Review Week 5 MPL ID S17: Paruh Musim Terburuk RRQ Hoshi

Review Week 5 MPL ID S17: Paruh Musim Terburuk RRQ Hoshi

Mobile Legends
28 April 2026
128 views

Panggung kompetitif Mobile Legends: Bang Bang Indonesia kembali dikejutkan dengan dinamika yang tidak terduga pada gelaran MPL ID S17. Memasuki pertengahan musim, banyak penggemar yang menantikan kebangkitan tim-tim besar yang biasanya mendominasi papan atas. Namun, realita yang terjadi di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontras. Beberapa tim yang sebelumnya dianggap sebagai "kuda hitam" mulai menunjukkan taringnya, sementara sang raja justru tampak kehilangan mahkotanya.

Ketegangan di setiap pertandingan semakin meningkat seiring dengan berakhirnya Leg 1. Setiap poin menjadi sangat berharga karena persaingan untuk mengamankan posisi di babak playoff semakin ketat. Format turnamen yang menuntut konsistensi tinggi membuat tim-tim harus cepat beradaptasi dengan perubahan meta dan strategi lawan. Di sinilah letak ujian sebenarnya bagi mentalitas para pemain profesional di panggung MPL ID S17.

RRQ Hoshi, yang dikenal dengan julukan "Raja dari Segala Raja," kini sedang berada di titik nadir yang mengkhawatirkan. Performa mereka sepanjang paruh pertama musim ini bisa dikatakan sebagai yang terburuk dalam sejarah partisipasi mereka. Kekalahan demi kekalahan yang dialami bukan hanya sekadar angka di papan klasemen, tetapi juga mencerminkan adanya masalah mendalam dalam kohesi tim dan eksekusi strategi di lapangan hijau Land of Dawn.

Komunitas Mobile Legends Indonesia pun mulai bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di dalam dapur RRQ? Pergantian roster dan upaya perombakan strategi seolah belum membuahkan hasil yang signifikan. Di sisi lain, tim-tim seperti Dewa United justru tampil sangat impresif dan konsisten, mencuri sorotan yang biasanya tertuju pada tim-tim raksasa. Fenomena ini membuat MPL ID S17 menjadi salah satu musim yang paling sulit diprediksi sejauh ini.

Tekanan dari para penggemar, terutama Kingdom, tentu menjadi beban tersendiri bagi para pemain RRQ Hoshi. Ekspektasi tinggi untuk selalu menang seringkali menjadi bumerang saat tim sedang dalam kondisi tidak stabil. Diperlukan evaluasi besar-besaran dan mental yang baja untuk bisa bangkit dari posisi terbawah klasemen. Jika tidak segera berbenah, mimpi untuk melaju ke babak playoff bisa saja sirna lebih awal bagi sang mantan juara.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai jalannya minggu kelima dan penutupan Leg 1, yang merangkum suka duka tim-tim peserta di MPL ID S17. Melalui kacamata para analis di acara Dunia Games Breakdown, kita akan melihat lebih dekat bagaimana peta kekuatan saat ini bergeser dan mengapa musim ini menjadi tantangan terberat bagi RRQ Hoshi.

Review Week 5 MPL ID S17

Jadwal MPL ID

Berdasarkan diskusi panas di episode terbaru Dunia Games Breakdown, paruh musim MPL ID S17 resmi berakhir dengan hasil yang sangat mengejutkan bagi banyak pihak. Satu hal yang paling menonjol dan menjadi bahan perbincangan utama adalah posisi RRQ Hoshi di papan klasemen. Sang raja saat ini terpuruk di posisi ke-9, sebuah posisi yang dianalogikan oleh para analis seperti "nomor telepon Telkomsel" karena deretan angka kekalahannya.

Secara statistik, RRQ Hoshi mencatatkan rekor yang sangat kelam di Leg 1. Mereka kalah dalam semua pertandingan match yang dijalani, dengan hanya mengantongi tiga poin kemenangan game saja. Analisis menyebutkan bahwa masalah utama RRQ bukan hanya terletak pada satu individu, tetapi pada sistem permainan yang seolah "ngawur" dan kurangnya adaptasi pemain satu sama lain. Contohnya adalah peran Idok yang dinilai sering melakukan blunder saat tidak bermain bersama pasangan duet aslinya, Rinz. Meskipun ada upaya penyelamatan melalui pemain seperti Yehezkiel dan masuknya Super Toy di Goldlane, hal tersebut belum cukup untuk mengakhiri tren negatif ini.

Kontras dengan RRQ, Dewa United justru menjadi bintang utama di MPL ID S17 sejauh ini. Mereka berhasil mengamankan posisi kedua di klasemen sementara dengan performa yang sangat stabil. Para analis di Dunia Games Breakdown bahkan secara terbuka mengajak komunitas untuk mulai mendukung Dewa United, karena mereka telah membuktikan bahwa tim tanpa "pemain bintang" pun bisa sukses dengan formula permainan yang rapi dan sistematis. Pemain seperti Dolyn dengan hero Suyou-nya menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya, menunjukkan konsistensi tinggi meskipun di bawah tekanan.

Minggu kelima juga memperlihatkan kejutan dari Geek Fam yang dijuluki sebagai "King Slayer." Mereka secara tak terduga berhasil menumbangkan Onic, sang pemimpin klasemen, melalui strategi brilian dari Baloyskie. Hal ini membuktikan bahwa di MPL ID S17, tidak ada tim yang benar-benar aman. Onik, meski masih memimpin di puncak klasemen dengan skor 7-2, kini mulai terancam oleh kejaran Bigetron Alpha dan Dewa United yang hanya terpaut tipis.

Sementara itu, EVOS juga mengalami pasang surut yang unik. Setelah sempat meraih win streak, mereka harus menelan pil pahit kekalahan 0-2 dari Onic dan kalah dari Bigetron. Para analis melihat EVOS sedang dalam kondisi yang "aneh," di mana performa mereka sulit ditebak—bisa sangat kuat, namun bisa tiba-tiba kehilangan arah draf dan eksekusi di game-game krusial. Sorotan juga diberikan kepada pemain baru seperti Erland yang diakui memiliki potensi besar di laning phase, namun masih butuh jam terbang untuk bisa menggendong tim sepenuhnya.

Persaingan di papan tengah pun tidak kalah sengit. Tim Liquid dan Alter Ego terus saling sikut untuk mengamankan slot terakhir menuju playoff. Tim Liquid mulai menunjukkan variasi draf dengan penggunaan hero seperti Leomord dan Phoveus, yang membawa mereka kembali ke jalur kemenangan. Namun, para analis memperingatkan agar tim-tim ini tidak terlalu terpaku pada satu pola draf saja, karena lawan akan sangat mudah melakukan counter di Leg 2 MPL ID S17 nanti.

Menutup ulasan paruh musim, para analis Dunia Games menyimpulkan bahwa Leg 1 MPL ID S17 adalah salah satu yang paling sulit diprediksi dalam sejarah MPL Indonesia. Dengan posisi RRQ yang berada di ambang kegagalan lolos playoff, beban berat kini ada di pundak manajemen dan pemain untuk melakukan perombakan total di Leg 2. Apakah sang raja mampu melakukan miracle run atau justru ini akan menjadi musim pertama RRQ gagal melaju ke babak selanjutnya? Semua mata akan tertuju pada minggu-minggu berikutnya di MPL ID S17.

Secara keseluruhan, paruh musim ini memberikan pelajaran berharga bagi semua tim. Tim besar tidak boleh jemawa, dan tim kecil tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan pergeseran meta dan hadirnya pemain-pemain muda berbakat, MPL ID S17 dipastikan akan semakin panas hingga hari penentuan nanti. Bagi para penggemar, momen ini adalah waktu yang tepat untuk terus memberikan dukungan positif agar kualitas kompetisi Mobile Legends di Indonesia terus meningkat.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.