Review Week 2 MPL ID S17: TLID Perkasa, EVOS RRQ Terpuruk
Gelaran MPL Indonesia Season 17 telah menyelesaikan pekan keduanya dengan menghadirkan segudang drama dan kejutan yang tidak terduga. Jika Week 1 dianggap sebagai ajang pemanasan, maka Week 2 adalah momen di mana realitas mulai menghantam tim-tim besar yang masih kesulitan menemukan ritme permainan mereka. Sorotan utama tertuju pada kontrasnya performa antara tim papan atas yang tampil sangat solid dengan tim-tim raksasa tradisional yang justru terjerembab di dasar klasemen. Atmosfer persaingan semakin memanas seiring dengan munculnya meta baru dan pemilihan hero yang di luar nalar.
Diskusi hangat terjadi di meja Breakdown Dunia Games, di mana Pavel, Irhandi, dan Redzi memberikan analisis tajam mengenai fenomena yang terjadi di Land of Dawn. Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah posisi klasemen sementara yang menunjukkan Team Liquid ID (TLID) masih berdiri kokoh di puncak tanpa menderita satu pun kekalahan pertandingan. Di sisi lain, pemandangan kontras terlihat di papan bawah, di mana nama-nama besar seperti RRQ Hoshi dan EVOS harus rela menghuni zona merah, sebuah situasi yang sangat jarang terjadi dalam sejarah panjang MPL Indonesia.
Kejutan tidak hanya datang dari hasil pertandingan, tetapi juga dari strategi unik yang diterapkan oleh beberapa tim. Dewa United, misalnya, muncul sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan setelah berhasil mengamankan posisi tiga besar. Mereka menunjukkan bahwa chemistry team fight yang matang jauh lebih berharga daripada sekadar kumpulan pemain bintang secara individual. Week 2 juga menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim seperti Geek Fam yang mulai bangkit dari keterpurukan awal musim lewat rotasi pemain yang berani dan strategi draft pick yang cerdas.
Keresahan para penggemar, khususnya bagi pendukung RRQ (Kingdom) dan EVOS (Fams), mulai memuncak seiring dengan hasil negatif yang terus diterima tim kesayangan mereka. Muncul berbagai spekulasi mengenai apa yang salah dengan tim-tim raksasa ini; apakah masalah chemistry, adaptasi meta, ataukah tekanan mental yang terlalu besar. Para analis Dunia Games mencoba membedah satu per satu laga krusial yang menentukan nasib tim-tim tersebut selama pekan kedua berlangsung, memberikan sudut pandang objektif di tengah badai kritik dari para netizen.
Selain drama kekalahan, Week 2 juga diwarnai dengan momen heroik individu yang memecahkan rekor. Munculnya hero-hero non-meta di posisi yang tidak biasa, seperti Valentina atau Zhuxin yang dimainkan di peran yang berbeda, menambah keseruan analisis teknis bagi para pecinta Mobile Legends. Transisi meta dari tank jungler ke variasi lain juga mulai terlihat, meskipun beberapa tim masih sangat mengandalkan durabilitas tinggi dalam strategi mereka. Inilah keindahan MPL, di mana setiap minggu selalu ada pelajaran baru yang bisa dipetik dari setiap pertempuran.
Secara garis besar, Week 2 MPL ID S17 adalah pekan yang penuh dengan "Reverse Sweep" dan pembalikan nasib. Tim yang diunggulkan bisa saja terjungkal, sementara tim yang diremehkan justru mampu memberikan perlawanan sengit bahkan meraih kemenangan mutlak. Dinamika klasemen yang sangat cair ini membuat setiap poin di pekan-pekan awal menjadi sangat krusial untuk mengamankan tiket menuju babak playoff. Mari kita bedah lebih dalam lima poin utama yang merangkum keseruan dan kepedihan yang terjadi selama pekan kedua ini berlangsung.
5 Momen Penting Week 2 MPL ID S17

1. Keperkasaan Team Liquid ID yang Belum Terkalahkan
Team Liquid ID (TLID) membuktikan bahwa prediksi miring di awal musim bukanlah penghalang bagi mereka untuk mendominasi. Hingga berakhirnya Week 2, TLID menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan secara match, meskipun mereka sempat kehilangan beberapa poin game dalam prosesnya. Dominasi mereka terlihat sangat stabil, menunjukkan bahwa koordinasi tim berada di level yang sangat tinggi dibandingkan kontestan lainnya. Keberhasilan mereka memuncaki klasemen sementara ini menjadi kejutan manis, mengingat banyak analis yang sebelumnya meragukan konsistensi mereka.
Strategi utama TLID terletak pada penguasaan hero-hero yang memiliki durabilitas tinggi namun tetap mampu memberikan tekanan di late game. Penggunaan hero seperti Gloo oleh Lyoni telah menjadi identitas yang sangat menakutkan bagi lawan-lawan mereka; Lyoni bahkan mendapatkan predikat Rookie of the Week dua kali berturut-turut karena performanya yang luar biasa. Kedisiplinan mereka dalam menjaga objektif dan melakukan eksekusi team fight yang rapi membuat TLID sangat sulit untuk ditumbangkan, bahkan oleh tim yang mencoba melakukan strategi agresif di awal laga.
Selain Lyoni, peran Kevin sebagai jungler yang sering menggunakan Fredrinn juga sangat krusial dalam menopang strategi late game tim. Mereka seolah memiliki pemahaman yang sama bahwa kemenangan tidak harus didapatkan secara instan, melainkan lewat penguasaan peta yang sabar. Kemampuan mereka untuk membalikkan keadaan saat tertinggal ekonomi juga menjadi nilai tambah yang membuat TLID sangat disegani di pekan kedua ini. TLID saat ini sedang merasakan "nyamannya berada di awan" sambil menunggu tantangan lebih besar di pekan-pekan berikutnya.
Pavel dan kawan-kawan menyoroti bahwa TLID adalah tim yang paling "respect" terhadap heronya sendiri. Mereka tidak ragu untuk menggunakan hero power berulang kali selama strategi tersebut masih efektif menghasilkan kemenangan. Hal ini berbanding terbalik dengan tim lain yang seringkali terjebak dalam upaya mencoba hero unik namun malah berujung pada kekalahan. Kematangan mental para pemain TLID dalam menghadapi tekanan pertandingan besar di panggung MPL juga patut diacungi jempol, mengingat status mereka yang banyak dihuni pemain muda.
Dengan rekor 4-0, TLID kini menjadi target utama bagi tim-tim lain untuk dipatahkan dominasinya. Namun, melihat performa stabil yang mereka tunjukkan saat melawan Dewa United maupun tim papan atas lainnya, sepertinya TLID masih akan menjadi kekuatan dominan untuk waktu yang cukup lama. Pekan kedua ini benar-benar menjadi panggung pembuktian bagi TLID bahwa mereka layak disebut sebagai penantang gelar juara terkuat di musim ke-17 ini, jauh melampaui ekspektasi banyak orang di awal musim.
2. Kebangkitan Geek Fam dan Fenomena Arfy
Geek Fam menunjukkan "tradisi" unik mereka dengan mulai bangkit setelah mengalami awal musim yang kurang memuaskan. Setelah sempat diragukan, Geek Fam berhasil meraih kemenangan perdana mereka di pekan kedua ini, membuktikan bahwa strategi slow start mereka memang sudah menjadi pola yang biasa terjadi. Keberanian Baloyskie dalam melakukan rotasi pemain, termasuk memainkan Marcel yang tampil sangat memukau, menjadi kunci utama perubahan performa tim secara keseluruhan.
Marcel tampil luar biasa dengan meraih gelar MVP dua kali berturut-turut, sebuah prestasi yang sangat mengejutkan bagi seorang debutan. Meskipun sempat merasa gugup dengan detak jantung (heart rate) yang tinggi di awal laga, Marcel mampu membuktikan bahwa kualitas mekaniknya mampu mengimbangi tekanan di panggung MPL. Baloyskie pun memberikan kebebasan bagi Marcel untuk mengekspresikan permainannya, sambil tetap menjaga koordinasi tim sebagai pemimpin di dalam Land of Dawn. Kedekatan antara pemain senior dan junior di Geek Fam mulai membuahkan hasil yang positif.
Namun, momen paling fenomenal bagi Geek Fam di Week 2 adalah kemunculan Arfy yang mencetak rekor luar biasa. Arfy berhasil mencetak Savage bukan hanya satu, melainkan dua kali dalam satu pertandingan menggunakan hero Obsidia. Rekor "Savage dua kali dalam satu game" ini menjadi sejarah baru di MPL Indonesia dan membuktikan betapa mengerikannya Arfy jika diberikan ruang untuk melakukan farming dengan bebas. Arfy menunjukkan bahwa meskipun menggunakan hero single target, efektivitas eliminasi yang ia miliki sangatlah mematikan jika didukung oleh set-up tim yang tepat.
Keberhasilan Arfy ini juga didukung oleh pemanfaatan item Sky Piercer yang sudah mencapai stack tinggi, sehingga memudahkan dia untuk melakukan finishing terhadap lawan yang sekarat. Para analis Dunia Games sepakat bahwa Arfy sangat layak dinobatkan sebagai MVP of the Week karena kontribusinya yang sangat masif dalam memberikan kemenangan bagi Geek Fam. Momen Savage ganda tersebut tidak hanya memberikan poin bagi tim, tetapi juga menghancurkan mental lawan yang harus menghadapi eksekutor sekelas Arfy.
Kebangkitan Geek Fam ini memberikan sinyal bahaya bagi tim-tim lain, terutama karena mereka dikenal sebagai tim yang semakin kuat seiring berjalannya musim. Dengan chemistry yang mulai terbentuk dan kepercayaan diri Arfy serta Marcel yang sedang berada di puncak, Geek Fam diprediksi akan terus merangkak naik di klasemen sementara. Strategi "player-coach" dari Baloyskie kembali terbukti efektif dalam mematangkan talenta-talenta muda yang sebelumnya kurang dikenal oleh publik luas.
3. Keterpurukan RRQ Hoshi dan Krisis Performa

RRQ Hoshi sedang mengalami masa-masa sulit yang sangat jarang dialami oleh tim berjuluk "Raja dari Segala Raja" ini. Hingga pekan kedua berakhir, RRQ harus mendekam di posisi terbawah klasemen dengan rekor kemenangan yang sangat memprihatinkan. Masalah utama yang disoroti oleh para analis adalah ketidakkonsistenan bentuk permainan atau form dari para pemainnya. Meskipun telah melakukan banyak rotasi roster, seperti memainkan Kuroky hingga membawa kembali Rin, RRQ seolah kehilangan identitas permainan mereka di dalam Land of Dawn.
Salah satu poin yang dikritik keras adalah performa Idok yang dianggap sedang tidak dalam kondisi terbaiknya. Sebagai roamer dan pemimpin di lapangan, Idok seringkali tertangkap melakukan kesalahan posisi atau eksekusi skill yang tidak efektif, seperti momen "grock tembok" yang dipertanyakan banyak orang. Selain itu, pemilihan hero yang kurang tepat juga membuat RRQ seringkali kesulitan memenangkan lane atau objektif penting. Tekanan dari para pendukung yang sangat besar (Kingdom) seolah menjadi beban tambahan yang membuat para pemain bermain dalam kondisi tegang.
Muncul berbagai masukan unik dari diskusi Dunia Games, termasuk saran "nakal" untuk meminjam pemain dari luar atau melakukan perombakan strategi secara radikal. Pavel bahkan sempat bergurau agar RRQ mencoba mendatangkan pemain yang memiliki mental sangat kuat agar tidak mudah goyah di panggung besar. Namun, secara teknis, masalah utama RRQ adalah hilangnya koordinasi antar lini yang membuat mereka seringkali tereliminasi satu per satu saat melakukan set-up team fight. Gerakan mereka di peta seringkali terbaca oleh lawan, membuat RRQ selalu tertinggal dalam hal inisiasi.
Meskipun sedang terpuruk, para analis mengingatkan bahwa potensi bangkit bagi tim sebesar RRQ selalu ada. Mereka merujuk pada sejarah musim-musim sebelumnya di mana tim yang terpuruk di awal musim masih bisa merangkak naik hingga ke babak final. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut di Week 3 nanti, RRQ harus segera menemukan "formula rahasia" mereka kembali. Pertandingan melawan Alter Ego di pekan depan akan menjadi ujian krusial apakah RRQ mampu meraih kemenangan perdana mereka ataukah justru semakin dalam terperosok.
Krisis di kubu RRQ ini menjadi bahan pembicaraan hangat di berbagai media sosial dan platform streaming. Banyak analis luar pun mulai memberikan pandangan mereka mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam internal tim. Bagi RRQ Hoshi, pekan kedua ini adalah tamparan keras yang menyadarkan mereka bahwa nama besar saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan di era kompetisi yang semakin ketat seperti MPL ID S17 ini.
4. EVOS dan Masalah Draft yang Mengecewakan
Nasib EVOS di pekan kedua tidak jauh berbeda dengan rival abadinya, RRQ. Tim "Macan Putih" ini juga harus menerima kenyataan pahit berada di papan bawah setelah menderita kekalahan yang menyakitkan. Salah satu sorotan utama bagi EVOS adalah masalah draft pick yang dianggap sangat buruk dan tidak efektif selama dua pekan pertama. Pemilihan hero yang terkesan memaksakan hero power pemain tanpa melihat kebutuhan tim secara makro menjadi titik lemah yang sering dieksploitasi oleh lawan.
Momen kekalahan melawan Alter Ego menjadi bukti nyata betapa rapuhnya koordinasi EVOS. Meskipun sempat memberikan perlawanan di awal laga, namun EVOS kehilangan sentuhan di game 2 dan 3. Pemilihan hero seperti Lylia di fase pick awal dianggap sebagai keputusan yang kurang bijak, karena hero tersebut tidak mampu menjawab tantangan dari pemilihan hero lawan yang lebih kuat secara meta. Dunia Games menyebut EVOS sebagai salah satu tim dengan draft terburuk sejauh ini.
Kedatangan pemain asing seperti Pheww yang diharapkan memberikan dampak instan ternyata belum membuahkan hasil yang memuaskan. Adaptasi chemistry antar pemain terlihat masih sangat kurang, di mana pergerakan mereka seringkali tidak sinkron satu sama lain. Selain itu, ketergantungan pada beberapa hero power tertentu membuat lawan sangat mudah melakukan ban atau counter terhadap strategi EVOS. Momen ketika pemain lawan mendapatkan Savage dua kali saat melawan mereka menunjukkan betapa lemahnya pertahanan EVOS dalam menghadapi tekanan late game.
Para analis menyarankan agar EVOS segera merombak cara mereka melakukan drafting dan lebih berani mengeksplorasi strategi yang lebih solid secara durabilitas. Ketergantungan pada mekanik individu tidak akan cukup jika secara makro strategi mereka sudah kalah sejak fase pemilihan hero. Pekan depan, EVOS hanya memiliki satu pertandingan melawan Navi, yang harus dimenangkan jika mereka tidak ingin mental para pemain semakin jatuh dan sulit untuk bangkit di paruh musim kedua.
Situasi di EVOS ini mengundang keprihatinan dari para Fams yang mengharapkan tim kesayangan mereka bisa bersaing di papan atas. Week 2 memberikan pelajaran berharga bagi EVOS bahwa persiapan matang di luar pertandingan (drafting) sama pentingnya dengan eksekusi di dalam arena. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka mimpi untuk melaju jauh di MPL ID S17 bisa saja sirna lebih awal bagi sang juara dunia ini.
5. Strategi Unik Dewa United dan Inovasi Meta
Dewa United muncul sebagai "kuda hitam" yang paling menonjol di pekan kedua berkat inovasi strategi dan kekompakan tim yang luar biasa. Mereka tidak hanya sekadar menang, tetapi menang dengan gaya yang mengejutkan banyak pihak. Salah satu inovasi yang paling dibahas adalah penggunaan hero unik di posisi yang tidak terduga, seperti Valentina yang dimainkan di Exp Lane. Strategi ini terbukti sangat efektif dalam memberikan efek kejut dan mengganggu ritme permainan lawan yang tidak terbiasa menghadapi hero tersebut di sisi samping peta.
Kekuatan utama Dewa United terletak pada chemistry team fight mereka yang sangat rapi. Mereka tidak bergantung pada satu pemain bintang, melainkan pada eksekusi kombo yang sangat sinkron antar pemainnya. Kehadiran Coach Right yang sudah mulai lancar berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dianggap sebagai faktor kunci keberhasilan adaptasi strategi tim musim ini. Right mampu menyampaikan visi permainannya dengan lebih jelas kepada para pemain, sehingga eksekusi di lapangan menjadi lebih disiplin dan terarah.
Dewa United juga berani memberikan ruang bagi pemainnya untuk menggunakan hero power mereka masing-masing, seperti Octa dengan Lunox-nya yang sangat ikonik. Namun, keberanian mereka untuk mencoba "cheese pick" atau hero kejutan adalah apa yang membuat mereka berbeda dari tim-tim tradisional di Indonesia yang cenderung bermain aman. Dewa United menunjukkan bahwa di MPL ID S17, keberanian untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman bisa membuahkan hasil yang sangat manis.
Pavel dkk memuji bagaimana Dewa United mampu merusak tatanan drafting tim lawan dengan pemilihan hero yang sulit ditebak. Hal ini membuat lawan seringkali harus melakukan penyesuaian mendadak yang merugikan formasi mereka sendiri. Dengan posisi tiga besar yang mereka tempati saat ini, Dewa United bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penantang serius yang bisa merepotkan tim-tim raksasa lainnya. Inovasi mereka menjadi penyegar bagi meta MPL yang terkadang terasa stagnan dengan pilihan hero yang itu-itu saja.
Pekan depan, Dewa United akan menghadapi ujian berat melawan Onic, yang akan membuktikan apakah strategi unik mereka mampu menembus pertahanan sang "Raja Langit". Momen ini sangat dinantikan oleh para pecinta Mobile Legends karena akan menyajikan adu mekanik dan strategi makro yang sangat intens. Dewa United telah membuktikan bahwa dengan persiapan yang matang dan keberanian untuk tampil beda, tim manapun bisa merangsek naik ke papan atas klasemen MPL.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
