 900). Hasilnya, rata-rata frame rate berada di 30-an FPS. 

Di awal permainan, frame rate bisa menyentuh 60 FPS. Namun seiring berjalannya game, frame rate turun ke 30-an FPS. Hal ini wajar terjadi karena banyak objek yang di-render dalam game serta suhu tinggi yang menyebabkan thermal throttling. Salah satu cara mengatasi agar tidak FPS drop dan suhu Macbook terjaga adalah dengan mengubah resolusi game menjadi lebih kecil.

Berdasarkan uji coba di dua perangkat ini, penulis bisa menyimpulkan kalau Sid Meier's: Civilization VII memiliki optimasi performa yang sangat baik. Mengapa? Karena game dengan grafik dan visual sebagus ini bisa berjalan lancar tanpa force close di perangkat yang sulit dipakai untuk bermain game seperti Macbook Air M1 ini. Kalau lancar main di Windows PC sih wajar-wajar saja.

4. Ekspektasi yang Dinantikan di Sid Meier's: Civilization VII

Seri pendahulunya, Sid Meier's: Civilization VI, merupakan game yang sangat apik. Game ini berhasil memenuhi keinginan para penggemar genre strategi dengan fitur dan elemen yang lengkap. Berkaca dari pencapaian tersebut, penulis berharap Sid Meier's: Civilization VII juga akan menjadi game yang keren, bahkan lebih baik melewati pendahulunya.

Beberapa sistem dan fitur yang penulis nantikan dari Sid Meier's: Civilization VII adalah:

  • User Interface yang lebih baik lagi
    UI Civilization VII saat ini sudah cukup bagus dan simpel, tapi masih banyak ruang yang bisa ditingkatkan. Contohnya seperti tampilan statistik resource yang lebih detail, menu Trade yang lebih lengkap, serta sistem Suzurain City State yang bisa lebih di-explore.
  • Sistem Climate
    Sistem Climate di Civilization VI merupakan salah satu fitur yang bisa mengubah gameplay secara signifikan. Penulis berharap sistem ini ada juga di Civilization VII.
  • Lebih banyak Leader dan Peradaban Unik
    Civilization VII sudah memiliki banyak Leader dan peradaban saat rilis. Namun mengingat pendahulunya punya lebih banyak lagi, penulis harap Civilization VII juga sama. Malah lebih banyak hal yang unik dari para Leader dan peradaban.

5. Kesimpulan

Sid Meier's: Civilization VII hadir hampir satu dekade setelah pendahulunya rilis. Hal ini tentu membawa angin segar bagi para penggemar karena mereka bisa mencoba seri game yang sama tapi dengan gameplay baru. Banyak aspek dan elemen yang layak dicicipi dengan berbagai kreatifitas unik setiap pemain yang patut dicoba.

Kesan pertama penulis bermain Sid Meier's: Civilization VII adalah sangat baik. Banyak aspek game dengan ciri khas Civilization, tapi memiliki pendekatan yang berbeda, sehingga memberikan pengalaman bermain yang baru. 

Selain itu, penulis merasa Sid Meier's: Civilization VII memiliki potensi berkembang yang sangat luas, bahkan bisa mengalahkan pendahulunya yang sukses di pasaran. 

Lalu, ada satu pertanyaan penulis yang sangat menggelitik rasa penarsaran, yaitu “seperti apa mod Civilization VII yang akan muncul nanti?

Top-up Murah, banyak untungnya, hanya di Dunia Games